Pakeliran Layar Lebar "I Renggan" | Komposisi Wayang Baru | pedalangan ISI Denpasar.

Sinopsis Mengetahui Gunung Puncak Mundi dirobohkan oleh dewa yang bersemayam di Gunung Agung yaitu Dewa Putranjaya (Hyang Toh Langkir), I Rengganpun berniat untuk melawan Dewa Gunung Agung tersebut. I Renggan pun melakukan tapa bharata memohon keselamatan berlayar kepada Dewa Bharuna, dan Dewa Bharuna memberikan kesaktian kepada I Renggan tidak bisa dibunuh oleh dewa sekalipun. Kemudian I Renggan berencana segera menerjang Gunung Tohlangkir dengan perahu sakti milik kakeknya I Dukung Jumpungan. Berlayarlah I Renggan dengan anak buahnya yang berjumlah 1.500 orang menuju Bali, semua yang ditabrak oleh I Renggan menjadi sirna. Dewa putranjaya yang mengetahui kedatangan dari I Renggan yang mulai datang untuk siap menerjang pulau bali, dewa putanjaya pun mulai resah lalu meminta bantuan kepada Dewa Bharuna. Saat sedang kencangnya kapal I Renggan melaju tiba tiba sesuatu menarik kapal dari I Renggan dari dalam Samudra berupa Gurita raksasa yang diciptakan oleh Dewa Bharuna. Gurita itu pun melilit kapal dari I Renggan menyeret kapal dan karam di Biyas Muntig Nusa Cenik Ujung perahu tersebut membentuk anjungan Nusa Cenik, sementara bagian belakangnya menghadap kebawah, sedangkat layar dari perahu I Renggan Tertiup angin terseret ke arah barat membuat kapal I Renggan rebahan menimpa Nusa Cenik, akibatnya, membelah Nusa Cenik menjadi dua yang saat ini dikenal dengan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Setelah gagal kedua kalinya I Renggan menyerah untuk menerjang Bali. Dalang: I Komang Triana Sparsa Lingga Krisna. Penata Iringan: Anak Agung Gede Agung Tresna Priya DS.