Antropologi Budaya & Perlawanan Kaum Tarekat - Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra | Menjadi Indonesia #13
Antropologi Budaya & Perlawanan Kaum Tarekat Pada program Menjadi Indonesia episode 13, NU Online menghadirkan Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra, Guru Besar Antropologi UGM. Prof Ahimsa memaparkan bagaimana ilmu atropologi muncul dan berkembang di Eropa. Antropologi, menurutnya, pada dasarnya adalah ilmu yang sejak awal kritis terhadap apa yang ada pada masyarakat Eropa sendiri. Ilmu itu menjadi alat untuk melihat kembali siapa orang Eropa itu. Dengan bekal Antropologi, masyarakat manusia dapat diteliti secara ilmiah. “Di Amerika Antropologi dimanfaatkan untuk mendobrak rasisme,” ujar Prof Ahimsa. Meski demikian, ia tak memungkiri dalam perjalanannya Antropologi sempat dijadikan instrumen kaum kolonialis untuk menjajah. Pria kelahiran Yogyakarta, 28 Mei 1954, itu, menekankan pentingnya ilmu Antropologi untuk membangun masa depan bangsa. Untuk membangun Indonesia, katanya, kita memerlukan Antropologi. Tak hanya bicara tentang teori Antropologi seperti Strukturalisme Levi-Strauss, Prof Ahimsa juga bicara mengenai perlawanan khususnya tarekat di era kolonial. Ia, secara antropologis, melihat sebab-sebab mengapa kaum tarekat gigih dalam melawan penjajah. Selain itu, menurutnya, ke depan Indonesia akan maju jika mengembangkan dua sayap, yaitu sains dan agama. “Jadi ilmuwan itu jangan lantas Ateis,” katanya. Segmen dalam video ini: 00:00:00 - Intro 00:00:16 - Perkenalan 00:07:52 - Tahun politik 2024 00:11:02 - Alasan mempelajari Antropologi 00:19:15 - Sejarah dan perkembangan Ilmu Antropologi 00:46:03 - Strukturalisme Levi-Strauss 01:15:39 - Perlawanan kaum tarekat perspektif strukturalisme 01:28:28 - Bayangan Indonesia di masa depan menurut Prof Heddy ___________ NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama Super App | Website | Tiktok | X | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline #nahdlatululama #nuonline #pbnu #antropologi #antropologibudaya #sejarah #filsafat #tarekat #strukturalisme #levistrauss #ugm #wawancara #ilmuwan #agama #ateis #menjadiindonesia

Anhar Gonggong: Sejarah Indonesia & Memori Kolektif Bangsa Kita Dipenuhi Kekerasan | #3

Postmodernisme dan Masa Depan Indonesia - Prof. Bambang Sugiharto | Menjadi Indonesia #37

Al-Ghazali Bersama Immanuel Khan: Membedah Krisis Moral Kalangan Elit Agama dan Politik

NU dan Indonesia: Akar dan Arah Masa Depan – Tribute to Asrul Sani│Menjadi Indonesia #44

Tausiah Budaya bersama Cak Nun & Kiai Kanjeng dalam Rangka HUT KORPRI Ke-47 Kemdikbud tahun 2018

KAYA ITU PILIHAN! BOSSMAN MARDIGU BONGKAR RAHASIA GETARAN ENERGI 12 DIGIT

Martin van Bruinessen: Tarekat, NU, dan Dunia Kiai | Menjadi Indonesia #1

BAHAYANYA DADAN HINDAYANA

PROF. BAGUS MULJADI : AJARAN LELUHUR NUSANTARA, PENGETAHUAN YANG BELUM DIPATENKAN

Apa Itu Budaya? Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Proses Menjadi Manusia | FILSAFAT KEBUDAYAAN

Guru Gembul Bongkar Pola Berulang Yang Merusak Perekonomian Indonesia

LIVE - Fahri Hamzah & Feri Amsari Jawab Seruan Aksi Mahasiswa, Reformasi Jilid 2? | ROSI

Hasan Nasbi Puluhan tahun Meneliti Tan Malaka!

Ronggeng, Trauma Kekerasan 1965, dan Kritik Novel ala Gus Dur - Ahmad Tohari | Menjadi Indonesia #11

Sabda PS - Konsep Dasar Memahami Manusia

Farish A Noor: Kolonialisme, Nasionalisme, dan Islam di Asia Tenggara | Menjadi Indonesia #5

Jerman, Kritik Sastra, dan Spiritualitas - Katrin Bandel | Menjadi Indonesia #33

Mitos Juga Sumber Pengetahuan - Ismail Fajrie Alatas | Chronicles #7

Unjuk Rasa Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah

