JURUS JITU PEMBERIAN MPASI YANG BENAR UNTUK CEGAH STUNTING (PART 1)
Halo ayah bunda, si kecil sudah mau lulus ASI eksklusif dan siap-siap mulai makan? Yuk siapkan strategi pemberian MPASInya dari sekarang, supaya prosesnya jadi lebih mudah dan anak tumbuh sehat, terhindar dari stunting. Video ‘meetdragnes’ kali ini bersama saya dr. Agnes, akan membahas tentang jurus jitu pemberian MPASI yang benar menurut WHO, stay tune ya… Dulu, sering kan kita mendengar anak bayi usia satu atau dua bulan sudah diberi makan pisang yang dikerok pakai sendok, terutama cerita dari ayah dan ibu kita. Bahkan mungkin hingga sekarang praktek tersebut masih dilakukan. Tapi praktek memberikan makan bayi sebelum si bayi siap makan ini sebaiknya dihindari lho. Karena dampaknya malah akan membahayakan si kecil. Bayi bisa lebih gampang terkena infeksi seperti diare akibat terpapar kontaminasi makanan terlalu cepat. Lalu bayi juga bisa jadi lebih memilih makan ketimbang ASI, padahal kandungan ASI di 6 bulan pertama sangat sempurna, sehingga bayi beresiko mengalami kekurangan zat besi, kurang gizi atau malah bisa juga mengalami kegemukan kalau si bayi minum ASI ditambah kebanyakan makan. Selain itu bayi juga akan lebih mudah mengalami alergi, gangguan pencernaan dan kemungkinan si bayi terkena penyakit autoimun saat besar nanti juga menjadi lebih besar. Serem kan. Pokoknya bayi hingga usia 6 bulan sebaiknya hanya diberi ASI eksklusif atau ASI saja, tidak boleh diberi air putih, teh, jus buah, bubur, pisang atau makanan lainnya. Jadi terlalu cepat memulai MPASI itu sangat beresiko, tetapi terlambat memberikan MPASI juga sama beresikonya. Kalau bayi baru diberikan MPASI saat usia 9 bulan atau 12 bulan misalnya, maka anak juga beresiko mengalami kekurangan gizi, anak akan jadi ngeces (drolling Bahasa Inggrisnya), kesulitan mengunyah, terbiasa mengemut makanan dan akan mengalami masalah makan. Update: Mohon maaf di video menit ke 12.26 ada penjelasan tentang kebutuhan protein per hari untuk anak 6 sampai 8 bulan sebanyak 30 sampai 60 gram perhari, masih kurang lengkap informasinya. Penjelasan tambahannya adalah sebagai berikut: kebutuhan protein untuk anak usia 6 sampai 12 bulan adalah sekitar 11 g/hari, jika diterjemahkan dalam makanan, untuk mendapatkan sebanyak itu dibutuhkan sekira 30 sampai 60 gram per hari untuk anak usia 6 sampai 8 bulan, dan 60-90 gram per hari untuk anak usia 9-12 bulan (dinaikkan bertahap). Misalnya jumlah protein dalam 30 gram telur adalah sekitar 6-7 g/hari, begitu juga dengan kandungan protein dalam 30 gram ayam yaitu sekira 7 gram. Jadi untuk mendapatkan protein 11 g/hari dibutuhkan ayam atau telur sebanyak 30 sampai 90 g/hari.Semoga menjadi lebih jelas.

LIVE Streaming Webinar : STUNTING Pencegahan dan Penanganannya

MPASI 6 Bulan Yang Benar - Part 1

20Cara baru makan pisang agar bisa tidur nyenyak semalaman tanpa bolak-balik ke kamar mandi.

JURUS JITU PEMBERIAN MPASI YANG BENAR - PART 2: RESPONSIVE FEEDING

Puasa itu bisa Menyembuhkan Macam2 Penyakit (diabetes, obesitas, kolestrol,jantung,dll) Kompilasi
![[Webinar] Makanan Pendamping (MP) ASI Optimal untuk Generasi Bebas Stunting](https://i.ytimg.com/vi/-s7ErQJ_wc0/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLAC6L4yZZVt9-J2LzFi2sXcPKmltg)
[Webinar] Makanan Pendamping (MP) ASI Optimal untuk Generasi Bebas Stunting

Makanan Sehat Untuk Mencegah Stunting

Panduan MPASI - dr Klara Yuliarti, dokter spesialis anak (Part2)

#momscorner 20 DR. dr. Tan Shot Yen,M.hum | Ikan Air Tawar tinggi Protein,Ikan air laut Tinggi Omega

Mana yang lebih baik, MPASI homemade atau instant

#momscorner 21 dr. Ria Yoanita, Sp.A | Pengaruh imunitas untuk kecerdasan anak

KUPAS TUNTAS MPASI!- Dr. Titis Prawitasari, Sp.A (K)

Correct MPASI for 6-8 Months

Lalai Pantau Berat Badan, Anak Jadi Stunting

MPASI - dr tiwi - dokter spesialis anak (Part1)

Cara Mudah Mengatasi Anak Stunting | AUTO TINGGI | SEHAT LAGI | MISS AHLIGIZI ❤️

WHY CHILDREN HAVE DIFFICULTY EATING - DOCTOR'S ENCYCLOPEDIA

dr. Meta Hanindita Sp.A(K) Menjawab Pertanyaan Seputar MPASI Perdana

Jika si Kecil Alergi Susu Sapi, Susu Apa yang Cocok?

