VOL 19 – SEKOLAH DI PADANG GURUN(Menggembala Kambing)

VOL 19 – SEKOLAH DI PADANG GURUN (Menggembala Kambing) HOOK Sebelum memimpin manusia, aku belajar memimpin kawanan kecil. Sebelum membimbing umat, aku belajar menjaga yang lemah. Di bawah terik matahari Makkah, Allah mengajariku kesabaran. Melalui langkah-langkah kambing, Dia sedang mempersiapkan seorang nabi. ──────────────── Verse 1 Di rumah Abu Talib yang sederhana, Muhammad tumbuh dengan rendah hati. Ia melihat pamannya bekerja keras, demi keluarga yang dicintai. Tak ingin menjadi beban, ia memilih membantu dengan tenaganya. Bukan pekerjaan yang megah, bukan pula pekerjaan yang dipuji manusia. Ia menggembala kambing, di lembah-lembah sekitar Makkah. Menapaki bukit yang terjal, menembus panasnya gurun yang membara. ──────────────── Pre-Chorus Tak ada yang mengetahui saat itu, bahwa pekerjaan sederhana ini. Sedang membentuk hati, untuk tugas yang jauh lebih besar. ──────────────── Chorus Di padang yang sunyi, aku belajar bersabar. Di antara kambing-kambing kecil, aku belajar menjaga. Di bawah langit Makkah, aku belajar tawakal. Karena Allah sedang mengajariku, melalui cara yang sederhana. ──────────────── Verse 2 Setiap pagi ia berangkat, mengiringi kawanan menuju padang rumput. Sebagian kambing berjalan tenang, sebagian lagi berlari tanpa arah. Ada yang tersesat, ada yang tertinggal. Ada yang terluka, ada yang harus dilindungi. Dan Muhammad muda belajar, bahwa seorang penjaga tak boleh lengah. Karena yang lemah membutuhkan perhatian, dan yang tersesat harus dicari. ──────────────── Chorus Di padang yang sunyi, aku belajar bersabar. Di antara kambing-kambing kecil, aku belajar menjaga. Di bawah langit Makkah, aku belajar tawakal. Karena Allah sedang mengajariku, melalui cara yang sederhana. ──────────────── Bridge Matahari perlahan tenggelam, di balik bukit-bukit Makkah. Muhammad duduk seorang diri, memandang langit yang luas. Jauh dari hiruk pikuk manusia, jauh dari kesombongan dunia. Di sana ia belajar merenung, belajar mendengar suara hati. Dan tanpa disadari, Allah sedang membersihkan jiwanya. ──────────────── Verse 3 (Klimaks) Bertahun-tahun menggembala kambing, mengajarinya pelajaran yang tak ternilai. Bahwa pemimpin bukanlah yang dilayani, tetapi yang melayani. Bahwa kekuatan bukan untuk menindas, tetapi untuk melindungi. Bahwa yang tersesat harus dicari, bukan ditinggalkan. Dan sebagaimana seorang gembala mengumpulkan kambing yang tercerai-berai, kelak Muhammad akan mengumpulkan manusia, menuju jalan Allah. ──────────────── FINAL CHORUS Di padang yang sunyi, Allah menyiapkan seorang pemimpin. Di bawah terik matahari, Allah menumbuhkan kesabaran. Melalui kambing-kambing yang digembala, Allah mengajarkan kasih sayang. Dan melalui pekerjaan yang sederhana, Allah mempersiapkan Rasul terakhir. Muhammad... engkau belajar memimpin. Muhammad... engkau belajar melindungi. Karena suatu hari nanti, bukan kambing yang akan engkau jaga. Melainkan hati-hati manusia, yang membutuhkan petunjuk dari Rabb-nya. ──────────────── OUTRO Orang-orang hanya melihat seorang pemuda penggembala. Namun Allah melihat lebih jauh. Di balik tongkat sederhana itu, sedang tumbuh seorang nabi. Dan dari lembah-lembah Makkah, akan lahir pemimpin terbesar yang pernah dikenal dunia.