JJ Rizal: Orde Baru Akumulasi Segala Keburukan sejak Zaman Kolonial | Menjadi Indonesia #20
Dalam program Menjadi Indonesia episode kali ini, NU Online menghadirkan JJ Rizal. Ia berbicara tentang Reformasi 1998—yang pada Mei 2025 berusia 27 tahun—sebagai orang yang dulu ikut berdemonstrasi untuk melengserkan Soeharto dan merefleksikannya hari ini sebagai sejarawan. Rizal menilai para pemuda telah gagal memungut negara setelah berhasil menumbangkan Orde Baru. Dan yang lebih menyedihkan: mereka lalu menyerahkan kekuasaan begitu saja kepada orang-orang tua yang mudah berkompromi dengan kekuatan lama. Dipandu Pemimpin Redaksi NU Online Ivan Aulia Ahsan, Rizal menyampaikan kritik, pandangan, dan pengalamannya dalam proses menjadi Indonesia. Baginya, Indonesia adalah daya kritis terhadap segala sesuatu yang berbau kolonialisme. Ketika daya itu lenyap, maka hilang pula Indonesia. Sebagai orang yang lahir dan tumbuh dari keluarga Betawi, Rizal juga melihat bahwa Islam bagi orang Betawi bukan sekadar agama. Di Jakarta, wilayah yang lebih dari 300 tahun merasakan perihnya penjajahan Belanda, Islam, katanya, “kami terima sebagai pembeda dari nilai-nilai buruk yang diwarisi dunia kolonial.” Segmen video: 00:00:00 - Intro dan cuplikan video 00:00:51 - Perkenalan: memilih jurusan sejarah UI 00:20:03 - Tertarik sejarah VOC, lalu pemikiran politik Sitor Situmorang 00:39:08 - Kultur Islam Betawi sebagai pembeda dari nilai-nilai kolonial 00:44:52 - Reformasi 1998 Puncak Kemarahan kepada Rezim Orde Baru 01:04:15 - Reformasi 1998: Kegagalan Pemuda Memungut Negara 01:33:24 - JJ Rizal: Akar Indonesia itu daya kritis ___________ NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama Super App | Website | Tiktok | X | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline #nahdlatululama #nuonline #pbnu #reformasi #reformasi1998 #betawi #islam #sejarah #sejarahislam #sejarahindonesia #jjrizal #ordebaru #podcast #menjadiindonesia

Cara Kelola Kekayaan dalam Islam! | Helmy Yahya Bicara

FURIOUS World Leaders CHECKMATE Trump INTO SUBMISSION IN WAR!!!

BAHAYANYA DADAN HINDAYANA

Antropologi Budaya & Perlawanan Kaum Tarekat - Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra | Menjadi Indonesia #13

MENGENANG WS RENDRA, PENYAIR PALING DITAKUTI REZIM ORBA | Jasmerah - Muhidin M. Dahlan

MAHFUD, ROCKY, HINGGA TIYO BONGKAR KEGAGALAN REFORMASI

Ngobrol Santai Bareng Pidi Baiq Bahas Tentang Kreativitas dan Cerita Perjalanannya

KEAJAIBAN BERKAS IJAZAH JOKOWI DI SETIAP PEMILU

Muhidin M.Dahlan: Disorientasi Aktivisme Setelah Reformasi 1998 Usai

Anhar Gonggong: Sejarah Indonesia & Memori Kolektif Bangsa Kita Dipenuhi Kekerasan | #3

Dino Patti Djalal: Harga Mahal Perdamaian | Endgame #161

"Bau Amis" Penulisan Ulang Sejarah oleh Fadli Zon | The Perspective - JJ Rizal

Melawan Lupa - Indonesia X File: Penculikan Aktivis 1997-1998

Ronggeng, Trauma Kekerasan 1965, dan Kritik Novel ala Gus Dur - Ahmad Tohari | Menjadi Indonesia #11

Paul Partohap Lebih Bahagia di Indonesia

Jerman, Kritik Sastra, dan Spiritualitas - Katrin Bandel | Menjadi Indonesia #33

The Java War, Prince Diponegoro and the Santri Network - Peter Carey | Becoming Indonesia #2

Berpikir dan Bernegara dari Kacamata Filsafat - F. Budi Hardiman | Chronicles #20

Economic Growth, Not Necessarily Enjoyed by All - Bhima Yudhistira | Endgame #264

