Keraton dan Sultan Madura di Era Hindia Belanda | Sumenep, Pamekasan, Bangkalan
Pada abad ke-18 hingga akhir abad ke-19, di Pulau Madura terdapat kerajaan-kerajaan yang memerintah di bawah pengaruh kolonial, mulai Kompeni alias VOC, lalu Inggris dan kemudian Belanda. Masing-masing adalah Kerajaan Sumenep, Kerajaan Pamekasan, serta Kerajaan Bangkalan. Sebelumnya, kerajaan-kerajaan Madura merupakan wilayah bawahan Kasunanan Mataram. Di era penjajahan Inggris dan Belanda-Prancis, para raja Sumenep dan Bangkalan yang bergelar panembahan itu kemudian diberi gelar dan kedudukan sebagai sultan, setara raja-raja Surakarta dan Yogyakarta, sampai di awal era negara kolonial Hindia Belanda. Selanjutnya, para penguasa Madura kembali bergelar panembahan, dengan kekuasaan yang semakin terkikis karena penetrasi yang dilakukan oleh gubernemen. Kerajaan-Kerajaan Madura akhirnya benar-benar dihapuskan sama sekali pada tahun 1853-1885, dan gubernemen Hindia Belanda menurunkan status para raja di Sumenep, Pamekasan dan Bangkalan menjadi seorang kepala daerah berpangkat bupati. Di Bangkalan, Belanda bahkan membongkar keraton milik keluarga Cakraningrat; sedangkan di Sumenep, bangunan keraton masih lestari sampai kemerdekaan Indonesia, menjadikan Keraton Sumenep sebagai satu-satunya bangunan keraton yang masih berdiri di Jawa Timur. 00:00 Riwayat Kerajaan-Kerajaan Madura di Era Kolonial 01:04 Galeri dan Sejarah Sultan dan Raja Sumenep 07:52 Galeri dan Sejarah Raja Pamekasan 10:47 Galeri dan Sejarah Sultan dan Raja Bangkalan [Dari Berbagai Sumber] #tempodulu #sejarah #pulaumadura

Kisah Cinta Gusti Nurul - Sejarah "Kembang Mangkunegaran" & Keteguhan Prinsip Sang Putri Solo

Fakta Kematian Sultan Hamengkubuwono IV - Konflik Pangeran Diponegoro dengan Keraton Yogyakarta

Nasionalisme Sunan Pakubuwono X - Melawan Belanda dengan Tur dan Lawatan Akbar

Sejarah Pembangunan Keraton Kutai Kartanegara - Istana Sultan Terkaya di Kalimantan

Sejarah Kabupaten Surabaya - Keraton, Raja Kecil, hingga Bupati Kembar

Sejarah Daerah Istimewa Surakarta - Kudeta, Tuduhan Pro Belanda, dan Kesetiaan Raja kepada Indonesia

Gagal Menjadi Raja & Berdirinya Mangkunegaran - Akhir Perjuangan Pangeran Sambernyawa

Melawan Lupa - Siapakah Penduduk Asli Jakarta?

Upacara Penobatan Sunan Pakubuwono XI di Keraton Surakarta tahun 1939 | Sejarah Pangeran Hangabehi

Artefak INDONESIA Sebanyak Ini di Belanda😱⁉️Main ke WERELDMUSEUM, Salah Satu Museum Terbesar di 🇳🇱

Kisah Anak Raja Belanda bertemu Pangeran Diponegoro di Fort Rotterdam Makassar 1837

The Siak Sultanate in the Dutch East Indies Era - Palace, Riau in the Past, and the History of th...
![Foto Pertama di Indonesia [1] - Para Raja Surakarta & Yogyakarta tahun 1860](https://i.ytimg.com/vi/6mfU0zW6Oa8/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLCuGWyBQ7gR9ocYQ8LMUtBfdaZOfQ)
Foto Pertama di Indonesia [1] - Para Raja Surakarta & Yogyakarta tahun 1860

ลายกินรี The Kinnaree Conspiracy EP.1 ตอนที่ 1/8 | 24-10-65 | Ch3Thailand
![Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta & Mangkunegaran Surakarta tahun 1920 [ID SUB]](https://i.ytimg.com/vi/PeRixRc-gAE/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLDMJnXi2PHiElQCa5uavcZyAAXVqw)
Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta & Mangkunegaran Surakarta tahun 1920 [ID SUB]

Ketika Raja Jawa membentuk Parlemen - Sejarah Dewan Bale Agung Surakarta

Penerus Takhta Kaisar Jawa - Krisis Suksesi Keraton Surakarta di Era Sunan Pakubuwono X

Kehidupan Oknum "Raja Sunda" di Era Kolonial - Sejarah Menak Jawa Barat Zaman Hindia Belanda

Portugal – Demokratische Republik Kongo Highlights | Gruppe K, FIFA WM 2026 | sportstudio

