Vol 24 ( 25 tahun ) - Khadijah memilih Muhammad

VOL 24 – KHADIJAH MEMILIH MUHAMMAD HOOK Di kota Makkah yang ramai, banyak nama dikenal manusia. Ada yang terkenal karena hartanya, ada yang dihormati karena kedudukannya. Namun ada satu nama, yang dicintai karena kejujurannya. Muhammad... Nama yang membuat hati merasa tenang. Dan seorang wanita mulia, mulai memperhatikan namanya. --- Perjalanan menuju Syam telah berakhir, kafilah kembali membawa keuntungan. Namun yang paling berharga, bukanlah barang yang terjual. Maisarah membawa sebuah cerita, tentang seorang pemuda yang berbeda. Tak pernah berdusta dalam perniagaan. Tak pernah mengkhianati amanah. Lembut dalam perkataan, jujur dalam setiap urusan. Semakin ia bercerita, semakin tumbuh kekaguman. Banyak orang memiliki kekayaan. Banyak orang memiliki kedudukan. Namun tidak semua memiliki hati yang dipenuhi kemuliaan. --- CHORUS Khadijah memilih Muhammad... Bukan karena harta dunia. Khadijah memilih Muhammad... Bukan karena kemegahan nama. Namun karena akhlaknya, yang begitu bercahaya. Karena kejujurannya, yang begitu terjaga. Dan karena amanahnya, yang begitu mulia. --- Khadijah adalah wanita terhormat, dari keluarga Quraisy yang mulia. Banyak lelaki datang melamar, namun tidak semuanya diterima. Karena ia mencari sesuatu, yang lebih tinggi dari kekayaan. Ia mencari hati yang jujur. Ia mencari jiwa yang amanah. Dan semua yang ia dengar, mengarah kepada satu nama. Muhammad Al-Amin. Pemuda yang dipercaya seluruh Makkah. Tak ada istana yang ia miliki. Tak ada kekayaan yang melimpahi hidupnya. Namun ada sesuatu yang jauh lebih berharga. Kejujuran yang tak pernah pudar. Amanah yang tak pernah goyah. Akhlak yang membuat manusia merasa aman. Dan itulah yang menarik hati Khadijah. --- CHORUS Khadijah memilih Muhammad... Bukan karena harta dunia. Khadijah memilih Muhammad... Bukan karena kemegahan nama. Namun karena akhlaknya, yang begitu bercahaya. Karena kejujurannya, yang begitu terjaga. Dan karena amanahnya, yang begitu mulia. --- Melalui Nafisah, sebuah pesan disampaikan. Tentang harapan yang tersimpan, di dalam hati Khadijah. Muhammad mendengarnya, lalu berbicara dengan paman-pamannya. Dan Allah mulai membuka jalan, bagi dua insan yang mulia. Hari demi hari berlalu. Takdir yang telah ditulis di langit, semakin mendekat kepada waktunya. Makkah akan menjadi saksi, sebuah pernikahan yang penuh keberkahan. --- KLIMAKS Hari itu bukan kekayaan yang menang. Bukan pula kedudukan. Hari itu akhlaklah yang menang. Kejujuranlah yang menang. Amanahlah yang menang. Khadijah memilih Muhammad. Bukan karena apa yang dimilikinya. Namun karena siapa dirinya. Seorang lelaki yang bersih hatinya. Seorang lelaki yang jujur lisannya. Seorang lelaki yang mulia akhlaknya. Dan dari keputusan itu, akan lahir rumah tangga yang diberkahi Allah. Rumah yang dipenuhi cinta, kesetiaan, dan pengorbanan. Rumah yang kelak menjadi tempat berlindung, saat dunia menolak sang Rasul. --- FINAL CHORUS Khadijah memilih Muhammad... Pilihan yang diberkahi langit. Khadijah memilih Muhammad... Pilihan yang mengubah sejarah. Dari rumah yang akan mereka bangun, lahir ketenangan dan kesetiaan. Dari rumah yang akan mereka bangun, akan tumbuh cahaya kenabian. Khadijah memilih Muhammad... Karena akhlak yang mulia. Khadijah memilih Muhammad... Karena hati yang terpercaya. Khadijah memilih Muhammad... Karena kejujuran yang tak ternilai. Khadijah memilih Muhammad... Karena Allah telah menyiapkan takdir terbaik. --- OUTRO Makkah masih menjalani harinya. Namun sebuah takdir besar, sedang dipersiapkan oleh Allah. Dua hati yang mulia, akan segera dipersatukan. Dan tak lama lagi, seluruh Quraisy akan menyaksikan, pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah binti Khuwailid. Sebuah pernikahan yang akan menjadi teladan, bagi umat hingga akhir zaman. 🌙🤍