Diskas Episode 12 : Amerta

Pertama gue denger track Bleeker dari Amerta, gue dapat sensasi yang sama ketika mendengar lagu Epic dari Faith No More di penghujung tahun 1989. Mutasi Heavy Metal yang refreshing dan baru, ngga cuma ngandalin speed dan teknik. Ngga sepenuhnya orisinil juga, tapi kayak ngebuka opsi kalo ternyata musik Metal bisa dibawa ke teritori berbeda dan tidak terduga. Menghasilkan hybrid unik yang meyakinkan kita kalo masa depan musik Metal bakalan lebih seru dan sangar. Dulu Faith No More langsung disebut sebagai 'The Future of Heavy Metal' sama banyak media. Titel yang sama bisa gue sematkan untuk Amerta. Dengan formula variatif dan dinamik yang jarang gue temuin di repertoire band-band metal lokal. Mulai dari tekstur, atmosfir juga komposisi benar-benar dipikirkan dan disuguhkan dengan intensitas & musicianship prima yang bakalan ngerubah persepsi lo tentang definisi Metal. Yuk kita dengerin diskusi seru Eka Annash dengan Raja Humuntar (gitaris), Auliya Akbar (drums), Anida Bajumi (bass+vokal) dan Indra Darmawan (synth+vokal) di episode ini. Bagaimana Amerta terbentuk, gimana koneksi nya dengan band-band sebelumnya (Revenge, Avhath, Dental Surf Combat, dll) dan ekspektasi seperti apa album debut-nya nanti. Jangan lupa like dan subscribe nya. Diskas tayang setiap Jumat jam 5 sore Jangan lupa follow Instagram :   / diskasmedia   Facebook :   / 63339.  . Twitter :   / diskasmedia   Juga follow pihak yang membantu produsi Diskas! Amerta :   / _amerta_   Sinemasta Pictures :   / sinemasta.p.  . Maternal Disaster :   / maternal_di.  . Produser Eksekutif : Eka Annash & Sinemasta Pictures Produser : Muhammad Aflah Kamera 1 : Kiky Kamera 2 : Aflah Kamera 3 : Rahria Fotogrfer : Abduh & Wizra Editor 1 : Aflah Motion Grafis : Dhika Desain Grafis : Eka Annash