02 - GIORGIO AGAMBEN - Mitha Budhyarto
Rekaman 19 Maret 2012 - Unpar Jl. Nias Bandung Paparan dari Mitha Budhyarto mengenai Kebudayan menurut Filsuf Giorgio Agamben. ::: Katalog Video YT Pustaka Matahari: https://bit.ly/Katalog_Video_YTPustak... ::: Extension Course Filsafat : "KEBUDAYAAN: Menurut para Filsuf Kontemporer" Situasi akhir abad duapuluh telah menyebabkan kiblat budaya berubah nyaris total. Karenanya, kiprah kebudayaan saat ini tak lagi bisa dipahami melalui kerangka-kerangka pikir modern. Para filsuf yang telah dianggap sebagai pilar-pilar peradaban modern barat seperti Kant, Hegel, Marx, Freud, atau Nietzsche misalnya, diperkarakan atau ditafsir ulang secara sama sekali baru. Konsep-konsep dasar yang penting untuk memahami kebudayaan seperti rasionalitas, subyek individu, identitas, ideologi, bahasa, posisi agama atau sains, misalnya, dipertanyakan dan dibongkar habis-habisan. Para filsuf kontemporer, sambil mengritik dan menjungkirbalikkan tradisi Aufklärung Barat, telah mencoba mencari kerangka-kerangka baru untuk memahami perubahan radikal dan pesat kebudayaan manusia pasca Perang Dunia I dan II, yang ditandai dengan gelagat dekolonisasi bangsa-bangsa jajahan, revolusi kaum muda tahun 68an, skeptisisme intelektual, kesadaran baru atas gender, masalah lingkungan, dsb. Yang menarik adalah bahwa dalam situasi interaksi sejagat yang kian ketat saat ini, semua kebudayaan menjadi korban dan penyebab sekaligus. Barat dan non-Barat sama-sama mengalami kekisruhan serupa. Dimana-mana merebak kesadaran yang seringkali skeptik atas kompleksitas, ketidaktentuan, perubahan dan pluralitas. Ada kecemasan yang sama ihwal hilangnya kepastian arah hidup beserta implikasi etisnya yang kian tak terkontrol. Dengan kata lain, pemahaman atas makna dan dinamika kebudayaan adalah masalah besar semua manusia saat ini, masalah bersama. Maka dalam rangka memahami kebudayaan dalam konteks kontemporer itu, ada baiknya kita mengenali pemikiran-pemikiran para filsuf mutakhir tentangnya. Berharap melalui gagasan mereka kita dapat melihat bermacam kemungkinan untuk memahami kompleksitas situasi kita saat ini.

Ngulik Zizek: Filsafat, Ideologi, dan Budaya yang Bikin Kita Nggak Nyadar Sedang Ditipu

Rahasia Diri: Mengapa Kita Tak Pernah Benar-Benar Utuh? - Jacques Lacan

EPISTEMOLOGI: Berpikir Ulang Tentang Pengetahuan: Antara Fakta, Bahasa, dan Nilai

SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS Ke - 42 ISI Yogyakarta 2026

09 - HELEN CIXOUS - Wening Udasmoro

FAHRUDDIN FAIZ : GEN-Z PERLU KONTEMPLASI AGAR LEBIH FOKUS DAN TAHAN BANTING.

Ateis atau Agnostik? Bertrand Russel Perspektif Paradigma Sistemik | Intuisionistik ID

Interview with Giorgio Agamben, August 2020

Realitas Itu Jamak: Badiou dan Cara Baru Memahami Kebudayaan | ALAIN BADIOU - Bambang I.Sugiharto

What is Homo Sacer? | Giorgio Agamben | Keyword

NADIEM OTOMATIS AKAN DIHUKUM KARENA IBAM DIHUKUM? I Chairul Huda & Aristo Pangaribuan

Giorgio Agamben. Gesture, or the Structure of Art. 2011

Dekonstruksi: Membongkar Makna, Merawat Perbedaan - DERRIDA

MAHFUD, ROCKY, HINGGA TIYO BONGKAR KEGAGALAN REFORMASI

老梁:民主不是中国人的期权

Giorgio Agamben. What is a Paradigm. 2002 1/10

AHMAD KHOZINUDIN: HUKUM TAJAM KEPADA PENGKRITIK JOKOWI NAMUN TUMPUL KEPADA TERMUL...!!!

Hasan Piker & Yanis Varoufakis | Banned for Insufficient Support of Genocide
![Eps: 71: [Full] 2,5 Jam Paham Madilog Tan Malaka Tanpa Buku‼️ #tanmalaka #madilog #dialektika](https://i.ytimg.com/vi/ebu1gbHs-tw/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLArRsr7u2UfK-1A3JImpXAyLdvr-w)
