Detik-Detik MENGHARUKAN, Seorang calon BIARAWATI memasuki BATAS PINTU KLASURA BERPISAH dari KELUARGA

Dalam video kali ini saya sejenak kembali mengajak kita mendalami satu kekayaan dalam Gereja kita yaitu perihal cara hidup membiara kontemplatif. Nah dalam video ini saya tayangkan satu cuplikan di mana seorang calon suster akan memasuki biara kontemplatif, menjadi anggota biara itu dan secara otomatis terpisah secara fisik dengan keluarga. Tentu sangat mengharukan detik-detik di saat sang calon suster akan berpisah dari keluarga untuk masuk dalam hidup membiara. Silahkan kita saksikan sejenak. Cara hidup membiara ini ternyata dapat dibedakan setidaknya menjadi dua bagian yaitu hidup religius aktif dan religius kontemplatif. Hidup religius aktif adlaah para religius, biarawan-biarawati yang menghayati panggilan hidupnya dengan secara langusng sterjun pada pelayanan—pelyanan publik misalnya melayani orang miskin, mendidik para murid, mengajar iman. Karya-karya itu adalah wujud kecintaan mereka pada Allah dan sesama. Nah, itu kalau hidup religiius aktif. Berbeda lagi dengan para religius kontemplatif. Atau sering juga disebut para suster atau frater bertapa. Kontemplatif adalah suatu cara hidup yang dengan sengaja dan sadar memilih untuk memusatkan diri pertama-tama untuk hubungan mesra dengan Tuhan lewat hidup doa yang ketat. Mereka memilih untuk mencintai Tuhan dengan cara yang khas yaitu berjumpa dengan tuhan dalam doa yang lebih intens. Dan secara otomatis pula cara hidup mereka ini menjadi jalan mereka untuk melayani sesama, mencintai sesama walau mereka tidak secara langsung dan fisik berhubungan dengan sesama yang mereka layani. Kalau para suster atau frater dalam hidup religius aktif mencintai sesama dengan perbuatan yang memang sungguh konkret secara fisik, tapi para religius kontemplatif melayani dalam cara yang khas yaitu lewat berdoa bagi seluruh umat manusia. Greja menyebut mereka sebaagi jantung gereja. Jantung itu tidak kelihatan secara fisik, karena merupakan organ dalam tubuh manusia, tapi jantung sunguh penting mengalirkan darah yang membawa energi bagi seluruh anggota tubuh. Demikianlah pula dengan hidup kontemplatif yang mengalirkan energi yaitu berkat tuhan kepada seluruh manusia lewat doa-doa yang tulus dan intens yang mereka panjatkan kepada Tuhan setiap hari. Mereka mau mengalami tuhan secara lebih intens lewat doa, karena itulah mereka sangat menjunjung tinggi keheningan. Karena memang keheningan adalah syarat mutlak untuk bertemu dengan Tuhan. silahkan ingat kisah dimana nabi elia justru meraskan Tuhan dalam keheningan. Ingat pula kisah dalam injil di mana Yesus memang mengusahakan berdoa dalam hening setiap hari untuk bisa berjumpa dengan bapanya. Karena keheningan adalah syarat mutlak berjumpa dengan Allah maka lihatlah bahwa para suster atau frater atau bruder kontemplatif memilih dengan sadar memisahkan diri dari kesibukan dan kebisingan dunia. Itulah yang mereka tandai dengan pintu masuk klausura. Jadi seperti kita lihat dalam video tadi, pintu masuk itu adalah pintu masuk seorang anggota biara ke dalam bagian biara yang hening itu yang disebut dengan klausura. Klausura adlah bagian biara yang dikhususkan hanya untuk para anggota biara itu saja. Para biarawan-biarawati kontemplatif menghabiskan hidupnya hanya di bagian klausura yang memang sangat terbatas itu. Jadi mereka ibarat hanya hidup dalam wilayah dalam tembok klausura biara. Jadi jangan bayangkan bahwa seorang suster kontemplatif bisa bebas keluar masuk klausura biara, jangan bayngankan bahwa mereka akan dengan gampang kita jumpai di pasar, di rumah sakit atau di sekolah seperti suster-suster dan pra bruder frater tarekat aktif. Bahkan untuk bertamu saja dengan mereka ada aturan khussus. Bertamu dengan mereka tentu berbeda dengan bertamu dengan para anggota religius tarekat aktif. Ingat, bahwa memamng secara fisik mereka sudah memisahkan diri secara lebih ketat dari dunia, bukan karena melihat negatif dunia, tetapi agar konsentrasi mereka memang hanya tertuju pada Allah. Karena itulah mereka tidak terlalu banyak menerima tamu. Dengan terlalu banyak menerima tamu bisa membuat mereka kehilangan konsentrasi, misalnya kalau keluarga asalnya hampir setiap hari datang bertamu dan bercerita tentang keadaan di rumah, hal ini bisa saja membuat seorang kontemplatif akan kepikiran terus dengan keluarganya. Padahal dia sudah memasuki pintu klausura, dengan konsekuensi memang dia sudah mengambil jarak secara lebih ketat dari persoalan dunia.

BLUNDER FATAL DIAN SANDI? TERUNGKAP DI SIDANG SOAL DATA OPEN SOURCE & IJAZAH TAK PERNAH DITUNJUKKAN!
▶︎

BLUNDER FATAL DIAN SANDI? TERUNGKAP DI SIDANG SOAL DATA OPEN SOURCE & IJAZAH TAK PERNAH DITUNJUKKAN!

Di Balik Kehidupan Biarawati: Hidup dalam Kesederhanaan Mengabdi Pada Tuhan
▶︎

Di Balik Kehidupan Biarawati: Hidup dalam Kesederhanaan Mengabdi Pada Tuhan

Eks Wakapolri: Bongkar Barter Kasus Febrie & Bentuk Pansus Angket! Ini Hukum Acara atau Adat Mafia?
▶︎

Eks Wakapolri: Bongkar Barter Kasus Febrie & Bentuk Pansus Angket! Ini Hukum Acara atau Adat Mafia?

BARANG BUKTI DAN JEJAK KASUS TAK TERBANTAHKAN. SANDIWARA KASUS FEBRIE JAMPIDSUS KETERLALUAN
▶︎

BARANG BUKTI DAN JEJAK KASUS TAK TERBANTAHKAN. SANDIWARA KASUS FEBRIE JAMPIDSUS KETERLALUAN

Romo KOKO - "DUDUK HENING" | Renungan | Pendalaman Iman Katolik - Rm. Albertus Joni, SCJ
▶︎

Romo KOKO - "DUDUK HENING" | Renungan | Pendalaman Iman Katolik - Rm. Albertus Joni, SCJ

PERTEMUAN DI BALIK JERUJI BESI.. TAPI INI BIARA BUKAN PENJARA
▶︎

PERTEMUAN DI BALIK JERUJI BESI.. TAPI INI BIARA BUKAN PENJARA

MIRIS, MODEL DISABILITAS DIHINA SAMPAI DISEBUT TUMBAL: "SAYA MANUSIA SEUTUHNYA"
▶︎

MIRIS, MODEL DISABILITAS DIHINA SAMPAI DISEBUT TUMBAL: "SAYA MANUSIA SEUTUHNYA"

Eks Intelijen Blak-Blakan Bongkar Otak Mafia Dalam Kasus Febrie & Geng Solo | #SPEAKUP
▶︎

Eks Intelijen Blak-Blakan Bongkar Otak Mafia Dalam Kasus Febrie & Geng Solo | #SPEAKUP

After Marriage You Can't Enter a Monastery | Answering Questions About Becoming a Nun
▶︎

After Marriage You Can't Enter a Monastery | Answering Questions About Becoming a Nun

UDA EMON HISTERIS SAAT DAPAT TIP TAKSI DARI KDM | BAHAGIA BISA BELI BAJU BUAT ISTRI
▶︎

UDA EMON HISTERIS SAAT DAPAT TIP TAKSI DARI KDM | BAHAGIA BISA BELI BAJU BUAT ISTRI

"KLAUSURA ITU ADA DI HATI" | Sharing Suster Kontemplatif OCD - [Eps 40 thn OCD Indonesia]
▶︎

"KLAUSURA ITU ADA DI HATI" | Sharing Suster Kontemplatif OCD - [Eps 40 thn OCD Indonesia]

LUAR BIASA !!! UMAT MUSLIM MEMAKAI JILBAB HADIR di TAHBISAN SAUDARANYA menjadi USKUP TANJUNGKARANG
▶︎

LUAR BIASA !!! UMAT MUSLIM MEMAKAI JILBAB HADIR di TAHBISAN SAUDARANYA menjadi USKUP TANJUNGKARANG

"Kita Cuma Buying Time!" – Kebijakan MBG Bikin Rupiah Hancur & Pangan Naik? | Media Wahyudi Askar
▶︎

"Kita Cuma Buying Time!" – Kebijakan MBG Bikin Rupiah Hancur & Pangan Naik? | Media Wahyudi Askar

Gereja PENUH RIBUAN UMAT❗Uskup Filipina PIMPIN Doa PENYEMBUHAN Padre Pio Diikuti Umat Lintas Agama
▶︎

Gereja PENUH RIBUAN UMAT❗Uskup Filipina PIMPIN Doa PENYEMBUHAN Padre Pio Diikuti Umat Lintas Agama

94 Year-Old Grandmother Living Alone in a 1824 Mountain Hut at the Edge of the World
▶︎

94 Year-Old Grandmother Living Alone in a 1824 Mountain Hut at the Edge of the World

Seorang PASTOR / SUSTER membantu KELUARGA KANDUNGNYA? Boleh atau TIDAK ? Hidup Membiara Katolik
▶︎

Seorang PASTOR / SUSTER membantu KELUARGA KANDUNGNYA? Boleh atau TIDAK ? Hidup Membiara Katolik

Fenomena 'Childfree' di Indonesia, Faktor Ekonomi Jadi Momok. Solusi Pemerintah Efektif?
▶︎

Fenomena 'Childfree' di Indonesia, Faktor Ekonomi Jadi Momok. Solusi Pemerintah Efektif?

BELUM SAMPAI DUA TAHUN SUDAH 15 KEPALA DAERAH KENA OTT.  SIAP-SIAP! YANG LAIN TINGGAL TUNGGU GILIRAN
▶︎

BELUM SAMPAI DUA TAHUN SUDAH 15 KEPALA DAERAH KENA OTT. SIAP-SIAP! YANG LAIN TINGGAL TUNGGU GILIRAN

Msza święta ze Świątyni Opatrzności Bożej 19 07 2026
▶︎

Msza święta ze Świątyni Opatrzności Bożej 19 07 2026

PERAYAAN EKARISTI | HARI MINGGU BIASA XVI | GEREJA SANTO GREGORIUS AGUNG | PAROKI KUTABUMI
▶︎

PERAYAAN EKARISTI | HARI MINGGU BIASA XVI | GEREJA SANTO GREGORIUS AGUNG | PAROKI KUTABUMI