PEMENTASAN FRAGMENTARI PAKSIA ANGSAKA CAKA 1948 | BANJAR ADAT SENGGUAN KAWAN GIANYAR
Pada zaman ketika langit dan bumi masih dijaga langsung oleh para dewa, Batara Guru dan Batari Uma melakukan perjalanan melintasi angkasa dengan menunggangi Lembu Andini. Dari ketinggian kahyangan, mereka memandang bumi yang terbentang luas, hutan yang hijau, lautan yang bergelora, dan kehidupan yang berjalan dalam keseimbangan. Namun ketika senja mulai turun di ufuk barat, cahaya matahari yang memerah menyinari wajah Batari Uma. Keindahannya memancar begitu memikat, hingga menyalakan hasrat dalam diri Batara Guru. Di atas langit yang sunyi, Batara Guru meminta Batari Uma untuk memenuhi keinginannya saat itu juga. Namun Batari Uma menolak dengan lembut, mengingatkan bahwa seorang raja para dewa tidak seharusnya dikuasai oleh nafsu. Ucapan itu membuat Batara Guru tersinggung. Amarahnya meledak dan hasratnya berubah menjadi paksaan. Dalam pergulatan antara amarah dan nafsu tersebut, kama atau benih Batara Guru terpancar keluar sebelum waktunya. Batari Uma berusaha menghindar, sehingga benih suci yang telah ternoda nafsu itu jatuh menembus awan dan mendarat di pedalaman hutan belantara di bumi. Di hutan yang sunyi itu, seekor angsa liar menemukan cairan bercahaya tersebut dan memakannya tanpa mengetahui kekuatan yang terkandung di dalamnya. Tak lama kemudian, angsa itu mengeluarkan sebuah telur yang aneh. Telur itu membara seperti api dari dalam bumi. Panasnya begitu dahsyat hingga membunuh sang induk seketika. Dari telur tersebut lahirlah makhluk mengerikan bernama Angsa Kali Ma, raksasa bersayap yang membawa hawa api. Kehadirannya menjadi malapetaka bagi alam. Hutan yang dahulu hijau terbakar menjadi abu. Pohon-pohon tumbang, dan jeritan satwa yang kehilangan tempat hidup menggema di antara puing-puing rimba. Melihat kehancuran alam yang begitu dahsyat, Batara Guru akhirnya turun ke bumi dengan penuh murka. Ia hendak menghunuskan Trisula untuk memusnahkan makhluk itu. Namun Batari Uma menahannya. Dengan penuh kebijaksanaan, Batari Uma berkata bahwa makhluk itu adalah cermin dari kesalahan mereka sendiri. Ia adalah anak yang lahir dari kama salah, serta nafsu yang tidak terkendali. Batara Guru pun tersadar. Amarahnya mereda ketika melihat hutan yang hancur akibat kesalahannya sendiri. Batari Uma kemudian memohon agar Angsa Kali Ma tidak dimusnahkan. Sebaliknya, ia harus diberi kesempatan untuk menebus keberadaannya. Akhirnya diputuskan bahwa Angsa Kali Ma akan hidup sebagai Bala Rakshaka, penjaga hutan dan pelindung alam dari keserakahan manusia Sejak saat itu, makhluk yang dahulu menjadi bencana berubah menjadi penjaga rimba. Ia menjadi pengingat bahwa bahwa kekuatan tanpa kebijaksanaan hanya akan melahirkan kehancuran dan ambisi tanpa dharma hanya akan menjatuhkan diri sendiri. --------------------------------------- Pada kurun waktu kurang lebih hanya 11 hari, kami gabungan masyarakat Br. Sengguan Kawan mempersiapkan dan mempersembahkan suatu pertunjukan dalam kegiatan serangkaian Hari Pengerupukan serta hari raya Nyepi Caka 1948 yang ditampilkan pada, 18 Maret 2026 di Open Stage Balai Budaya Gianyar (Desa Adat Gianyar). Terimakasih tak terhingga kami ucapkan kepada seluruh elemen yang terhimpun dalam kegiatan ini, yang telah meluangkan waktu, ruang, tenaga, dan pikirannya serta bantuannya baik dari segi materil maupun non materil🙏🏻🔥 Tidak henti-hentinya kami ucapkan terimakasih kepada Penglingsir & Prajuru Banjar serta PKK Melati Banjar Adat Sengguan Kawan Gianyar, yang juga senantiasa mendampingi kami selama proses ini berlangsung. Semoga hal baik selalu datang dari segala penjuru🙏🏽😇 #SengguanKawanGianyar #Orgekacita #EcProject #nyepi2026

STANDAR LOCAL BANJAR | FRAGMENTARI BHUR RAKSANGGAMA CAKA 1947 | BANJAR ADAT SENGGUAN KAWAN GIANYAR

BALEGANJUR SEMARANDANA "SEMARA YOWANA" || KOMUNITAS SEMERON

HOLY ROSARY TODAY THURSDAY, JUNE 11, 2026 ST. JUDE THADDEUS & LUMINOUS MYSTERIES | DAILY HOLY ROSARY

Aku Terseksa 3 Jam Atas Motor Dengan Beg 10kg Di Timor Leste! | Lospalos - Jaco

Ngiring Ida Bhatara Pura Merajan Agung Lunga Maring Pura Dalem Sila Adri

Fall asleep while I build a zoo

I Entered Another Pro Tournament

God Says:"STOP HERE — LISTEN AND HEAR ME SPEAK"/God Message Now/God Message

11-06-26 Sukhmani Sahib Full Path | ਸੁਖਮਨੀ ਸਾਹਿਬ ਪਾਠ | Sukhmani Sahib Da Path | Fast Sukhmani

Sekatian Remaja Çudamani

Bleganjur Pengrupukan Cabe 2026

Chine : La Réalité du Business Que Personne Ne Montre | Documentaire

New Jellyfish Aquarium • Healing of Stress, Anxiety and Depressive States • Goodbye Insomnia #30

Tổng tài giả vờ bị liệt để thử lòng vợ nhà quê, ai ngờ cô không chê bai còn hết lòng chăm sóc

A Giant Catch, A Happy Family ❤️ Cooking Delicious Dishes With My Children After a Long Day

DESA PALING BERSIH DI DUNIA | SUASANA DESA PENGLIPURAN BALI

DUTA BESAR AMERIKA SERIKAT BERKUNJUNG KE PURI AGUNG UBUD

EMPIEZA EL JUEVES CON FE | HOY DIOS TE DA PROTECCIÓN Y PAZ PARA TU FAMILIA | PADRE FREDDY BUSTAMANTE
![Bukłaki [#21] Czy św. Faustynie naprawdę objawił się Jezus? || siostra Gaudia Skass](https://i.ytimg.com/vi/2l9eQV4hPGc/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLADJsmyMp-Wc5cF6xpo5LTN8eOXpA)
Bukłaki [#21] Czy św. Faustynie naprawdę objawił się Jezus? || siostra Gaudia Skass

