Ruwajaya Ruwaketu | Cerita Wayang Bali

Cerita Ruwajaya Ruwaketu merupakan salah satu lakon dalam epos Mahabharata yang mengisahkan perjalanan Sang Baladewa dan Sang Kresna menuju Gunung Arnawa. Kisah diawali di Kerajaan Dwarawati ketika Sang Baladewa mengundang Sang Kresna untuk mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, Baladewa mengenang peristiwa gugurnya Prabu Kangsa di tangan mereka. Meskipun Prabu Kangsa merupakan raja yang angkara murka, ia tetap merupakan paman mereka sehingga Baladewa berpendapat bahwa arwahnya layak memperoleh upacara penyucian. Oleh karena itu, Baladewa berniat mengambil tirta suci di Gunung Arnawa dan mengajak Sang Kresna untuk menemaninya. Sang Kresna pun menyetujui ajakan tersebut sehingga keduanya segera berangkat menuju Gunung Arnawa. Sementara itu, di Gunung Arnawa berdiam dua pertapa durjana bernama Rsi Ruwajaya dan Rsi Ruwaketu. Walaupun telah menyandang gelar resi, keduanya justru memiliki sifat sombong dan sewenang-wenang. Bahkan para abdi mereka, Delem dan Sangut, menyadari bahwa perilaku kedua tuannya tidak mencerminkan seorang resi yang sejati. Ketika mengetahui ada orang yang mendekati wilayah Gunung Arnawa, Rsi Ruwajaya dan Rsi Ruwaketu segera memerintahkan para pengikut mereka untuk mengusir dan membunuh siapa pun yang memasuki kawasan tersebut. Untuk melaksanakan perintah itu, mereka mengirim pasukan rencangan yang berwujud burung Garuda. Sesampainya di Gunung Arnawa, Sang Baladewa dan Sang Kresna mendengar suara burung Garuda yang datang menghampiri mereka. Setelah mengetahui bahwa para Garuda diperintahkan untuk membunuh setiap orang yang memasuki wilayah Gunung Arnawa, Sang Baladewa menjadi murka. Pertempuran pun tidak dapat dihindari. Dengan kesaktian yang mereka miliki, Sang Baladewa dan Sang Kresna berhasil mengalahkan seluruh pasukan Garuda. Kekalahan tersebut mendorong Patih Mergataru yang berwujud wanara untuk turun ke medan perang. Namun, Patih Mergataru pun akhirnya mengalami nasib yang sama dan berhasil dikalahkan. Melihat seluruh bawahannya telah gugur, Rsi Ruwajaya dan Rsi Ruwaketu akhirnya maju menghadapi Sang Baladewa dan Sang Kresna secara langsung. Rsi Ruwajaya terlebih dahulu menggunakan senjatanya untuk mengikat kedua kesatria tersebut. Setelah mereka berhasil dilumpuhkan, Rsi Ruwaketu mengeluarkan Geni Astra dan membakar Sang Baladewa serta Sang Kresna. Akan tetapi, serangan tersebut justru membangkitkan kemarahan keduanya hingga mereka berubah ke dalam wujud Pemurtian yang jauh lebih sakti. Dalam wujud tersebut, Sang Baladewa dan Sang Kresna menyerang balik hingga Rsi Ruwajaya dan Rsi Ruwaketu dibuat kocar-kacir. Pada akhirnya, kedua resi durjana itu berhasil dikalahkan sehingga kemenangan berada di pihak Sang Baladewa dan Sang Kresna. Sumber gambar:   / 873060399513517   https://www.pinterest.com/ ville-ge.ch/meg/sql/musinfo00.php?debut=0&what=wayang bali&bool=AND&dpt=ETHAS   / nopa_widjaya   https://wayanglistrikhawaii.com/wayan... Sumber cerita:    • Dalang Muda‼️ Wayang Ruwajaya Ruwaketu    Sumber audio:    • Gending Gegunem wayang, Alas arum, angkat ...   #Wayang #WayangBali #WayangKulit #WayangParwa #Pewayangan #CeritaWayang #LakonWayang #Mahabharata #CeritaMahabharata #RuwajayaRuwaketu #RsiRuwajaya #RsiRuwaketu #Baladewa #SangBaladewa #Kresna #SangKresna #Dwarawati #PrabuKangsa #Kangsa #GunungArnawa #Arnawa #PatihMergataru #Mergataru #Garuda #GeniAstra #Pemurtian #Resi #Wanara #Delem #Sangut #MitologiHindu #MitologiBali #WayangMahabharata #BudayaBali #BudayaIndonesia #WarisanBudaya #SeniTradisional #CeritaNusantara #LegendaNusantara #HinduBali #TraditionalArt #BalineseCulture #IndonesianCulture #Mythology #Indonesia