Sejarah Daerah Istimewa Surakarta - Kudeta, Tuduhan Pro Belanda, dan Kesetiaan Raja kepada Indonesia
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Penguasa Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran yang sadar akan nasionalisme dan rasa persatuan, yaitu Susuhunan Pakubuwono XII dan Adipati Mangkunegara VIII, menyatakan bahwa beliau dan negeri beserta rakyatnya bergabung dengan Negara Republik Indonesia. Maklumat 1 September 1945, demikian pernyataan dua pemimpin muda itu dibuat, berisi pernyataan bahwa keduanya berdiri di belakang pemerintah pusat Negara Republik Indonesia. Mereka, bahkan tercatat sebagai kepala monarki pertama di Nusantara yang menggabungkan diri ke dalam negara republik yang baru berdiri itu. Keputusan Raja Jawa dan Pangeran Adipati dari Dinasti Mataram tersebut disambut sangat baik oleh pemerintah pusat, hingga Presiden Sukarno mengeluarkan piagam yang menetapkan swapraja Kasunanan Surakarta dan Kadipaten Mangkunegaran Surakarta masing-masing berkedudukan sebagai daerah istimewa, yaitu Daerah Istimewa Surakarta. Sejarah mencatat, bahwa Daerah Istimewa Surakarta merupakan daerah istimewa pertama yang dibentuk setelah Indonesia merdeka. Yang sayangnya, sejarah mencatat pula, bahwa Daerah Istimewa Surakarta menjadi daerah istimewa pertama yang kedudukannya dibekukan; dikudeta oleh oposisi radikal dan kelompok komunis, bahkan dikhianati oleh beberapa pejabat pemerintah pusat yang telah dipercaya oleh Sri Susuhunan dan Adipati Mangkunegara. 00:00 Pembuka 02:36 Takhta di Masa Perang 12:43 Kumandang Merdeka 30:56 Gejolak Anti Swapraja 50:46 DIS Dikudeta 1:09:37 Menuntut Keadilan 1:39:40 DIS di Masa Depan 1:49:58 Penutup dan Referensi [Dari Berbagai Sumber] #keratonsolo #keratonsurakarta #mangkunegaran #puramangkunegaran #sejarah #tempodulu

Wawancara Gusti Moeng: Benarkah Konflik Keraton Solo Akhirnya Tamat?

RAJA TERKEJAM DI NUSANTARA! Amangkurat I: Pembantaian 6000 Ulama & Skandal Rara Oyi

Kehidupan Oknum "Raja Sunda" di Era Kolonial - Sejarah Menak Jawa Barat Zaman Hindia Belanda

Fakta Perjanjian Giyanti 1755 - Terbelahnya Keraton Mataram oleh Pangeran Mangkubumi & Belanda

#bolatirta AKHIRNYA KESAMPEAN NGOBROL BARENG RAJA TERAKHIR: COACH JUSTIN!

Apakah Soeharto Terlibat Mendalangi G30S? Ft. Anhar Gonggong | The Perspective

Benarkah Kerja Rodi Belanda Tidak Dibayar? Sejarah Pembangunan Jalan Anyer-Penarukan

Ustadz Salim A Fillah - Babad Tanah Jawi

Gagal Menjadi Raja & Berdirinya Mangkunegaran - Akhir Perjuangan Pangeran Sambernyawa

Kisah Cinta Gusti Nurul - Sejarah "Kembang Mangkunegaran" & Keteguhan Prinsip Sang Putri Solo

Artefak INDONESIA Sebanyak Ini di Belanda😱⁉️Main ke WERELDMUSEUM, Salah Satu Museum Terbesar di 🇳🇱

"SANG MENTERI DUKUN" ORDE BARU | SUDJONO HUMARDANI

Di Balik Layar Raja Muda Mangkunegara X: Kerja Jadi Pengacara hingga Teka-teki Calon Permaisuri
![[FULL] Jokowi Hits the Campaign Trail, What Does It Signal? | Democracy Notes tvOne](https://i.ytimg.com/vi/Ta2vvdZg2so/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLAiZEe0_slWI1XhMbLJ2ELhchHc5A)
[FULL] Jokowi Hits the Campaign Trail, What Does It Signal? | Democracy Notes tvOne

Rare Documentary Film - 1921 - The Beginning of the Dutch Trading Ship to Belawan, Dutch East Ind...
![Akar Konflik Keraton Solo, Berebut Tahta Berujung 18 Tahun Prahara Keluarga [Part 2]](https://i.ytimg.com/vi/3lDsOXzrCZo/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLBlfNl66GLqf4FdOf_6Qrn6ClfeCg)
Akar Konflik Keraton Solo, Berebut Tahta Berujung 18 Tahun Prahara Keluarga [Part 2]

48 Hours That Changed Indonesia - A Chaos of Coups and Propaganda

Nasionalisme Sunan Pakubuwono X - Melawan Belanda dengan Tur dan Lawatan Akbar

Amangkurat Agung Dihapus Sejarah? - Temu Tamu Podcast (Eps 3)

