Mengapa kekerasan pada warga sipil di Papua terus terjadi? - BBC News Indonesia
Operasi militer di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, diduga menewaskan belasan orang. TNI mengeklaim menargetkan anggota TPNPB-OPM, tapi hasil investigasi kelompok sipil menyebut aparat justru menyasar warga. Kekerasan yang membikin nyawa warga sipil di Papua lenyap tidak cuma muncul di Kabupaten Puncak. Akhir Maret silam, lima warga di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, tewas tertembak selepas aparat kepolisian menyisir kampung-kampung dalam rangka "pengamanan" kericuhan. Sebulan usai insiden di Dogiyai, seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Yemis Yohame meninggal sebab timah panas. Tubuh Yemis ditemukan di pinggir jalan raya saat dirinya tengah mengakses internet di sebuah kios. Minggu lalu, sedikitnya tujuh warga Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, diwartakan terluka imbas ledakan benda yang disinyalir bom. Korban terkena ledakan ketika hendak mengevakuasi jenazah warga Kampung Erenggobak, Tarling Wanimbo, yang diduga meninggal oleh tembakan aparat keamanan beberapa hari sebelumnya. Akhir April 2026, di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak di Ilaga, ribuan elemen sipil melangsungkan aksi damai mendesak penghentian kekerasan militer. Seminggu berselang, giliran massa di Jayapura yang menggelar demonstrasi bertajuk "Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan." Aksi ini dibalas tembakan gas air mata oleh aparat yang berjaga. Amnesty International Indonesia, lewat keterangannya, menyatakan baru empat bulan 2026 bergulir, "eskalasi konflik bersenjata antara TNI-Polri dan TPNPB-OPM meningkat" sehingga "mengakibatkan pelanggaran HAM" yang menyasar masyarakat sipil di Papua. Hal itu, sambung Amnesty International Indonesia, terbukti dari "jumlah pengungsi internal yang terus meningkat, penembakan terhadap warga sipil, hingga penangkapan sewenang-wenang maupun penyiksaan." ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: / bbcindonesia ▪️ Twitter: / bbcindonesia ▪️ Facebook: / bbcnewsindonesia #bbcindonesia

Kisah Korban Pelanggaran HAM Saat Konflik di Aceh | MERAWAT INGATAN

Papuan Skies: On the frontlines of Indonesia's "food estate" project (Bahasa Indonesia & English)

Tangan-tangan negara menghapus jejak pemerkosaan massal 1998

TPNPB OPM Sebar Video Eksekusi 3 Warga di Papua Pegunungan | OneNews Update

Food Estate Sumatra Utara: 'Ini lumbung pangan untuk siapa?' - BBC News Indonesia

Chichvarkin Saves Putin | Vitaly Portnikov

Militerisme Balik Lagi? | GARIS DEPAN

Sejarah kelam 'ianfu', budak seks militer Jepang dalam Perang Dunia II - BBC News Indonesia

Kenapa Proyek Koperasi Desa Ini Lebih Ngeri Dari MBG?

Tragedi 1965 di Padang Halaban: Warga dituduh PKI, dibunuh, lalu tanahnya dirampas

BGN jadi lembaga kuat dan berpengaruh di pemerintahan Prabowo

🔴LIVE KKB: Polisi Bantah Kontak Tembak Antara KKB Papua dengan Aparat di Ilaga Papua

Adopsi ilegal: 'Saya diadopsi orang Belanda, tapi ingin jadi WNI'

8.000 warga lepas status WNI, kenapa muncul fenomena ini?

Kronologi dan bukti kasus Andrie Yunus yang belum diungkap dalam penyidikan resmi

Jon Stewart on Trump's "Meritocracy" & Desi Lydic on MAGA Moving Iran Goalposts | The Daily Show

Inside the Pirahã World: Deciphering the Amazon’s Most Enigmatic Language | SLICE | FULL DOCUMENTARY

Sekali Jokowi Tunjukkan Ijazah, Ribuan Pertanyaan Bisa Bermunculan!

Benny Wenda: "Nasib bangsa Papua dikorbankan" - BBC News Indonesia

