Kegelapan Yang Mengerikan (Yohanes 3:19-21) | Pdt. Yakub Tri Handoko
Dalam khotbah-khotbah sebelumnya kita sudah membahas tentang makna injil. Injil Yesus Kristus. Injil yang murni dan utuh. Beragam aspek yang terkait dengan definisi injil sudah dijabarkan. Dalam beberapa minggu ke depan kita akan mengupas alasan-alasan mengapa harapan satu-satunya bagi manusia berdosa untuk diselamatkan hanyalah oleh karya Roh Kudus yang bekerja melalui berita injil. Salah satu alasan yang akan diterangkan hari ini adalah kegelapan yang mengakar (radikal) dalam hati manusia. Apakah persoalan manusia hanyalah ketidaktahuan atau ketidakadaan terang? Sama sekali tidak! Lalu, apa yang menjadi akar masalah yang sesungguhnya? Itulah yang akan dijelaskan dalam khotbah hari ini. Teks kita hari ini menyinggung tentang dua respons berbeda terhadap kedatangan terang ke dalam dunia. Dari konteks yang ada terlihat bahwa “terang” yang dimaksud di sini adalah Yesus Kristus sendiri. Bapa telah mengutus Anak ke dalam dunia (3:17). Yesus Kristus terang bagi manusia (1:4). Dia bercahaya di tengah kegelapan (1:5). Dia adalah terang yang sesungguhnya (1:7-8). Jadi, kedatangan Kristus ke dunia lebih dari 2000 tahun yang lalu sebenarnya menempatkan semua orang dalam posisi yang sama: mereka dalam taraf tertentu sudah memperoleh terang. Persoalannya, tidak semua orang menunjukkan respons yang sama terhadap kedatangan terang itu. Respons mereka itulah yang akan menentukan penghakiman seperti apa yang akan mereka terima. Ayat 19 dimulai dengan: “Dan inilah hukuman itu” (krisis). Secara hurufiah, kata Yunani krisis (LAI:TB “hukuman”) mengandung arti yang netral (“penghakiman”, ASV/RSV/NASB/ESV “judgment”) atau negatif (“penghukuman”, KJV “condemnation”. NIV “verdict”). Seseorang yang berada di dalam krisis belum tentu dinyatakan bersalah dan dihukum. Sesuai konteks ayat 17-21, kita sebaiknya memahami krisis secara netral. Kedatangan Kristus ke dalam dunia tidak selalu membawa penghukuman (3:17). Namun, sikap orang terhadap kedatangan itulah yang menentukan apakah penghakiman itu pada akhirnya akan menjadi penghukuman (3:18). Ada orang yang memang menolak terang, dan karena itu akan dihukum (3:19-20). Ada pula yang merengkuh terang itu dan diselamatkan (3:21). // Khotbah Umum 04 Maret 2018 Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko // Subscribe to our YouTube channel: / gracealoneministry Stay connected: / gracealoneministry http://www.gracealone.id

TUHAN Tempat Perlindungan Yang Teguh (Mazmur 91) | Pdt. Yakub Tri Handoko

Lebih Dari Sekadar Kebaikan Diri (Yohanes 3:1-8) - Pdt. Yakub Tri Handoko

ISRAEL HANCUR LEBUR!! Ekonomi Mundur Puluhan Tahun, Trump Angkat Tangan! - Ust. Pizaro Gozali

How Noah's Ark Was Designed — Biblical Engineering

IBADAH MINGGU 7 JUNI 2026

NONSTOP ALBUM ROHANI SAAT TEDUH PILIHAN TERBAIK 2026 - OLEH KARENA KEMURAHAN TUHAN

Belajar Penginjilan Dari Yesus (Yohanes 4:3-26) - Pdt. Yakub Tri Handoko

📜AN OPEN LETTER from CATHOLIC LAITY to Dr. Esra BACKFIRES? Here’s the Knockout Response!

LEBIH PARAH DARI RUPIAH!! MATA UANG INDIA HANCUR -10%, PM MODI PAKSA STOP BELI EMAS??

Gadis Tak Remehkan Pengemis Dan Menikahinya Lahirkan Anak Jenius, Ternyata Suaminya Orang Terkaya!

2 Kali Jadi Dokter Haji, Saya Tak Pernah Menyangka Ini Akan Terjadi | Curhatan Murtadin

Keluarga dan Dosa (Kejadian 16:1-6) | Pdt. Yakub Tri Handoko

DR. BAMBANG NOORSENA: KENAPA UMAT KRISTEN TIDAK MENGAKUI MUHAMMAD? FAKTA INI JARANG DIBAHAS!

Menjadi Murid Yesus (Mat. 4:18-22) | Pdt. Yakub Tri Handoko

Christians vs Buddhists vs Hindus | The Bridge

REC Galaxy Mall - Kenyamanan Diri Atau Penyerahan Diri? (Matius 16:24-28) - Pdt. Yakub Tri Handoko

Apa Sih Teologi Reformed Itu? - Sebuah Pengantar Singkat Tentang Teologi Reformed Yakub Tri Handoko

Kasih Yang Memberi Harapan (Ratapan 3:21-24) - Pdt. Yakub Tri Handoko

HOLY SPIRIT SONGS | SONGS FROM GOD'S PRESENCE

