Asal- usul Kabupaten Karanganyar: Hutan Tempat Pangeran Sambernyawa Terima Titah Diponegoro

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra TRIBUN-VIDEO.COM - Karanganyar, sebuah kabupaten yang berada di wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah yang telah berusia lebih dari seabad, lebih kurang 104 tahun. Diusianya itu, banyak folklore dan rekam sejarah yang mengiringi berdirinya Bumi Intanpari itu. Karanganyar dulu sempat menjadi salah satu wilayah gerilya Raden Mas Said melawan Pemerintah Belanda selama 16 tahun, mulai dari tahun 1741 sampai 1757. Dilansir dari berbagai sumber, Karanganyar dulu masih dukuh kecil, tepatnya pada tanggal 19 April 1745 atau Maulud 1670. Nama Karanganyar, menurut cerita rakyat, dicetuskan Raden Mas Said atau dikenal dengan Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegaran I. "Pada waktu Raden Mas Said berperang melawan Belanda selama 16 tahun, pernah bertemu dengan Nyi Ageng Karang," terang pemerhati sejarah, KRTH Hartono Wicitro Kusumo kepada TribunSolo.com. Nyi Ageng Karang juga dikenal dengan nama Raden Ayu Sulbiyah, istri Pangeran Diponegoro dari Keraton Mataram di Kartasura. Nyi Ageng Karang bertemu dengan Raden Mas Said saat sedang mengasingkan diri di hutan setelah suaminya ditangkap Belanda dan diasingkan ke Afrika Selatan. Pertemuan itu sesuai dengan petuah yang didapatkan saat pengasingan, ia akan bertemu kesatria yang dikawal tiga pengikutnya. Kesatria itu ialah Raden Mas Said. Dihimpun dari berbagai sumber, Nyi Ageng Karang lantas menceritakan petuah yang diterimanya kepada Raden Mas Said. Di hutan itu, Raden Mas Said diceritakan bakal diteguhkan menjadi pemimpin baru yang mampu mengayomi masyarakatnya. Hutan tempat pertemuan Nyi Ageng Karang dan Raden Mas Said itu kemudian diberi nama Karanganyar. Nyi Ageng Karang sempat memberi petuah kepada Raden Mas Said yang saat itu masih melakukan gerilya. "Raden Mas Said diberi petunjuk Nyi Ageng Karang agar membangun strategi perang sebagaimana orang memakan bubur panas, dari pinggir ke tengah," jelas Hartono. Strategi itu diterima Raden Mas Said. Ia kemudian mengurangi kekuatan militer Belanda dengan menyerang daerah pinggiran, seperti saran Nyi Ageng Karang. Tapi sebelum itu terjadi, Nyi Ageng Karang sempat memberikan sesuatu kepada Raden Mas Said. Dilansir dari Tesis ISI Solo berjudul Kreativitas Ari Kuntarto Dalam Penciptaan Dramatari Kolosal Raden Mas Said, Nyi Ageng Karang memberi jimat wahyu kemenangan berupa burung perkutut. Itu membantu Raden Mas Said agar selalu menang dalam peperangan. Pada 13 Februari 1755, perjanjian Giyanti antara Pakubuwono III dan Pangeran Mangkubumi terbentuk. Perjanjian itu membagi kerajan Mataram menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Dukuh Karanganyar saat itu masuk dalam wilayah Kasultanan Yogyakarta. Raden Mas Said saat itu masih melakukan perlawan terhadap pemerintah Belanda. Itu memuat pemerintah Belanda kerepotan dan meminta bantuan Paku Buwono III untuk membujuk Raden Mas Said menghentikan perlawanan. "Maka kemudian keluarlah perjanjian Salatiga, memberi wilayah khusus kepada Mangkunegaran," terang Dosen Sejarah UNS, Warto. Dilansir dari RPJPD Kabupaten Karanganyar 2005 - 2025, pada tahun 1847, Paku Buwono III mengeluarkan peraturan Staatsblad 1847 Nomor 30 yang berlaku mulai 5 Juni 1847. Dalam aturan itu, Mangkunegaran terdiri dari tiga Kabupaten Anom, yakni Karanganyar, Wonogiri, dan Malangjiwan. Pada Tahun 1917, Mangkunegaran VII membuat tantanan baru, wilayah Karanganyar pun termasuk di dalamnya melalui Ryksblad 1917 Nomor 37. Aturan itu berlaku mulai pada 20 November 1917. "Pada pemerintahan Mangkunegaran VII ada penataan administrasi, Karanganyar ditetapkan menjadi Kabupaten," ucap Warto. Mangkunegaran VII melantik KRT Harjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar pada 18 November 1917. (*) Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Asal- usul Kabupaten Karanganyar: Hutan Tempat Pangeran Sambernyawa Terima Titah Diponegoro, https://solo.tribunnews.com/2021/11/1.... Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso

Misteri Alas Krendowahono Karanganyar, Digunakan untuk Penyembahan Pencari Jabatan hingga Jodoh
▶︎

Misteri Alas Krendowahono Karanganyar, Digunakan untuk Penyembahan Pencari Jabatan hingga Jodoh

JOKO SONGO | Starring Juliyatmono (Bupati Karanganyar)
▶︎

JOKO SONGO | Starring Juliyatmono (Bupati Karanganyar)

Kaleidoskop Pemerintah Kabupaten Karanganyar dari Masa ke Masa | Sejarah Kabupaten Karanganyar
▶︎

Kaleidoskop Pemerintah Kabupaten Karanganyar dari Masa ke Masa | Sejarah Kabupaten Karanganyar

Legenda Sapta Tirta, 7 Air Sakti Pangeran Sambernyawa Penumpas VOC Belanda di Karanganyar
▶︎

Legenda Sapta Tirta, 7 Air Sakti Pangeran Sambernyawa Penumpas VOC Belanda di Karanganyar

Misteri Ruang Belakang Kantor Tua Kecamatan Gondang Sragen: 'Enggan' Dipasangi Lampu Penerangan
▶︎

Misteri Ruang Belakang Kantor Tua Kecamatan Gondang Sragen: 'Enggan' Dipasangi Lampu Penerangan

Gunung Kemukus Dipenuhi Orang saat Malam Jumat Pon dan Kliwon, Bawa Ranting Bakal Kena Musibah
▶︎

Gunung Kemukus Dipenuhi Orang saat Malam Jumat Pon dan Kliwon, Bawa Ranting Bakal Kena Musibah

Misteri Jembatan Jurug A Solo, dari Penampakan Onggo-inggi hingga Peri
▶︎

Misteri Jembatan Jurug A Solo, dari Penampakan Onggo-inggi hingga Peri

Profil Kabupaten Karanganyar 2022
▶︎

Profil Kabupaten Karanganyar 2022

Asal Usul Kota Wonogiri | Cerita Rakyat Jawa Tengah | Kisah Nusantara
▶︎

Asal Usul Kota Wonogiri | Cerita Rakyat Jawa Tengah | Kisah Nusantara

INTEGRASI BUDAYA MUJI BENIH DALAM MEDIA BUKU ANAK
▶︎

INTEGRASI BUDAYA MUJI BENIH DALAM MEDIA BUKU ANAK

The Origin of Sarangan Lake | Folklore | Archipelago Story
▶︎

The Origin of Sarangan Lake | Folklore | Archipelago Story

Tanah Jawa Dulu adalah Laut, Mitos atau Fakta?
▶︎

Tanah Jawa Dulu adalah Laut, Mitos atau Fakta?

Nekat! Cowok Korea Sendirian ke Suku Baduy, Kaget Saat Dihadang Aturan Ini..
▶︎

Nekat! Cowok Korea Sendirian ke Suku Baduy, Kaget Saat Dihadang Aturan Ini..

Batoro Katong Origin of Ponorogo City | Folklore | The Story of the Archipelago
▶︎

Batoro Katong Origin of Ponorogo City | Folklore | The Story of the Archipelago

Ki Ageng Selo Penangkap Petir  | Cerita Rakyat Jawa Tengah  | Kisah Nusantara
▶︎

Ki Ageng Selo Penangkap Petir | Cerita Rakyat Jawa Tengah | Kisah Nusantara

Origins of Magelang City | Central Javanese Folklore | Archipelago Story
▶︎

Origins of Magelang City | Central Javanese Folklore | Archipelago Story

The Origin of Reog Ponorgo | Folklore | Archipelago Story
▶︎

The Origin of Reog Ponorgo | Folklore | Archipelago Story

Gagal Menjadi Raja & Berdirinya Mangkunegaran - Akhir Perjuangan Pangeran Sambernyawa
▶︎

Gagal Menjadi Raja & Berdirinya Mangkunegaran - Akhir Perjuangan Pangeran Sambernyawa

Legenda Bulus Raksasa Jelmaan Abdi Dalem di Klaten: Dicintai, Disakralkan hingga Dimintai Kesembuhan
▶︎

Legenda Bulus Raksasa Jelmaan Abdi Dalem di Klaten: Dicintai, Disakralkan hingga Dimintai Kesembuhan

Solo Palace Dualism Far From Over, 'Kebo Bule' Funding Issues Ignite New Controversy
▶︎

Solo Palace Dualism Far From Over, 'Kebo Bule' Funding Issues Ignite New Controversy