STANDAR LOCAL BANJAR | FRAGMENTARI BHUR RAKSANGGAMA CAKA 1947 | BANJAR ADAT SENGGUAN KAWAN GIANYAR
Sebuah reflektisitas berakar dari perenungan terhadap isu-isu yang sedang trend di kalangan anak muda Bali. “beling malu mare nganten”, apakah suatu yang salah atau benar? Namun begitulah adanya. Hamil seharuanya bukan satu alasan seorang melangsungkan pernikahan. Pernihakan pada hakikatnya mengikat dua insan yang saling mencintai untuk hidup bersama karena memang keinginan hatinya tanpa paksaan bahkan tekanan di luar dirinya. Hamil merupakan anugrah yang dihadiahkan semesta yang terbentuk akibat pertemuan Purusa dan Pradana (Lingga Yoni). Bhur Raksanggama digambarkan sebagai sesosok raksasa dengan simbol lingga (maskulinitas) yang menjulur berkepalakan kaung (babi laki-laki) sebagai simbol yang begitu haus akan nafsu birahi yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya. Juluran yang seolah mendekati dan ingin masuk ke dalam mulut gajah yang digambarkan sebagai simbol keagungan wanita (feminisme) atau yoni. Merasuk dalam pikiran yang begitu kuat mempengaruhi serta menggoyahkan manusia sehingga sulit mengendalikan hawa nafsunya. Bhur yang diambil dari konsep ajaran Tri Loka dalam agama Hindu yang menjelaskan tentang tiga lapisan dunia yaitu Bhur, Bwah dan Swah Loka, yang mana Bhur sebagai alam paling bawah yang dihuni oleh roh-roh negatif (bersifat kotor). Bhur juga diambil dari dasar kata “lebur” yang merepresentasikan sifat-sifat manusia yang terpengaruh oleh pikiran kotor dan hawa nafsu layaknya sifat raksasa yang melebur dan menyatu dalam senggama nafsu birahi yang sifatnya sesaat. Ialah Sang Raksanggama. Dalam waktu kurang lebih hanya seminggu, kami mempersiapkan pertunjukan serangkaian Hari Pengerupukan Nyepi Caka 1947 yang tampil pada, 28 Maret 2025 di Open Stage Balai Budaya Gianyar (Desa Adat Gianyar). Thanks to Aji Gus_epik , selaku pembina kami beserta Pembina lainnya dan seluruh masyarakat banjar adat sengguan kawan.. atas sabar dan cintanya selama proses kegiatan ini berlangsung🙏🏻🔥 Tidak henti-hentinya kami ucapkan terimakasih kepada Penglingsir & Prajuru Banjar serta PKK Banjar Adat Sengguan Kawan Gianyar, yang juga senantiasa mendampingi kami semua. Thanks for support : @jejakpendapat5956 @GENAHGIANYAR @birsingaraja2911 @BROKENLINE @KOPISTARLINGS @URUTANSMOKYBALI Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak sponsor yang sudah mensupport kegiatan kami. dan, Salam sayang untuk seluruh Anggota Sekaa Teruna Teruni Eka Cita! dan seluruh masyarakat Gianyar!❤ #ecproject #1947 #2025

PEMENTASAN FRAGMENTARI PAKSIA ANGSAKA CAKA 1948 | BANJAR ADAT SENGGUAN KAWAN GIANYAR

Janger Beringkit

Samas Lomba Ceng Ceng Kreasi Cilinayart Feat Banjar Kr.Jasi Lombok 31 Mei 2026

Ngiring Ida Bhatara Pura Merajan Agung Lunga Maring Pura Dalem Sila Adri

Sekatian Remaja Çudamani

NGERUPUK BATU BULITAN ST.KUNARTI 2026

Represi dalam Pemutaran Film Pesta Babi | Bocor Alus Politik

THE ORIGIN OF THE FIRST GOVERNMENT IN BALI | FROM THE BEGINNING TO THE BALI WE KNOW TODAY

BALEGANJUR FRAGMENTARI | GERUH GUMI | GIRI LABDHA SUARA

Panduan Melukat Singkat Lengkap di Taman Beji Samuan, Desa Carangsari, Petang, Badung, Bali

9 PURA KAHYANGAN JAGAT DI BALI DAN DEWA YANG BERSTANA

Ogoh-Ogoh Banjar Sengguan Kawan Gianyar || Meriah dengan ratusan penari

PERSIAPAN STT SE DESA ADAT KETEWEL HUT 28TH LPD KETEWEL

BEHIND THE BEAUTY OF BALI | Exploring 7 of Bali's Most Beautiful Temples

BALEGANJUR SEMARANDANA "SEMARA YOWANA" || KOMUNITAS SEMERON

The Besakih Priest Reveals the Sacred Momentum of IBTK & the Spiritual Side of Catur Lawa Temple

Pura Tap Sai | Tempat Memohon Pekerjaan Rejeki dan Keturunan

BALEGANJUR NGARAP - Sekaa Baleganjur Semeron, Sengguan Kawan, Gianyar

KENAPA DESA PENGLIPURAN DINOBATKAN JADI DESA TERBERSIH DUNIA?

