JADI GAGAH DAN MEGAH SETELAH DI REVITALISASI || BENTENG KRATON JOGJAKARTA TERDAFTAR DALAM UNESCO

Revitalisasi Benteng Keraton Yogyakarta merupakan proyek besar yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan warisan budaya yang telah berdiri selama lebih dari dua abad. Benteng ini, yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I dan II, menghadapi berbagai tantangan, termasuk Geger Sepehi tahun 1812, serta intervensi modern yang mengancam keasliannya. Latar Belakang dan Sejarah Benteng Benteng Keraton Yogyakarta, yang dikenal sebagai Benteng Baluwerti, awalnya dibangun sebagai sistem pertahanan kerajaan. Benteng ini mengelilingi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, melindungi kediaman Sultan dan para abdi dalem dari ancaman eksternal. Struktur benteng terdiri dari bastion, plengkung (gerbang utama), dan jagang (parit pertahanan). Pada masa lalu, jagang berfungsi sebagai penghalang alami terhadap serangan musuh. Namun, seiring perkembangan kota, sebagian besar jagang telah tertimbun dan berubah menjadi permukiman warga, terutama di sepanjang Jalan Brigjen Katamso serta di sisi selatan dan barat benteng. Proses Revitalisasi Revitalisasi benteng dimulai dari kawasan Plengkung Wijilan, dan saat ini telah mencapai sisi barat Plengkung Gading. Menurut Kepala Kundha Kabudayan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, revitalisasi bukan sekadar restorasi fisik tetapi juga pelestarian nilai sejarah, simbol identitas budaya Yogyakarta, dan penguatan Sumbu Filosofi. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan bentuk asli benteng, menyusul pengakuan UNESCO terhadap Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia pada 18 September 2023. Sebagai tindak lanjut dari penetapan tersebut, UNESCO memberikan tujuh rekomendasi penting, salah satunya adalah pemulihan struktur Benteng Baluwerti ke bentuk semula. Revitalisasi dilakukan secara bertahap, mencakup sisi timur, selatan, barat, hingga utara. Kini, bagian timur sudah memasuki tahap finishing, sedangkan sisi selatan mulai tersambung dengan Pojok Beteng Kulon di barat daya, lengkap dengan proses plester dan penambahan penopang struktur. Pendanaan dan Partisipasi Masyarakat Pendanaan revitalisasi berasal dari Dana Keistimewaan (Danais) yang disalurkan oleh pemerintah pusat kepada Pemda DIY, kemudian diberikan sebagai hibah kepada Keraton Yogyakarta untuk membiayai proyek-proyek restorasi. Warga terdampak diberikan kompensasi berupa bebungah, dengan nominal berkisar antara Rp 80 juta hingga Rp 250 juta, bergantung pada luas dan jenis bangunan yang mereka tempati. Selain perbaikan struktur benteng, proyek ini turut menata lingkungan sekitarnya, khususnya permukiman warga di sekitar Pojok Beteng Lor Wetan. Revitalisasi juga mengakomodasi relokasi sukarela, sesuai dengan rekomendasi UNESCO dalam penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia. Masyarakat memiliki peran penting dalam revitalisasi, baik sebagai penerima manfaat maupun sebagai penjaga keaslian warisan budaya ini. Kolaborasi antara pemerintah, Keraton Yogyakarta, dan warga menjadi faktor utama dalam memastikan proyek berjalan dengan baik tanpa menghilangkan nilai historis benteng. Harapan dan Masa Depan Benteng Dengan upaya ini, diharapkan Benteng Keraton Yogyakarta dapat kembali menjadi simbol kejayaan serta identitas budaya Yogyakarta, sekaligus memperkuat posisinya dalam sejarah dan peradaban Indonesia. Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki aspek fisik benteng tetapi juga untuk mengembalikan nilai historis dan budaya yang melekat padanya Sumbu Filosofi Yogyakarta beserta penanda bersejarahnya kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Penyerahan sertifikat inskripsi oleh UNESCO kepada Indonesia menjadi tanda pengukuhan status penting ini. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, menjelaskan bahwa pengusulan Sumbu Filosofi Yogyakarta telah dimulai sejak tahun 2014. Proses ini melibatkan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan berbagai pemangku kepentingan. Atribut Penanda Bersejarah Sumbu Filosofi Yogyakarta meliputi: 1. Panggung Krapyak 2. Sumbu Kosmologis Selatan: Jalan Gebayanan, serta Dinding,Gerbang, dan Kubu Pertahananseperti Plengkung Nirbaya, Plengkung Jagabaya, Plengkung Jagasura, dan Plengkung Tarunasura. 3. Pojok Benteng: Jokteng Kulon,Jokteng Lor, dan Jokteng Wetan.Kompleks Keraton NgayogyakartaHadiningrat dan alun-alun (selatan dan utara). 4. Kompleks Tamansari. 5. Kompleks Masjid Gede. 6. Sumbu Kosmologis Utara: Jalan Pangurakan, Jalan Margomulyo, Jalan Malioboro, danJalan Margoutomo. 7. Pasar Beringharjo. 8. Kompleks Kepatihan dan 9. Monumen Tugu Yogyakarta.

PRABU YUDIANTO: REVITALISASI TAMAN SARI JOGJA, ANTARA KEINDAHAN ATAU PENGGUSURAN? | PUTCAST
▶︎

PRABU YUDIANTO: REVITALISASI TAMAN SARI JOGJA, ANTARA KEINDAHAN ATAU PENGGUSURAN? | PUTCAST

Yogyakarta Palace Fortress Nearly Whole Again, Here is the Result of the Largest Revitalization i...
▶︎

Yogyakarta Palace Fortress Nearly Whole Again, Here is the Result of the Largest Revitalization i...

Chồng Đưa Tiểu Tam Đi Du Lịch Bỏ Vợ Lại Ga, Cô Ký Đơn Ly Hôn Rồi Cắt Sạch Tiền Khiến Anh Trắng Tay
▶︎

Chồng Đưa Tiểu Tam Đi Du Lịch Bỏ Vợ Lại Ga, Cô Ký Đơn Ly Hôn Rồi Cắt Sạch Tiền Khiến Anh Trắng Tay

🚨La FIFA intentó HUMILLAR a México…😭 pero el mundo entero se puso LA VERDE
▶︎

🚨La FIFA intentó HUMILLAR a México…😭 pero el mundo entero se puso LA VERDE

Aerial View of the Future Resting Place of Sri Sultan Hamengkubuwono X, Looking Grand
▶︎

Aerial View of the Future Resting Place of Sri Sultan Hamengkubuwono X, Looking Grand

Tracking Gajah Mada's True Wife & Descendants: Are There New Facts? | Historical Gossip #17
▶︎

Tracking Gajah Mada's True Wife & Descendants: Are There New Facts? | Historical Gossip #17

KASUS KORUPSI PALING GILA DALAM SEJARAH NEGERI INI?
▶︎

KASUS KORUPSI PALING GILA DALAM SEJARAH NEGERI INI?

Original Footage from a Century Ago (1925): Tracing the Nearly Forgotten Yogyakarta of the Past
▶︎

Original Footage from a Century Ago (1925): Tracing the Nearly Forgotten Yogyakarta of the Past

KOTA MISTERIUS DIATAS LANGIT JAWA
▶︎

KOTA MISTERIUS DIATAS LANGIT JAWA

Previously destroyed, now solid again‼️Jogja Palace Fortress
▶︎

Previously destroyed, now solid again‼️Jogja Palace Fortress

Melawan Lupa - Riwayat Daerah Istimewa Yogyakarta
▶︎

Melawan Lupa - Riwayat Daerah Istimewa Yogyakarta

From Ruins to Magnificence! The Yogyakarta Palace Fortress Rises Again!
▶︎

From Ruins to Magnificence! The Yogyakarta Palace Fortress Rises Again!

Asal Usul Yogyakarta! Kisah Sri Sultan Dan Hubungan Gaib Keraton Dengan Ratu Kidul
▶︎

Asal Usul Yogyakarta! Kisah Sri Sultan Dan Hubungan Gaib Keraton Dengan Ratu Kidul

Bị mua làm vợ với giá 600 triệu, cô gái không ngờ chồng mình lại là báu vật của cả vùng núi
▶︎

Bị mua làm vợ với giá 600 triệu, cô gái không ngờ chồng mình lại là báu vật của cả vùng núi

Video Asli 1948-1949 | SETELAH YOGYAKARTA DIKUASAI BELANDA | Agresi Militer Belanda 2
▶︎

Video Asli 1948-1949 | SETELAH YOGYAKARTA DIKUASAI BELANDA | Agresi Militer Belanda 2

Mengunjungi Makam LAKSAMANA CHENG HO | Nusantara Dalam Catatan Cheng Ho
▶︎

Mengunjungi Makam LAKSAMANA CHENG HO | Nusantara Dalam Catatan Cheng Ho

JALAN GEJAYAN SAMPAI STASIUN JOGJAKARTA TAHUN 1993
▶︎

JALAN GEJAYAN SAMPAI STASIUN JOGJAKARTA TAHUN 1993

Exploring Deep Tamil Nadu's Best Food 🇮🇳
▶︎

Exploring Deep Tamil Nadu's Best Food 🇮🇳

HARI JADI GUNUNGKIDUL BERUBAH ❗WILAYAH DI DOMINASI BATUAN KAPUR, BEGINI PUSAT KOTANYA❗
▶︎

HARI JADI GUNUNGKIDUL BERUBAH ❗WILAYAH DI DOMINASI BATUAN KAPUR, BEGINI PUSAT KOTANYA❗

PROYEK REVITALISASI BENTENG KRATON YOGYAKARTA BAGIAN BARAT
▶︎

PROYEK REVITALISASI BENTENG KRATON YOGYAKARTA BAGIAN BARAT