Mengemukakan Rasa Syukur
#PiwelingMaiyah berikut ini adalah kutipan video sinau bareng tahun 2018, dan kurang lebih beginilah pointernya; Pointer yang pertama mbah nun mengawali dengan ngendiko; Bahwa malam hari ini beliau ingin mengungkapkan rasa syukur Karena diantara semua hadirin yang bersyukur beliau lah yang paling bersyukur. Selanjutnya, Setelah ngendiko demikian kemudian mbah nun perlahan-lahan menjelaskanya. Jadi mbah nun ngendiko bahwa; sebenarnya beliau itu tidak pernah faham kenapa kok beliau malam-malam begini duduk disini ini, pada posisi seperti begini ini sebenarnya tidak faham, Karena menurut beliau begini; kan negara ini sudah ada strukturnya, sudah ada anatominya, sudah ada bagian-bagianya, sudah ada departemen-departemenya. Semua audah ada petugasnya lah NU juga begitu sudah ada petugasnya, Muhammadiyah juga sudah ada, Atau MUI dan setersunya semua sudah ada organisasinya semua. Sedangkan beliau kan tidak ada di semua kirsi itu, tidak ada di semua posisi itu, Lha tapi kok sekarang ini dan malam-malam sebelumnya beliau selalu ada ditengah-tengah masyarakat dan duduk bersama Kapolres, Ketua Muhammadiyah, Ketua NU, para Kyai, bapak Bupati dan seterusnya. Selanjutnya mbah nun pun ngendiko begini; Saya itu sebenarnya itu malu, Karena siapa toh saya itu, Saya hanya rakyat biasa, tidak punya pencapaian apa-apa, tidak pernah jadi apa-apa, tidak punya apa-apa. Akan tetapi kok aku diposiaikan seperti begini. Mudah-mudahan itu ada rahasia tertentuh dari Allah. Kemudian pointer selanjutnya mbah nun pun ngendiko bahwa acara maiyahan pada malam hari ini yang mbah nun bersama kyaikanjeng saja sudah pementasan yang ke 3900. Sedangkan yang mbah nun sendirian sudah tidak terhitung. Sampai sini kemudian mbah nun kemudian perlahan-lahan menerangkan maksudnya, Jadi beliau hampir setiap malam beliau itu berkeliling-keliling kota menemani anak-anak muda di seluruh indonesia itu tidak ada niatan lain selain lecuali hanya untuk bertemu teman-teman dan anak-cucu saja. Beliau sudah beribu-ribu kali bertemu masyarakat sampai detik ini tidak untuk kampanye dan tidak juga karena ingin menjadi apa-apa. Kemudian mbah nun pun menegaskan kembali, Bahwa Tujuanya ya hanya itu tadi, Bertemu teman-teman dan anak-cucu. Pointer Selanjtnya mbah nun pun mengungkapkan harapan dan optimismenya dengan ngendiko bahwa beliau ini tidak sedang akan manjat apa-apa, Dan juga tidak ingin menjadi apa-apa, Beliau hanya berharap semoga Indoneaia 10 tahun lagi menjadi top, Karena anak-cucu yang setiap malam beliau temani ini, yang ada didepan beliau ini adalah anak muda yang ikhlas, yang sungguh-sungguh ingin mencari yang sejati, Dan Kelak yang akan menjadi penerus bangsa ini, Mereka akan menjadi generasi baru yang Allah menyebutnya sebagai kaumun akhor di dalam surat Al Maidah ayat 54. Setelah menyampaikan optimisme dan harapanya selanjutnya mbah nun Pointer selanjutnya mbah nun sedikit mengemukakan perihal QS Al-Maidah ayat 54, Intinya yang mbah nun sedikit kemukakan adalah; Bahwa generasi akhor yang Allah menyebutnya dalam surat Al-maidah ayat 54 itu adalah; mereka yang memiliki sifat "adilah alal muslimin" Artinya mereka itu memiliki sifat kasih sayang sesama muslimin, Dalam hal ini mbah nun sering sekali ngendiko dalam acara maiyahan, Bahwa di maiyah ini mau dari manapun, mau golongan apapun, mau kepercayaan bagaimanapun kalo mereka bertemu di maiyah mereka itu langsung seperti saudara. Dan saling percaya satu sama lain, Mereka juga memiliki keluasan yang luar biasa, selalu memiliki jarak dan tidak mudah mengklaim, sedikit-sedikit syirik lah bid'ah lah dan seterusnya karena anak-anak maiyah selalu memiliki jarak untuk tidak mudah-mudah menuduh, namun saling berendah hati, Dan yang sering mbah nun juga sampaikan bahwa di belahan dunia mana pun tidak ada orang berkumpul sampai jam tiga malam untuk bersama-sama mencari Allah. Dan yang tidak kalah sering juga mbah nun sampaikan bahwa anak-anak maiyah itu ciri-cinrinya adalah mereka itu berdaulat atas dirinya sendiri. ••••••••••••••• • TENTANG VIDEO Video Fottage : Dok. Record by Piweling Maiyah Date of Video Footage : 22 juli 2022 Lokasi : Klari, Karanggede, Boyolali-Jawa Tengah • TENTANG AUDIO Audio Vokal : Cak Nun Ulasan Oleh : Piweling Maiyah Music Audio : At Rain - Original Music And Video By Piweling Maiyah • Contact Us : Email : [email protected] Instagram : @piweling.maiyah

Allah Maha Tahu, Serahkanlah Segala Urusanmu - Buya Syakur | Kajian Kitab Roaitullah Poin 161

DALEM❗"JANGAN SEDIH" - CAK NUN

SAID DIDU BEBERKAN SPONSOR GERAKAN TIGA PERIODE JOKOWI

Maka Kembali Lah Ke Desa

Live Streaming "AHBAABUL MUSTHOFA KUDUS BERSHOLAWAT Bersama HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF

🔴SIDANG IJAZAH JOKOWI: PERANG BUKTI & OPINI | iNterupsi (5/7)

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu

Jangan Masukkan Semua Masalah Dunia ke Dalam Hatimu | Cak Nun

Old Persia Journey — Deep Focus Mix for Calm Study & Quiet Productivity (Ideal For Late Night)

Supaya Tentram Hati-hati Dalam Berfikir

Amal Sinergi Dan Jadikan Kreasimu Rekreatif

Ancient Persian Sufi — Rhythmic Dervish Trance for Spiritual Rest & Meditation (Deep Focus Music)

ŞEVKÂVER MAKAMI | Sabah Aydınlığı Gibi Zarif, Ferah ve Huzur Veren Türk Musikisi • 432 Hz

“Geveşt Maqam | 432 Hz | Meditative, Calm, and Balanced Instrumental Turkish Classical Music”

Beautiful Relaxing Music - Stop Overthinking, Stress Relief Music, Sleep Music, Calming Music #7

2026 Relaxing Piano & Birdsong 🕊️ Calm Mind, Deep Sleep, Stress Relief & Peaceful Nature Ambience

Midnight in Beirut 🌙 | Lebanese Jazz & Oud Melodies for Relaxation & Deep Focus

Sering terjadi di Indonesia‼️ Yang ngutang malah Marah

Video Langka Cak Nun 2006

