"LIHAT/DENGAR/RASA/MERESPONI -NYA"❓❓❓ - Ps PETRUS HADI SANTOSO
hari-hari ini yang paling penting bukan sekadar melihat, mendengar, atau merasakan hadirat Tuhan, melainkan bagaimana merespons semuanya dengan benar. Ada orang yang melihat penglihatan, mendengar suara Tuhan, bahkan merasakan hadirat-Nya sampai menangis. Namun respons hati tetap menjadi penentu utama. Kejatuhan manusia dimulai dari respons yang salah. Ular berkata kepada perempuan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Buah itu terlihat baik untuk dimakan, sedap dipandang, dan menarik hati karena memberi pengertian. Tipu daya dosa selalu tampak menarik. Hawa mengambil, memakan, lalu memberikannya kepada Adam. Di situlah manusia jatuh karena tidak peka terhadap kehendak Tuhan. Karena itu diperlukan kepekaan terhadap dosa diri sendiri, bukan sibuk melihat dosa orang lain. Saat Tuhan berkata, “Jangan ke kiri,” sedikit saja melangkah keluar dari kehendak-Nya seharusnya sudah membuat hati merasa tidak nyaman. Firman Tuhan berkata, “Barangsiapa mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya.” Mengikuti Tuhan berarti belajar taat kepada langkah-Nya. Saul menjadi contoh orang yang kehilangan kepekaan. Ketika Samuel belum datang pada hari ketujuh, Saul mempersembahkan korban bakaran yang sebenarnya bukan bagiannya. Samuel berkata, “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan Allahmu.” Saul merasa tindakannya benar, padahal ia telah melanggar kehendak Tuhan. Sebaliknya Daud menunjukkan hati yang berbeda. Saat Nabi Natan menegur dosanya terhadap Uria dan Batsyeba, Daud berkata, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Tidak ada pembelaan diri. Karena kerendahan hati itu, Natan berkata, “Tuhan telah menjauhkan dosamu. Engkau tidak akan mati.” Kepekaan terhadap dosa membawa pemulihan dan keselamatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kerendahan hati juga sangat penting. Amsal 14:17 berkata, “Siapa lekas naik darah berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana bersabar.” Saat ditegur, respons yang benar adalah cepat mengakui kesalahan dan meminta maaf. Hal yang sama berlaku dalam keluarga. Jangan menunda mengampuni dan berdamai, karena hati yang keras hanya membawa kehancuran. Yudas menjadi contoh orang yang gagal merespons teguran Tuhan. Ketika Yesus berkata, “Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku,” murid-murid lain bertanya dengan sedih, “Bukan aku ya Tuhan?” Namun Yudas berkata, “Bukan aku ya Rabbi?” padahal Yesus sudah menjawab, “Engkau telah mengatakannya.” Yudas tetap memilih menyerahkan Yesus karena tidak memiliki kepekaan terhadap dosa. Berbeda dengan Petrus. Walaupun sempat menyangkal Yesus sampai tiga kali, bahkan bersumpah tidak mengenal-Nya, Petrus menangis dengan sedih ketika ayam berkokok dan mengingat perkataan Tuhan. Petrus hancur hati dan bertobat, sedangkan Yudas terus berjalan tanpa pertobatan sejati. Dalam Kisah Para Rasul, para murid dipenuhi Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa lain. Ada yang tercengang melihat pekerjaan Tuhan, tetapi ada juga yang mengejek dan berkata mereka mabuk anggur manis. Karena itu firman Tuhan mengajarkan untuk menjadi pelaku firman, bukan sekadar penonton. Paulus juga mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dalam perjalanan ke Damsyik. Tuhan berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Padahal Paulus tidak pernah menyerang Yesus secara langsung. Dari sini terlihat bahwa apa yang dilakukan kepada jemaat Tuhan dianggap sebagai tindakan terhadap Tuhan sendiri. Setelah bertobat, Paulus melewati proses panjang dan penuh penderitaan. Namun justru melalui proses itulah Tuhan membentuknya menjadi rasul yang dipakai luar biasa. Kasih kepada Tuhan memang tidak bisa setengah-setengah. Sedikit penderitaan saja sering kali membuat manusia kecewa dan mempertanyakan janji Tuhan. Yesus bertanya kepada Petrus sampai tiga kali, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Setiap kali Petrus menjawab bahwa dirinya mengasihi Tuhan, Yesus berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Dunia sedang membutuhkan penggembalaan kasih Tuhan. Banyak jiwa membutuhkan perhatian, pemulihan, dan tuntunan. Di tengah masa sulit dan kegelapan dunia, setiap orang percaya dipanggil untuk tetap mengikuti Tuhan, memiliki kepekaan terhadap dosa, dan percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan keluar tepat pada waktunya. Subscribe to Shekinah Creative Media YouTube Channel here: / shekinahcreativemedia Prayer Request (Dukungan Doa): Phone / Whatsapp +62 857 2749 9555 +62 823-2583-4311 Contact: E-mail: [email protected] Connect: TIKTOK: https://www.tiktok.com/@shekinahcreat... Spotify: https://open.spotify.com/show/0QqXCIA... Facebook: / jkishekinahglory Instagram: / jkishekinahglory Terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati. #jkishekinahglory #shekinahglory #JKI #PetrusHadiSantoso #Lindawatitedja #vincentis #jkitemanggung #temanggung

KEBAIKAN TUHAN - Ps PETRUS HADI SANTOSO

Pak Noeg - Menghancurkan Bayangan Legion - GBI Kristus Air Hidup 28 Juni 2026

Botschaft der Plejader: Das erwartet uns bis Ende 2026 – Pavlina Klemm im Gespräch

POHON PENGETAHUAN (THE TREE OF KNOWLEDGE) - Ps PETRUS HADI SANTOSO

God Says:"DON’T IGNORE THIS IMPORTANT LETTER I SENT YOU"/God Message Now/God Message

Bermalam Bersama CEO Yang Buas — Lalu Hamil Anak Kembar.

John Lennox Humbly SILENCES Arrogant Atheist Professor On "God's Hiddenness"

PEGANGLAH TANGANKU ROH KUDUS SETIAP HARI medley TENANG - Worship Night 1 (2020) GMS Jabodetabek

2 Kali Jadi Dokter Haji, Saya Tak Pernah Menyangka Ini Akan Terjadi | Curhatan Murtadin

BARU INI DEDDY CORBUZIER DIMAKI2 DOKTER‼️🤣 dr. TIRTA NGUAMOOOK..

Hati-hati dengan cara berpikirmu - Ps. BILLY LANTANG

JOSEPH & ASENATH — The UNTOLD Story of JOSEPH'S WIFE

3 LANGKAH MEMBUAT KUASA TUHAN TURUN - Ev. Drg. YUSAK TJIPTO

GREATER PURPOSE - Ev GRACE IVAN SANTOSO

Saat Teduh - 45 Menit Memuji & Menyembah Tuhan by Ps. Vriego Soplely feat GSJS Worship Pakuwon Mall

God Says:"MY CHILD, I NEED TO SEE YOU URGENTLY!"/God Message Now/God Message

BALANCE IN CHRIST - Pdm VINCENT I.S.

#GBIWOW - IBADAH RAYA ONLINE - MINGGU 21 JUNIL 2026 DILAYANI - PDT. DR. IR. NIKO NJOTORAHARDJO

BUKAN HIKMAT DAN BELAJAR TAPI MAU DIAJAR - Ev. Drg. YUSAK TJIPTO

