Setelah perundingan gagal, harapan damai kandas?

Setelah 47 tahun jadi musuh bebuyutan, Amerika Serikat dan Iran akhirnya duduk satu meja. Di Islamabad, Pakistan, dua tokoh penting dari kedua negara dikabarkan bertemu langsung: Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf. Meski negosiasi berakhir gagal, pertemuan ini adalah momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dua rival lama mulai membuka pintu damai. Namun penyebab gagalnya masih soal isu panas: nuklir Iran. Dunia khawatir jika Iran punya bom nuklir, Arab Saudi, Turki, hingga Mesir bisa ikut memburu senjata serupa dan membuat kawasan Teluk makin memanas, padahal konflik di wilayah itu sudah berlangsung lama. Bahkan Rusia dan China pun disebut tak setuju Iran menjadi negara nuklir. Di saat bersamaan, AS disebut mengganti strategi tekanan dengan memblokade Selat Hormuz yang hanya menyasar tanker minyak Iran. Langkah ini dinilai lebih lunak dibanding menyerang infrastruktur sipil yang bisa berdampak langsung pada kehidupan rakyat Iran. Gagal sepakat, tapi apakah ini tanda perang besar atau justru awal perdamaian?