Tanah Tercecer di Jalan Lingkar Kaliwungu Akibat Pengerukan Tanah
Aktivitas truk pengangkut tanah di proyek pengurukan lahan Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Sumberejo, Kabupaten Kendal, terus menjadi sorotan. Tanah yang berceceran di sepanjang jalan membuat permukaan aspal licin dan membahayakan pengguna jalan. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya enam pengendara motor mengalami kecelakaan akibat terpeleset di jalur tersebut. Kondisi semakin parah saat hujan turun karena tanah berubah menjadi lumpur tebal. Senin siang, Unit Gakkum Satlantas Polres Kendal turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi. Petugas memeriksa area terdampak serta melakukan pengukuran jalan yang dipenuhi ceceran tanah. Selain memberikan imbauan kepada pelaksana proyek agar rutin membersihkan jalan, polisi juga menemukan proyek pengurukan belum memiliki izin analisis dampak lalu lintas atau andalalin. Petugas juga menyebut pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sebelumnya telah melayangkan surat teguran kepada pelaksana proyek karena dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan jalan. Jika teguran tidak diindahkan, polisi mengancam akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghentikan sementara aktivitas pengurukan. Dari pantauan di lokasi, ceceran tanah bahkan mencapai sekitar tujuh ratus meter dari area proyek. Kondisi jalan yang berada di jalur menurun dan tikungan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi meski rambu peringatan telah dipasang. TIM LIPUTAN MELAPORKAN UNTUK SUARA MERDEKA KENDAL TV
