IKAN SAPU-SAPU BISA BIKIN KANKER? INI YANG TIDAK PERNAH DIBERITAKAN MEDIA

Satu lubang sapu-sapu di bantaran Ciliwung bisa berisi 3.000 telur. Satu area punya 10 sampai 30 lubang. Artinya 30.000 hingga 90.000 telur di satu titik dan semuanya menetas dalam 3 sampai 7 hari. Tidak ada predator alami. Tidak ada musim kawin. Tidak ada yang menghentikan mereka. Arief Kamarudin konten kreator yang viral karena nyebur langsung ke Ciliwung setiap hari datang ke BKK membawa data lapangan yang tidak akan ditemukan di berita mana pun. Ikan lokal seperti baung, tawes, dan maser sudah hampir tidak ditemukan di area yang dulu jadi habitat mereka. Lubang-lubang sapu-sapu di bantaran sudah menyebabkan longsor nyata di rumah-rumah sekitar. Dan yang paling mengejutkan sapu-sapu dari sungai mengandung logam berat dan mikroplastik yang bila dikonsumsi bertahun-tahun bisa merusak hati, ginjal, hingga memicu kanker. Ini bukan soal ikan hias yang kabur dari akuarium. Ini soal ekosistem sungai Jakarta yang sedang sekarat dan tidak ada yang serius menanganinya. Yang dibahas di video ini: Kenapa sapu-sapu lebih berbahaya dari sampah untuk ekosistem sungai Data telur: 3.000 per lubang, 30 lubang per area, menetas 3 hari tanpa henti Dua sistem pernapasan sapu-sapu: kenapa ikan ini nyaris tidak bisa dibasmi Bahaya logam berat dan mikroplastik di tubuh sapu-sapu bila dikonsumsi manusia Longsor bantaran Ciliwung dan hubungannya dengan lubang sapu-sapu Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah dan mengapa belum dilakukan Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 episode berikutnya kami akan terus mengangkat isu lingkungan yang luput dari perhatian media. #IkanSapuSapu #ArieKamarudin #CiliwungDarurat #BukanKalengKaleng #BongkarTotal