Di Amerika hati terbelah. Di Iran politik terpecah.

Batal atau tertundanya perundingan Iran-AS di Islamabad memunculkan dugaan bahwa elite Iran sedang pecah antara kubu moderat dan garis keras. Di Amerika, situasi juga panas. Thomas Friedman hingga Kongres AS terbelah soal perang ini, sementara Trump hanya punya waktu sampai 1 Mei plus satu bulan berikutnya untuk mengambil keputusan besar. Apakah ini tanda perang baru akan dimulai, atau justru Iran sedang runtuh dari dalam? Gencatan senjata tanpa batas waktu dinilai sebagai langkah Trump untuk tarik nafas sambil mengamati keretakan dalam negeri Iran. Blokade Selat Hormuz disebut semakin mencekik ekonomi yang sudah krisis, dengan inflasi diperkirakan menembus 150 persen. Dengan kerugian sekitar 6 triliun per hari akibat blokade Selat Hormuz, Iran disebut hanya mampu bertahan 1–2 minggu lagi. Pemerintah bahkan disebut mulai takut pada rakyatnya sendiri, sampai Garda Revolusi dan pasukan paramiliter diturunkan ke jalan untuk mencegah gelombang demonstrasi. Internet masih diblokir, suara rakyat dibungkam. Saat bom berhenti jatuh, justru ancaman terbesar datang dari dalam negeri sendiri. Saksikan diskusi seru ini hanya di Top News International Freedom Institute!