Maestro Seni Terbang Laro #pemkabpasuruan #pasuruanjawatimur #wisatabudaya

Kesenian Terbang Laro adalah kesenian khas dari Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan terletak di lereng gunung Arjuno dengan ketinggian 560 dpl. dengan berbatasan sebelah selatan Desa Sumberrejo, sebelah timur Desa Pager, sebelah utara Desa Karang rejo Kecamatan Purwosari sebelah barat Desa Jatiarjo Kecamatan Prigen dan wilayah perhutani. Seni Terbang Laro merupakan salah satu kesenian tradisional yang eksis pada Tahun 1953 sampai saat ini. Munculnya Seni Terbang Laro berawal dari kegiatan Cendono selesai bercocok tanam melepas lelah, berkumpul di “Pedepokan Dempok” bermain musik rebana/terbang dan puji-pujian mengagungkan asma Allah SWT. bersholawat dan puji-pujian suri tauladan Nabi Muhammad SAW. dan juga sekaligus untuk menghindari dari penyerangan penjajah belanda. Pencipta Seni Terbang Laro pertama kali adalah Syeh Zainal Abidin atau mbah Condro Bening yang juga termasuk sesepuh padepokan setempat tepatnya pada tahun 1953, dilanjutkan generasi kedua yaitu Bapak Ruslan pada era 1960-an hingga tahun 1980, berikutnya estafet generasi ketiga pengasuh Seni Terbang Laro yakni Bapak Ali Sutedjo pada tahun 1980, selanjutnya Bapak Hasan Asy’ari tahun 1990-an, dan dilanjutkan kepada Bapak Sanari tahun 2000 bersama Bapak Kusman Ali dan Bapak Narko sebagai maestro penabuh (Wiyaga) sampai dengan sekarang. Seni Terbang Laro merupakan kesenian rakyat yang memadukan musik hadrah, tari, dan seni peran dalam satu struktur pertunjukan atau teather. Kesenian ini berkembang di Desa Cendono dan menjadi identitas budaya masyarakat lereng Arjuno di Kabupaten Pasuruan. Lakon atau cerita dari pertunjukan atau teather diambil dari cerita yang berlatar belakang agama islam dan cerita tentang pahlawan kabupaten Pasuruan seperti Untung Suropati dan Sakera. Dalam pagelaran Seni Terbang Laro terbagi menjadi beberapa adegan tari, yaitu: Adegan Tari Adred duduk (Pembuka), Adegan Tari Kendayaan (Inti), Adegan Tari Lingsir (Inti), Adegan Tari Seri (Inti), dan Adegan Tari polisi-polisian (Penutup). Semua adegan tari mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Dalam pertunjukan Seni Terbang Laro Jenis adegan tarian tidak harus dipentaskan keseluruhan dan bisa dipilih sesuai kebutuhan. #explorepasuruan #pasuruanjawatimur #pemkabpasuruan #pasuruanbangkit #pesonapasuruan #wisatapasuruan #wisatabudaya