Saiful Mujani Bicara "Jatuhkan" Prabowo, Kritik atau Makar? Ini Kata Feri Amsari-Mahfudz Siddiq

#makar #prabowo #politik BANDUNG, KOMPAS.TV - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menjadi perbincangan karena pernyataannya mengenai Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara halal bihalal pengamat bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret lalu di Utan Kayu, Jakarta Timur. Selain Saiful, hadir pula pengamat dari berbagai latar belakang seperti Feri Amsari, Islah Bahrawi, hingga Ubedilah Badrun. Saiful yang menjadi pembicara penutup dalam forum tersebut menyebut Presiden Prabowo sudah tidak presidensial. Menurutnya, Prabowo sudah tidak mempan diberikan saran-saran perbaikan. Sementara DPR dinilai tak bisa lagi diharapkan. Sehingga, satu-satunya cara menurut Saiful untuk menjatuhkan Prabowo yakni melalui konsolidasi masyarakat. Merespons pernyataan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gelora yang juga Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, meminta semua pihak tetap berada dalam koridor demokrasi konstitusional. Ia menilai presiden bukan satu-satunya lembaga yang bisa dituntut pertanggungjawabannya, karena menurut Fahri ada cabang-cabang kekuasaan lain yang dapat ditagih sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat. Acara halal bihalal pengamat ini diadakan sebagai bentuk keresahan para pengamat dan aktivis atas kasus percobaan pembunuhan aktivis KontraS, Andrie Yunus. Para pengamat menilai, sebagai kepala negara, Prabowo sangat sulit menerima masukan publik sehingga situasi inilah yang membuat para pengamat dan aktivis semakin waswas. Adanya tudingan makar atas seruan Saiful Mujani merujuk pada ketentuan dalam KUHP baru yang mengatur tentang perbuatan makar. Pasal 191 KUHP tentang makar terhadap presiden dan/atau wakil presiden menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan makar dengan maksud membunuh atau merampas kemerdekaan presiden dan/atau wakil presiden, atau menjadikan presiden dan/atau wakil presiden tidak mampu menjalankan pemerintahan, dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. Sementara dalam Pasal 193 KUHP tentang makar terhadap pemerintah, disebutkan pada poin pertama bahwa setiap orang yang melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. Pada poin kedua disebutkan, pemimpin atau pengatur makar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. Lalu, apa batasan kemerdekaan berpendapat dengan upaya makar? Untuk lebih tahu berita terupdate seputar Jawa Barat, bisa klink link di bawah: IG: https:  / kompastvjabar   Youtube:    / kompastvjawabarat   Twitter:   / kompastv_jabar   TikTok: https://www.tiktok.com/kompastvjabar

[FULL] Saiful Mujani Talks About "Bringing Down" Prabowo: Criticism or Treason? | ONE TABLE
▶︎

[FULL] Saiful Mujani Talks About "Bringing Down" Prabowo: Criticism or Treason? | ONE TABLE

DINO PATTI DJALAL VS SESKAB TEDDY, SERU!
▶︎

DINO PATTI DJALAL VS SESKAB TEDDY, SERU!

[FULL] Siapa Musuh Politik Nadiem? Mahfud MD Blak-blakan: Saya Sudah Duga Arahnya Mau Dihukum | NTV
▶︎

[FULL] Siapa Musuh Politik Nadiem? Mahfud MD Blak-blakan: Saya Sudah Duga Arahnya Mau Dihukum | NTV

Saling Sanggah! Ichsanuddin Noorsy vs Budiman Sudjatmiko Debat Daya Tawar Ekonomi Indonesia | RB 2/6
▶︎

Saling Sanggah! Ichsanuddin Noorsy vs Budiman Sudjatmiko Debat Daya Tawar Ekonomi Indonesia | RB 2/6

[FULL] Saiful Mujani Reported to Police for 'Bring Down Prabowo,' Treason or Criminalization? | ROSI
▶︎

[FULL] Saiful Mujani Reported to Police for 'Bring Down Prabowo,' Treason or Criminalization? | ROSI

Saiful Mujani Serukan Prabowo Harus Jatuh, Hasan Nasbi: Pasal Makar Sudah Ada | Bikin Terang
▶︎

Saiful Mujani Serukan Prabowo Harus Jatuh, Hasan Nasbi: Pasal Makar Sudah Ada | Bikin Terang

Samar-Samar Kabar Makar | SATU MEJA
▶︎

Samar-Samar Kabar Makar | SATU MEJA

“Inflasi Pengamat”: Negara Jawab Kritik atau Serang Pengkritik?
▶︎

“Inflasi Pengamat”: Negara Jawab Kritik atau Serang Pengkritik?

KSP Qodari Tanggapi Seruan Saiful Mujani soal 'Turunkan Prabowo', Isu Reshuffle Kabinet & MBG
▶︎

KSP Qodari Tanggapi Seruan Saiful Mujani soal 'Turunkan Prabowo', Isu Reshuffle Kabinet & MBG

[LIVE] Mahfud MD Terus Terang di Kasus Nadiem Makarim | ABRAHAM
▶︎

[LIVE] Mahfud MD Terus Terang di Kasus Nadiem Makarim | ABRAHAM

Debat Sengit! Eks Hakim MK Vs Peradi Bersatu Soal Peradilan Ijazah Jokowi
▶︎

Debat Sengit! Eks Hakim MK Vs Peradi Bersatu Soal Peradilan Ijazah Jokowi

Saiful Mujani: Prabowo Harus Jatuh, Hasan Nasbi: Pasal Makar Sudah Ada | Bikin Terang
▶︎

Saiful Mujani: Prabowo Harus Jatuh, Hasan Nasbi: Pasal Makar Sudah Ada | Bikin Terang

LIVE - Saiful Mujani's Controversy Over President Prabowo's "Bring Down" Triggers Rumors of Treas...
▶︎

LIVE - Saiful Mujani's Controversy Over President Prabowo's "Bring Down" Triggers Rumors of Treas...

Feri Amsari Kritik Pemerintah: Independen atau Ada Kepentingan?
▶︎

Feri Amsari Kritik Pemerintah: Independen atau Ada Kepentingan?

Kontroversi Makar! M Qodari Soroti Kalimat Saiful Mujani: Bertentangan Dengan Konstitusi
▶︎

Kontroversi Makar! M Qodari Soroti Kalimat Saiful Mujani: Bertentangan Dengan Konstitusi

[FULL] Saiful Mujani's Controversy About Bringing Down Prabowo Triggers Rumors of Treason: Politi...
▶︎

[FULL] Saiful Mujani's Controversy About Bringing Down Prabowo Triggers Rumors of Treason: Politi...

Sindir Akademisi yang Mau Ganti Pemerintah Prabowo Lewat Jalan Pintas, Hasan Nasbi: Sok Paten Kali!
▶︎

Sindir Akademisi yang Mau Ganti Pemerintah Prabowo Lewat Jalan Pintas, Hasan Nasbi: Sok Paten Kali!

DEBATE! Saiful Mujani Reported to Police for Saying "Bring Down Prabowo," Critical Voice or Threa...
▶︎

DEBATE! Saiful Mujani Reported to Police for Saying "Bring Down Prabowo," Critical Voice or Threa...

[FULL] Ahok Blak-blakan Peluang di Pilkada Jakarta hingga Rekonsiliasi Mega, Prabowo, Jokowi | ROSI
▶︎

[FULL] Ahok Blak-blakan Peluang di Pilkada Jakarta hingga Rekonsiliasi Mega, Prabowo, Jokowi | ROSI

Titik Ekstrem Jumhur Hidayat: Penjara & (Jadi) Menteri Seperti Membalik Telapak Tangan
▶︎

Titik Ekstrem Jumhur Hidayat: Penjara & (Jadi) Menteri Seperti Membalik Telapak Tangan