Tanah Jawa Dulu adalah Laut, Mitos atau Fakta?

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari Situs Sangiran di Kabupaten Sragen menyimpan perjalanan panjang bagaimana bumi ini terbentuk. Tak hanya tentang penemuan fosil manusia purba. Ternyata, jauh dari kehidupan manusia, jutaan tahun yang lalu, masih ada peninggalan kehidupan lainnya. Yakni, kehidupan samudera atau laut dalam yang kini masih bisa ditemukan sisa-sisanya di situs Sangiran. Masih banyak ditemukan fosil kerang, kepiting, bahkan fosil hewan purba berukuran besar, yang kini masih terkandung di dalam tanah Sangiran. Bahkan, lapisan tanah bekas samudera masih bisa ditemukan, tepatnya di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Pelestari Situs Sangiran, Subur membenarkan dulunya Sangiran merupakan lautan dalam dengan dibuktikan adanya tanah Kalibeng. Penelitian tentang laut di Sangiran dimulai ketika tahun 1936. Ketika itu, peneliti dari Belanda, Von Koenigswald menemukan adanya fosil manusia purba. Kemudian, penelitian terus dilanjutkan hingga menemukan lapisan tanah kalibeng. Sangiran berbentuk lembah yang dalam, sehingga menjadi tempat yang paling tepat untuk melakukan penelitian kepurbakalaan. Tanah Kalibeng merupakan lapisan tanah berusia 3 juta tahun dan diyakini sebagai lapisan tanah tertua yang ada di sekitar Sangiran. Menurut Subur, lapisan tanah kalibeng berwarna hijau kebiru-biruan, yang membuktikan dulunya merupakan dasar lautan dalam. Selain itu terdapat fosil binatang laut yang dapat dihitung menggunakan metode ilmiah sehingga dapat diketahui berapa usianya. Gambaran Sangiran saat menjadi laut dalam dulu, selain dihuni kerang dan kepiting, juga dihuni hewan laut berukuran raksasa. Setelah lautan, Sangiran berubah menjadi rawa-rawa sekira 1,8 juta tahun yang lalu. Di lapisan tanah kabung inilah ditemukan berbagai macam hewan purba, seperti gajah purba, kudanil purba, hingga manusia purba berada di lapisan ini. Selain itu juga ditemukan hewan rawa, seperti keong kecil dan fosil binatang air tawar. Tak hanya itu, di Sangiran juga ditemukan lapisan Kabung berupa pasir dan abu tebal akibat letusan gunung berapi. Sehingga tergambarkan bahwa Sangiran dulunya juga dikelilingi gunung berapi aktif. Dimungkinkan hal ini lah yang membuat perubahan dari lautan ke daratan akibat letusan gunung. Kemudian, terus berjalannya waktu karena adanya proses alam, sangiran yang sudah berubah menjadi daratan, menjadi hutan terbuka. Dan sampailah Sangiran menjadi daratan berbentuk cekungan yang ada saat ini, dan dihuni oleh warga Sangiran. Namun jejak lautan yang dulunya ada di Sangiran tak terbatas pada fosil atau pun lapisan tanah. Ternyata di Sangiran, masih ada sisa air laut yang masih ada hingga kini. Warga sekitar menyebutnya sebagai sebagai sumber air asin. Air asin paling banyak ditemukan di Dusun Pablengan, yang mana dulu, menurut cerita warga setempat, digunakan sebagai bahan pembuatan garam. Warga bernama Sukinah menyebut, dulunya banyak warga yang mencari air asin tersebut untuk dibuat garam. Bahkan para warga harus antre hingga ada yang menginap di lokasi. Hal itu dikarenakan dulu, produksi garam di daerah Kalijambe khususnya, belum sebanyak saat ini. Menurutnya, dulu masih banyak titik sumber air asin yang memanjang hingga 200 meter. Air yang keluar dari dalam tanah, dulu masih jernih. Namun, saat ini beberapa sumber air sudah hilang. Kepala Desa Krikilan, Widodo mengatakan munculnya air asin dikarenakan dulunya wilayah tersebut merupakan wilayah lautan. Diperkirakan, sumber air asin tersebut sudah ada sejak dua juta tahun yang lalu. Diduga karena adanya pergeseran lapisan tanah karena perubahan alam, terdapat air lautan yang tidak ikut bergeser ke daratan yang lebih rendah. Kemungkinan, jumlahnya cukup banyak, sehingga masih ada hingga kini, setelah jutaan tahun lamanya. Terkait hal itu, Kades Krikilan menyebut, pemerintah desa akan menjadikan objek wisata baru di sekitar Sangiran. Ke depannya, objek wisata sumber air asin menjadi satu paket dengan wisata-wisata yang ditawarkan oleh Desa Wisata Sangiran. (TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari)

Karangsambung: Dasar Samudra yang Tersingkap
▶︎

Karangsambung: Dasar Samudra yang Tersingkap

Misteri Alas Krendowahono Karanganyar, Digunakan untuk Penyembahan Pencari Jabatan hingga Jodoh
▶︎

Misteri Alas Krendowahono Karanganyar, Digunakan untuk Penyembahan Pencari Jabatan hingga Jodoh

Misteri Jembatan Jurug A Solo, dari Penampakan Onggo-inggi hingga Peri
▶︎

Misteri Jembatan Jurug A Solo, dari Penampakan Onggo-inggi hingga Peri

Gunung Kemukus Dipenuhi Orang saat Malam Jumat Pon dan Kliwon, Bawa Ranting Bakal Kena Musibah
▶︎

Gunung Kemukus Dipenuhi Orang saat Malam Jumat Pon dan Kliwon, Bawa Ranting Bakal Kena Musibah

Legenda Bulus Raksasa Jelmaan Abdi Dalem di Klaten: Dicintai, Disakralkan hingga Dimintai Kesembuhan
▶︎

Legenda Bulus Raksasa Jelmaan Abdi Dalem di Klaten: Dicintai, Disakralkan hingga Dimintai Kesembuhan

Misteri Ruang Belakang Kantor Tua Kecamatan Gondang Sragen: 'Enggan' Dipasangi Lampu Penerangan
▶︎

Misteri Ruang Belakang Kantor Tua Kecamatan Gondang Sragen: 'Enggan' Dipasangi Lampu Penerangan

Gunung Padang, Indonesia - Misteri Situs Peradaban Tertua Di Dunia..?!
▶︎

Gunung Padang, Indonesia - Misteri Situs Peradaban Tertua Di Dunia..?!

Animasi Geoheritage DIY - Proses Terbentuknya Pulau Jawa dalam 5 Periode Kejayaan Geologi
▶︎

Animasi Geoheritage DIY - Proses Terbentuknya Pulau Jawa dalam 5 Periode Kejayaan Geologi

Desa di Aliran Sungai Bengawan Solo Purba, Matahari Terlambat Terbit dan Cepat Tenggelam
▶︎

Desa di Aliran Sungai Bengawan Solo Purba, Matahari Terlambat Terbit dan Cepat Tenggelam

Cerita Makam Misterius yang Ada di Trotoar Jalan Ir Soekarno Sukoharjo, Tak Pernah Dipindahkan
▶︎

Cerita Makam Misterius yang Ada di Trotoar Jalan Ir Soekarno Sukoharjo, Tak Pernah Dipindahkan

Unseen Philippines: Places That Don’t Seem Real in Philippines | 4K Documentary
▶︎

Unseen Philippines: Places That Don’t Seem Real in Philippines | 4K Documentary

LIYANGAN MANDALA JAWA KUNO
▶︎

LIYANGAN MANDALA JAWA KUNO

Legenda Sapta Tirta, 7 Air Sakti Pangeran Sambernyawa Penumpas VOC Belanda di Karanganyar
▶︎

Legenda Sapta Tirta, 7 Air Sakti Pangeran Sambernyawa Penumpas VOC Belanda di Karanganyar

Pesanggrahan Pracimoharjo ‘Miniatur Kraton’ Petilasan Pakubuwono X di Lereng Merapi
▶︎

Pesanggrahan Pracimoharjo ‘Miniatur Kraton’ Petilasan Pakubuwono X di Lereng Merapi

Ustadz Salim A Fillah - Babad Tanah Jawi
▶︎

Ustadz Salim A Fillah - Babad Tanah Jawi

Jejak dan Bukti Samudera dalam Situs Sangiran Masih Ditemukan, Begini Sejarahnya
▶︎

Jejak dan Bukti Samudera dalam Situs Sangiran Masih Ditemukan, Begini Sejarahnya

#ngopenk BERANI BERUBAH DEMI ANAK DAN KELUARGA: PODCAST BERSAMA ERY MAKMUR!
▶︎

#ngopenk BERANI BERUBAH DEMI ANAK DAN KELUARGA: PODCAST BERSAMA ERY MAKMUR!

NET JABAR - HILANGNYA DANAU DAN RAWA DI CEKUNGAN BANDUNG
▶︎

NET JABAR - HILANGNYA DANAU DAN RAWA DI CEKUNGAN BANDUNG

Ancaman Krisis di Depan Mata. Gawat!! Rupiah Makin Terperosok. Daya Beli Semakin Menurun | #SPEAKUP
▶︎

Ancaman Krisis di Depan Mata. Gawat!! Rupiah Makin Terperosok. Daya Beli Semakin Menurun | #SPEAKUP

Mitos Sumur Tua di Eromoko Wonogiri: Bila Meluap, Pertanda Kemarau Panjang Bakal Datang
▶︎

Mitos Sumur Tua di Eromoko Wonogiri: Bila Meluap, Pertanda Kemarau Panjang Bakal Datang