Sudah (Originally by Ardhito Pramono - Story of Kale)

Menyudahi semua perkara, kemudian meyakini bahwa hal baik akan tiba. Lagu ini adalah pelajaran terbaik dalam bab romansa. Pasca merayakan luka sebab yang dirasa sebelumnya kini harus segera disudahi. Mengambil peran sebagai yang disakiti hingga sadar bahwa sudah waktunya untuk memahami patah hati. Memilah yang baik bagi diri, menjadi yang bijak untuk menghidupi, berdamai dengan naluri, hingga menemukan bahagiamu sendiri. Persoalan yang sebenarnya bisa dihadapi ketika hati sudah benar-benar siap untuk patah lagi. Lalu sesekali mengingat kembali, yang sempat hilang menjadi pelajaran terbaik dalam menyikapi yang akan datang. Menemukan kebahagian bukan berarti harus memaksakan, membahagiakan tak harus dilebih-lebihkan. Kembali ke diri. Sebab datangnya dari hati sendiri. Mutlak milik setiap pribadi. Menciptakan dari dalam, bukan memasrahkan. Bahagia tak butuh nama ketika kita berhak atas segala rasa. Namun mereka punya batasan karena yang berlebihan bisa jadi mengecewakan. Maka dari itu, seyogianya diri bisa memahami prasangka yang tumbuh, hingga menemukan bahagia yang utuh. Peka terhadap bagaimana semesta memperlakukan kita. Sesekali merenungi yang sudah terjadi untuk kembali mengingat bahwa yang akan datang juga butuh lebih berhati-hati. Mendewasakan bagaimana hati menyikapi rasa. Bertahan agar tak seperti sebelumnya. Menemukan yang sempat menjadi tiada. Semua akan baik-baik saja, duka perlahan tiada, luka akan sirna, malam dan semua yang ditakuti akan reda, semesta tak apa-apa, tinggal bagaimana kita. _ Temukan saya di lain sosial media!   / adhabuyung     / kiarakelana     / adha-buyung     / adhabuyung   Dengarkan juga versi originalnya! https://open.spotify.com/track/5QGdWv...