Rumah Singgah Bagi Hati Versi 2

Rumah Singgah Bagi Hati [Spoken Intro] (Spoken softly, emotional, whispered — do not sing) "Aku pernah mengembara begitu jauh... mencari tempat untuk pulang. Banyak orang datang dan pergi, namun tak satu pun membuat hatiku benar-benar tenang. Hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Sejak saat itu, aku tahu... rumah bukanlah sebuah tempat, melainkan seseorang yang membuat hati ini merasa diterima." --- Verse 1 Langkahku pernah kehilangan arah Menembus malam tanpa cahaya Kucari damai di setiap jalan Namun hanya sepi yang kutemukan Lalu kau hadir tanpa rencana Dengan senyum yang begitu sederhana Perlahan kau menghapus luka Yang lama tersimpan di dalam jiwa --- Pre-Chorus Tak ada janji yang kau ucapkan Namun ketulusanmu berbicara Sejak hari pertama kutatap matamu Hatiku tak ingin pergi lagi --- Chorus *Rumah singgah bagi hati* Tempat lelahku berhenti Dalam pelukmu kutemukan damai Yang tak pernah kutemui sebelumnya *Rumah singgah bagi hati* Tempat rinduku kembali Di antara jutaan perjalanan hidup Kaulah tempatku pulang kembali --- Verse 2 Saat dunia berubah perlahan Dan waktu terus melangkah jauh Kau tetap berdiri di sampingku Menjadi tenang di tengah gaduh Tak perlu kata yang berlebihan Tak perlu cinta yang dipaksakan Cukup genggaman tanganmu Membuatku yakin untuk bertahan --- [Spoken Bridge] (Spoken with deep emotion, warm, sincere — do not sing) "Aku akhirnya mengerti... rumah bukanlah tempat yang selalu ramai. Rumah adalah seseorang yang tetap membuka pelukannya, bahkan ketika kita datang dengan hati yang lelah. Dan bagiku... rumah itu selalu memiliki namamu." --- Final Chorus *Rumah singgah bagi hati* Tempat semua doa berlabuh Bersamamu aku menemukan arti Dari cinta yang begitu utuh *Rumah singgah bagi hati* Yang selalu ingin kujaga selamanya Jika hidup adalah perjalanan panjang Aku ingin mengakhirinya bersamamu --- [Spoken Outro] (Whispered, very soft — do not sing) "Jika suatu hari nanti langkahku mulai melemah... izinkan aku tetap pulang ke tempat yang sama. Tempat yang selalu menerima setiap bahagiaku dan setiap lukaku. Karena setelah semua perjalanan ini... kaulah rumah singgah bagi hatiku." (Long piano, solo violin, warm saxophone, and strings slowly fade into silence.)