Gandrung Sekar Jajang - Kampoeng Batara Papring

Sinopsis : Gandrung Sekar Jajang merupakan karya yang lahir dari tangan-tangan kreatif masyarakat Papring, Berangkat dari semangat menganyam dan warisan leluhur melalui bahasa seni yang terus bertumbuh. Karya ini terinspirasi dari kata “Jajang” dalam bahasa Osing/jawa kuno yang berarti bambu, lambang kekuatan, kelenturan, keteguhan, Serta kemampuan untuk tetap tegak meski diterpa berbagai ujian. Berpijak pada karakter dan dasar gerak Gandrung Banyuwangi, Tarian ini menghadirkan harmoni antara keanggunan dan ketangguhan, memaknai bambu sebagai cerminan manusia yang berakar kuat Pada nilai-nilai budaya, namun tetap lentur dalam menghadapi perubahan. Melalui perpaduan gerak dan iringan musik, Sekar jajang merepresentasikan semangat generasi muda yang menjaga jati diri tanpa kehilangan daya cipta untuk berinovasi. Sebuah persembahan yang menjalin filosofi alam dengan keindahan seni Gandrung Banyuwangi. Tari Gandrung Sekar Jajang mempunyai filosofi Pralambang dari kesetiaan yang diuji badai, keindahan yang langka, Serta pengorbanan. Ia mengajarkan kita bahwa untuk menjadi manusia yang luhur, Kita harus kuat di akar (prinsip), fleksibel di batang (adaptasi), dan selalu memberikan Manfaat bagi lingkungan sekitar dari lahir hingga mati, dengan melahirkan Generasi-generasi terbaik berikutnya. Pimpro Widie Nurmahmudy SM Sleam Triadmodjoe Konseptor Herfan Efendi Koreografer Muh. Gilang Ilham w. Komposer Afgan Gaza Al-haitami Penari Humairoh, Aini, Widia, Amel Intan Videografer Abd Rokib, Mahrozy BTS Irwan EDITING ABD ROKIB Lighting Misnawi Artistik Abdul Hadi, Andri Ramadhan, Firman Maulana P, Wawan Saputra, RIYAN Perkap Junaidi, Jumhari, Farel, Sumariyo, Dava, Dimas Tata Rias Gilang Iyam Tata Busana Fentara, Abi Rendi, Mawiyanto Konsumsi Nasiba, Lita, Asnawiya SUPPORT BY : Tuhan YME, Kampoeng Batara, Kriya Bambu Papring, Cinde Sutra Teras art Work, Batik Papring, AR Photo, Papring creative, Masyarakat Papring.