Jerman, Kritik Sastra, dan Spiritualitas - Katrin Bandel | Menjadi Indonesia #33
Program Menjadi Indonesia episode ke-33 menampilkan sosok Katrin Bandel, dosen Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Ia lahir di Wuppertal, Jerman, pada masa ketika negeri itu masih terbelah dua. “Saya besar di Jerman Barat, tapi ada juga keluarga di Jerman Timur,” kenang penulis Sastra, Perempuan, Seks (2006) itu saat menceritakan masa remajanya. Katrin meraih gelar doktor bidang sastra Indonesia dari Universitas Hamburg pada 2004. Disertasinya mengulas tema yang jarang disentuh, yakni “Pengobatan dan Ilmu Gaib dalam Prosa Modern Indonesia.” Dipandu Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan, percakapan mengalir ke berbagai topik seputar kritik sastra Indonesia, termasuk dinamika dan perdebatan yang kerap muncul di dalamnya. “Wiji Thukul itu puisinya luar biasa menarik. Tapi siapa yang pernah membahasnya secara mendalam?” ujar Katrin, menyinggung salah satu penyair favoritnya. Perjumpaan Katrin dengan Indonesia membentuk kesadarannya untuk selalu memahami keterbatasan diri. Ia juga berkisah tentang prosesnya mengenal Islam hingga akhirnya mondok sekitar satu tahun di Pesantren Krapyak, Yogyakarta, untuk mempelajari dasar-dasar keislaman. “Saya mulai memahami gaya pesantren. Itu kan khas,” katanya, sambil memberi contoh perbedaan antara penyusunan buku akademik dan kitab kuning. Selengkapnya dapat disaksikan dalam Program Menjadi Indonesia di kanal YouTube NU Online pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 19.30 WIB. ___________ NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama Super App | Website | Tiktok | X | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline #nahdlatululama #nuonline #pbnu #jerman #sastra #sastraindonesia #katrinbandel #menjadiindonesia #sprititualitas #wawancara #podcast #buku #perempuan #sastrawan #indonesia

Kebudayaan Indonesia di Tengah Krisis Global – Tribute to Asrul Sani | Menjadi Indonesia #44

Ronggeng, Trauma Kekerasan 1965, dan Kritik Novel ala Gus Dur - Ahmad Tohari | Menjadi Indonesia #11

LIBERALISASI SEKSUAL LGBT: HAK INDIVIDU ATAU ANCAMAN PERADABAN?

BAHAYANYA DADAN HINDAYANA

Ternyata Sastra Lebih Meriah | Sinau Sastra | EP1

CARA EKSTRIM HAIROMAAA MEMUTUS RANTAI KARMA MASA LALU YANG KELAM

Guru Gembul Bongkar Pola Berulang Yang Merusak Perekonomian Indonesia

Pesan Penting buat Anak Muda: Berjuang, Bertahan, & Menemukan Cinta di Usia 65. E44

Postmodernisme dan Masa Depan Indonesia - Prof. Bambang Sugiharto | Menjadi Indonesia #37

Sistem yang Membuat Kamu PAHAM LEBIH CEPAT | Zettelkasten

Perjalanan dr.Dian jadi Jenderal Bintang 2 Perempuan Pertama di TNI AD | Segelas Bersama Pangeran

Martin van Bruinessen: Tarekat, NU, dan Dunia Kiai | Menjadi Indonesia #1

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu

Sastra Indonesia 1950-an dan Warna Lokal bersama Martin Suryajaya

dr. Ryu Hasan: Kecerdasan dan Kebodohan Sama-sama Bisa Dilatih | Endgame #242

LIKA LIKU ANAK GUSDUR, TIDAK DITINGGALKAN WARISAN NAMUN PRINSIP - INAYA WAHID | Helmy Yahya Bicara

Anhar Gonggong: Sejarah Indonesia & Memori Kolektif Bangsa Kita Dipenuhi Kekerasan | #3

Dino Patti Djalal: Harga Mahal Perdamaian | Endgame #161

MAHFUD, ROCKY, HINGGA TIYO BONGKAR KEGAGALAN REFORMASI

