Hidup sebagai Proses: Menyelami Cara Pandang Eksistensial Mulla Shadra
MULLA SHADRA adalah salah seorang filosof Islam yang dilahirkan pada abad ke-10 H (abad 16 M) di Syiraz, sebuah kota di Iran, di kawasan sekitar Persepolis (979 H.S./1571 M). Mulla Shadra bukan sekedar filosof paling terkenal selama enam abad terakhir. Bagi sebagian orang ia telah dianggap setara dengan Ibn Sina dan al-Farabi, bahkan melampaui keduanya. Meskipun ia menguasai semua mazhab filsafat di zamannya (Peripatetik, Iluminasionisme, Teologi Islam dan ’Irfan), ia tak pernah secara total dipengaruhi semuanya. Ia bahkan meretas mazhab filsafatnya sendiri, yakni Filsafat Transenden (Al-Hikmah Al-Muta’aliyah). Ia mengkritik semua titik lemah yang disuguhkan oleh filsuf agung sebelumnya dan mencoba menyajikan sejumlah pemecahan filosofis atas masalah-masalah tersebut. Dalam risalahnya, Mulla Shadra telah menampilkan prinsip-prinsip umum dan khususnya sendiri yang jumlahnya lebih dari 150 masalah, ide dan teori. Di pusat-pusat filsafat, bagaimanapun, sekitar sepuluh teori atau gagasannya yang paling pokok dan terkenal dianggap telah menyumbangkan landasan bagi mazhabnya sendiri, seperti prinsip ashalah al-wujud, tasykik al-wujud, prinsip kebenaran yang paling sederhana, kesatuan subjek dan objek pengetahuan (ittihad al-’aqil wa al-ma’qul), gerakan transubstansial (al-harakah al-jawharriyah), imaterialitas dunia imajinasi, dan lain-lain. Dalam usaha menggali dan memahami karya Shadra inilah, kuliah ini diadakan. Kuliah ini berjalan di atas semangat memahami, mengkaji dan mengkritisi pemikiran para filsuf Muslim. Semangat ini bukanlah semangat baru yang datang dari luar khazanah Islam, melainkan semangat yang ditunjukkan sendiri oleh para cendekiawan Muslim klasik, termasuk Mulla Shadra sendiri. PEMBICARA Muhammad Subhi Ibrahim, M. Hum (Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Jakarta) Kanal Youtube Mas Muhammad Subhi Ibrahim / @subhipedia Bagian 2 • MULLA SHADRA 02 - M. Subhi Ibrahim Lampiran https://drive.google.com/drive/folder...

MULLA SHADRA 02 - M. Subhi Ibrahim

Heidegger dan Misteri ‘Ada’ yang Kita Jalani

Analisis Masyarakat dan Peradaban Ibnu Khaldun: Mengapa Bangsa Besar Bisa Hancur dari Dalam?

Fahruddin Faiz : Mati dalam Hidup

UNTOLD STORY: AMIEN RAIS BONGKAR KELAKUAN PRABOWO, JOKOWI DAN TEDDY

Mengapa Perlu Belajar Teologi di Era Teknologi?|Logika Keimanan|Abdul Wahab, Indra Dwi, Ahmad Ataka

UGM VS REZIM
![Filsafat Islam (07) Apa sih bedanya Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf [ Dr Kholid Al Walid ]](https://i.ytimg.com/vi/Z1c15XRug6g/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLBW1wPzmuiIkIYP9LLYu4-QcL9UZA)
Filsafat Islam (07) Apa sih bedanya Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf [ Dr Kholid Al Walid ]

Krisis Berpikir di Era Modern Apakah Anda Siap?

Cara Dunia Main di Kepala Kita: Ngulik Pikiran Bourdieu | Haryatmoko

Ngaji Filsafat 58 : Mulla Shadra

Ketika Nalar Tak Lagi Cukup Menjelaskan Hidup | Postmodernisme

Seni Hidup Filosofis: Ketika Filsafat Menjadi Perjalanan Jiwa - Bambang I. Sugiharto

Mengenal Mulla Sadra: Pendiri Mazhab Filsafat al-Hikmah al-Muta'aliyah -- Dr. Kholid Al Walid, M.Ag

Teori Tindakan Komunikatif: Gagasan Besar Habermas yang Mengubah Cara Kita Memahami Masyarakat

Kenali dirimu maka kamu akan mengenal ALLAH Ngaji Filsafat Dr.Fahruddin Faiz

BAHAYANYA DADAN HINDAYANA

Latihan Otak: Cara Melihat Pola yang Tidak Dilihat Orang Lain

Kelas Filsafat. Filsafat Abad Pertengahan: Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd dalam Filsafat Barat Pertengahan

