Menjadi kisah yang tak pernah pudar Versi 2

Menjadi Kisah yang Tak Pernah Pudar [Spoken Intro] (Spoken softly, warm, emotional — do not sing) "Tidak semua kisah berakhir dengan perpisahan. Ada kisah yang tetap hidup... di dalam doa, di dalam kenangan, dan di dalam hati yang terus memilih untuk mencintai. Waktu boleh berlalu, musim boleh berganti... namun ada satu cerita yang tak pernah kehilangan warnanya. Cerita tentang kita." --- Verse 1 Pertama kali kau menyapaku Dunia seakan berhenti sesaat Senyummu mengubah langkahku Menjadi perjalanan yang penuh harapan Hari demi hari kita lalui Dengan tawa dan air mata Semua menjadi begitu berarti Karena kau selalu ada di sisiku --- Pre-Chorus Tak ada yang mampu menggantikan Setiap kenangan yang kita ukir Meski waktu terus berlari Hatiku tetap kembali kepadamu --- Chorus *Menjadi kisah yang tak pernah pudar* Tersimpan indah di dalam hati Seperti bintang yang tetap bersinar Walau malam terus berganti *Menjadi kisah yang tak pernah pudar* Menguatkan setiap langkahku Selama cinta masih bernafas Namamu akan selalu hidup di hatiku --- Verse 2 Mungkin usia akan bertambah Dan rambut perlahan memutih Namun setiap kenangan tentangmu Tetap muda di dalam jiwaku Tak peduli sejauh apa waktu Membawa langkah kita berjalan Cintaku tak pernah berubah Karena kau adalah rumah kenangan --- [Spoken Bridge] (Spoken with deep emotion, sincere, heartfelt — do not sing) "Orang berkata bahwa waktu akan menghapus semua kenangan. Tapi bagiku... waktu justru mengajarkan betapa berharganya setiap detik yang pernah kita lalui bersama. Dan itulah sebabnya... kisah kita tidak akan pernah pudar." --- Final Chorus *Menjadi kisah yang tak pernah pudar* Seperti mentari yang selalu kembali Menghangatkan hati yang pernah terluka Dengan cinta yang tetap abadi *Menjadi kisah yang tak pernah pudar* Adalah anugerah dalam hidupku Jika Tuhan mengizinkan sekali lagi Aku akan tetap memilih perjalanan ini bersamamu --- [Spoken Outro] (Whispered, very soft — do not sing) "Jika suatu hari nanti seseorang bertanya... kisah mana yang paling berharga dalam hidupku... aku akan tersenyum dan menyebut namamu. Karena di antara ribuan cerita yang pernah singgah... hanya satu yang tetap hidup selamanya. Kisah kita... yang tak pernah pudar." (Soft felt piano, cinematic solo violin, warm alto saxophone, and full strings orchestra slowly fade into silence.)