CARI SARAPAN DI PASAR: Pasar Bitingan Kudus

SARAPAN DI PASAR? Ah, ini gaya-gaya pemblusuk pasar untuk mencari HIDDEN GEMS. Mblusuk ke pasar, pasti dapat WARUNG ENAK. Lho, yakin itu warung enak? Lha, kalau nggak enak ya nggak laku. INI PASAR, Men… Googling KULINER DI PASAR KUDUS, nemu ada beberapa tayangan kuliner di PASAR KLIWON. Sarapan di Pasar Kliwon, ah, betapa senangnya. Namun… PASARNYA MASIH TUTUP… Lha, kok bisa? Ya, suka-suka pasarnya mau buka jam berapa. Ini pasar, men, bukan pabrik. Kalau pedagang masih aras-arasen, ya, tokonya nggak buru-buru dibuka. Wong bakul sing penting payu, sing penting iso nggo urip. Penjual pasar lebih berdaulat urusan waktu kerja daripada buruh pabrik. Lho, kok ngomongin ritme keseharian, sih, kebanyakan membaca buku Rhythmanalisis-nya Lefebvre, ya? Lha, terus sarapannya di mana? GOOGLING LAGI. Nemu pasar yang sudah buka di pagi-pagi: PASAR BITINGAN. Apa sudah ada warung makan yang buka? Pasar Bitingan adalah pasar keseharian, bukan pasar wisata. Google Map mana tahu hal-hal keseharian yang terjadi di warga… Walhasil, saya meluncur ke PASAR BITINGAN. Overview, nemu beberapa warung makan yang sudah buka. Tinggal pilih… Akhirnya yang dipilih adalah nasi rames dengan lauk sayur buncis, sayur tahu, dan ayam sayap. Total hanya 15 rebu. DI PASAR, maseeee…. Rasanya? Jangan tanya. Setelah saya, pengunjung berdatangan, ada yang makan di tempat ada yang minta dibungkus. Warung ini sudah buka sejak pukul 5 pagi, menemani para pedagang yang beraktivitas membuka hari. Mengapa KULINER di PASAR cenderung ENAK? Kalau nggak enak yang NGGAK LAKU. Dan pasar itu aktivitas repetitif HARIAN. Sekali terasa nggak enak, besoknya kabar akan tersebar ke para pedagang dan pengunjung pasar. Ada KOHESI SOSIAL yang mengikat para pedagang makanan harus menyajikan makanan yang enak. Bourdieu menyebut bahwa MANNERS itu merupakan CULTURAL CAPITAL. Sementara pasar rakyat itu dikenal sebagai RUMAH EKONOMI dan RUMAH BUDAYA. Bagaiamana budaya, seperti cara pedagang menjaga masakannya tatap LEZAT DAN TERJANGKAU, bisa dipelajari di PASAR RAKYAT. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?