PESTA BABI Terakhir! Suku Adat Papua Melawan Ambisi Negara!
#pestababi #papua #papuaindonesia #tranding Yasinta Moiwend kaget ketika pada suatu pagi yang tenang di bulan Juli, sebuah kapal raksasa bersandar di dermaga kampungnya. Kapal itu mengangkut ratusan ekskavator dan dikawal pasukan militer Indonesia. Itulah rombongan pertama dari 2.000 alat berat yang datang ke Papua dalam Proyek Strategis Nasional untuk produksi pangan, energi biodiesel sawit, dan bioetanol tebu. Perempuan suku Marind Anim ini tak pernah tahu kalau kampungnya jadi titik nol dimulainya proyek konversi hutan terbesar dalam sejarah dunia modern. Luasnya mencapai 2,5 juta hektare. Vincen Kwipalo dari suku Yei juga terkejut ketika tanah marganya dipatok dengan tulisan: “Tanah Milik TNI AD”. Belakangan ia tahu, tanah itu diambil untuk pembangunan markas batalyon militer. Padahal di saat yang sama, ia menghadapi perusahaan perkebunan tebu yang juga menyerobot hutan marganya. Karena wilayah adatnya juga termasuk dalam konsesi, Franky Woro dan komunitas Awyu di Boven Digoel memasang palang adat dan salib raksasa yang dicat merah untuk menghadang perusahaan dan militer. Dikenal dengan Gerakan Salib Merah, aksi ini juga dilakukan suku-suku lain. Setidaknya 1.800 salib merah telah dipasang di Papua Selatan. Meski memakai simbol agama, gerakan ini tidak selalu disukai elit gereja. Film dokumenter “Pesta Babi” merekam bagaimana orang-orang Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di selatan Papua, melawan proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu untuk bahan bakar kendaraan. Bersamaan dengan kisah mereka, juga tergambar isu separatisme dan 60 tahun operasi militer Indonesia yang terkait dengan penguasaan wilayah dan eksploitasi alam Papua. Menggabungkan detil-detil rekaman di lapangan dan riset investigatif, Pesta Babi mengungkap relasi kepentingan industri bioenergi multinasional dengan proyek politik dan pembangunan pemerintah Indonesia yang berkedok “lumbung pangan” dan “transisi energi” selama tiga periode presiden. Film ini juga merekam bagaimana jaringan politikus, investor, militer, dan gereja berhadapan dengan gerakan sosial masyarakat dan komunitas adat.

I Visited The NORTH KOREA of Africa 🇪🇷

WARNING: 2026 World Cup: Is America Screening Out Hostile Nations?!

Mereka yang Akan Dijarah PSN Kebun Sawit Raksasa di Papua Selatan | Dines Lingkungan Eps #16
![[FULL] Consolidation of Agricultural Development in the Papua Region 2026](https://i.ytimg.com/vi/vLJAdVpp0hs/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLCGl_-7nsYyfSVIswGsBjLvBXSlAQ)
[FULL] Consolidation of Agricultural Development in the Papua Region 2026

Spending the Night in a Papuan Forest Seized for Prabowo’s Palm Oil Biodiesel Project | Environme...

BAHAYANYA DADAN HINDAYANA

Agriculture Minister Amran and 200 Papuan Representatives Discuss Agriculture and a Pork Festival

I Visited the World's Most Hated Country

Berhenti Mengemis Validasi, Ini Pernikahan Bukan Konten Nyari Likes!

Ini Terjadi Setiap Hari di MONGOLIA! – Film Dokumenter

ASMR | DEEP IMMERSION 🌊 Sleep & Tingles Like Never Before (4K - No Talking)

Kebiasaan Sederhana Yang Bikin Kamu terlihat Berkelas | ETIKA

KENAPA MEDIA INTERNASIONAL MENGKRITIK INDONESIA? Rupiah Jeblok, Investor Kabur! | LearningByGoogling

Nekat! Cowok Korea Sendirian ke Suku Baduy, Kaget Saat Dihadang Aturan Ini..

SISTEM PANGAN DAN URBANISASI-1

Runtuhkan Dalil Pesta Babi, AMRAN Kumpulkan Bupati, Gub, Petani Papua ! Semua Minta Buka Lahan Sawah

PIALA DUNIA 2026 GAGAL SEBELUM DIMULAI? FIFA Dituduh Rakus! Semua Mengeluh! | Learning By Googling

Inside the Island Where the Dead Return to Dance | Madagascar 🇲🇬

Beautiful Relaxing Music - Stop Overthinking, Stress Relief Music, Sleep Music, Calming Music #242

