Di balik senyummu yang sederhana Versi 1

Di Balik Senyummu yang Sederhana [Spoken Intro] (Spoken softly, warm, emotional — do not sing) "Orang-orang mungkin hanya melihat senyummu... lalu melupakannya begitu saja. Tapi aku melihat sesuatu yang berbeda. Di balik senyummu yang sederhana... ada ketulusan yang mengajarkanku arti mencintai tanpa syarat. Sejak hari itu... hatiku memilih untuk tinggal." --- Verse 1 Pertama kali kutatap wajahmu Tak ada gemerlap yang memikatku Hanya senyum yang begitu sederhana Namun mampu menenangkan jiwa Kau hadir tanpa banyak bicara Dengan hati yang penuh cahaya Perlahan kau mengubah hariku Menjadi kisah yang selalu kurindu --- Pre-Chorus Tak perlu dunia menjadi sempurna Tak perlu semua mimpi terwujud Selama senyummu masih ada Hatiku selalu menemukan harapan --- Chorus *Di balik senyummu yang sederhana* Kutemukan cinta yang luar biasa Bukan karena indah parasmu Tetapi karena indah hatimu *Di balik senyummu yang sederhana* Ada hangat yang tak tergantikan Kaulah alasan aku percaya Bahwa cinta masih benar-benar ada --- Verse 2 Saat dunia terasa melelahkan Kau datang membawa ketenangan Tanpa sadar kau mengajarkanku Bahwa bahagia bisa sesederhana itu Tak ada hari yang ingin kulewati Tanpa mendengar tawamu lagi Karena setiap senyum darimu Selalu menghidupkan harapanku --- [Spoken Bridge] (Spoken with deep emotion, sincere, heartfelt — do not sing) "Aku tidak jatuh cinta pada kesempurnaanmu. Aku jatuh cinta pada caramu tersenyum saat dunia tidak sedang baik-baik saja. Karena di balik senyummu yang sederhana... aku menemukan seseorang yang ingin kujaga sepanjang hidupku." --- Final Chorus *Di balik senyummu yang sederhana* Kutemukan rumah bagi hatiku Di setiap langkah yang kita jalani Aku ingin tetap berada di sisimu *Di balik senyummu yang sederhana* Ada cinta yang semakin dewasa Dan selama waktu masih berputar Aku akan tetap mencintaimu apa adanya --- [Spoken Outro] (Whispered, very soft — do not sing) "Jika suatu hari nanti seseorang bertanya... apa yang pertama kali membuatku jatuh cinta kepadamu... aku akan tersenyum, lalu menjawab... bukan karena kata-katamu, bukan karena penampilanmu... tetapi karena di balik senyummu yang sederhana... aku menemukan rumah bagi hatiku." (Soft felt piano, cinematic solo violin, warm alto saxophone, and full strings orchestra slowly fade into silence.)