Sosok Musso, Pentolan Utama PKI yang Jadi Kaki Tangan Uni Soviet Sebarkan Paham Komunis di Indonesia

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah Musso, Ketua PKI pada era awal rezim Soekarno yang melakukan pemberontakan pada 1948. Nama Musso tak lepas dari pemberontakan PKI Madiun. Ia merupakan dalang dalam aksi pemberontakan tersebut. Bersama dengan mantan perdana menteri Amir Sjarifuddin yang ingin menggulingkan rezim Seokarno kala itu. Pemimpin pemberontakan PKI di Madiun adalah Munawar alias Musso. Dalam buku Madiun 1948: PKI Bergerak (2011) karya Harry A. Poeze, Muso merupakan salah satu pemimpin PKI di awal 1920. Pada 3 Agustus 1948, Muso kembali ke Indonesia setelah menetap di Moskow, Uni Soviet sejak 1926. Pada 10 Agustus, menuju dan menginap di Solo kediaman Wikana (gubernur militer). Kedatangan Muso ke Indonesia adalah pembawa amanat Moskow sejak berangkat ke Uni Soviet. Atas intruksi Moskow, ia mendirikan PKI muda. Muso dikenal sebagai orang yang bersifat otoriter dan tidak sabar. Bagi Moskow, justru sifat itulah yang diutamakan. Maka dengan kepulangannya itu, ia bisa memperkirakan perlawanan dari kalangan kawan-kawan sehaluannya. Moskow memandang perlu mengirim utusan ke Republik untuk menyelaraskan haluan kaum komunis Indonesia dengan garis komunis internasional. Karena itu, Muso mendapat mandat dari kominform untuk memimpin g erakan komunis di Indonesia. Dengan haluan baru PKI harus menghindarkan Indonesia jatuh ke dalam lingkungan pengaruh Amerika. Kedatangan Muso membawa perubahan besar bagi gerakan komunis di Indonesia. Setelah tiba di Indonesia, Muso langsung menyusun doktrin bagi kekuatan komunis di Indonesia yang diberi nama "Jalan Baru untuk Indonesia". Sesuai dengan doktrinnya, pada Agustus 1948 Partai Sosialis yang dipimpin Amir Syarifuddin dan Partai Buruh berfusi dengan PKI. Pada bulan yang sama, Muso mengadakan pembaharuan struktur organisasi Politbiro PKI. Muso mengecam keras kebijakan pemerintahan Kabinet Hatta. Ia mengatakan bahwa dalam tahap perjuangan demokrasi baru, masih digunakan segenap aliran. Akan tetapi pada kurun waktu tertentu mereka harus disingkirkan, karena hanya orang-orang PKI yang mampu menyelesaikan revolusi di Indonesia. Sejak awal September 1948, Muso bersama beberapa pimpinan PKI berkeliling ke daerah-daerah di Jawa, seperti Solo, Madiun, Kediri, Jombang, Bojonegoro, Cepu, Purwodadi, dan Wonosobo. Dikutip buku Sejarah Daerah Jawa Timur (1978), ketika Muso dan Amir Syarifuddin berada di Purwodadi mendengar kabar bahwa unsur pro-PKI telah mengambil inisiatif untuk melancarkan revolusi (pemberontakan). Pada 18 September pagi, sekelompok rakyat Purwodadi mengibarkan bendera merah dan Muso berangkat ke Madiun. Malam hari mereka tiba di Rejo Agung dekat Madiun dan menjumpai kenyataan bahwa organisasi PKI telah melancarkan coup d'etat di Kota Madiun dan sekitarnya. Sejak saat itu revolusi komunis atau pemberontakan komunis sudah dimulai. Selain pengambilalihan kekuasan di Madiun, mereka juga merebut kota-kota dan ibu kota karesidenan Madiun. Semua alat-alat pemerintah, militer dan sipil pada waktu itu lumpuh serta mampu dikuasai. Kaum komunis berambisi untuk memegang pimpinan pemerintahan dan mereka ingin mendirikan front nasional. Kaum komunis beranggapan bawah dunia ini telah terpecah dua, yaitu blok kapitalis imperalis di bawah pimpinan Amerika Serikat dan blok anti imperalis di bawah Rusia. Karena perjuangan Indonesia anti imperalis maka menurut kaum komunis, Indonesia harus berada di pihak Rusia. PKI Muso untuk mencapai kekuasaan terlebih dahulu akan menggunakan cara non-revolusioner sebelum menggunakan taktik revolusioner. Taktik revolusioner tentunya tidak akan digunakan sebelum proses integrasi anggota-anggota FDR ke dalam PKI Muso sempurna. Untuk kepentingan pertahanan dan penindasan pemberontakan, pada 19 September presiden Sukarno selaku panglima tertinggi memaklumkan "Negara dalam keadaan bahasa". Lewat corong radio Yogyakarta yang diangkat Kolonel Sungkono sebagai gubernur militer Jawa Timur mendapat tugas untuk menindas pemberontakan dan merebut kembali Kota Madiun. Pada malam hari, mulai dilakukan penangkapan pimpinan PKI di berbagai daerah termasuk ibu kota Yogyakarta waktu itu. Panglima Besar Jenderal Sudirman memerintahkan pengepungan terhadap Kota Madiun. Gerakan pasukan pemerintah dimulai pada 21 September 1948. Pengejaran pemberontakan oleh TNI terus dilakukan pada 31 Oktober 1948. Pada waktu itu Brigade S (Sudarsono) yang dipimpin Kapten Sunandar telah dapat menembak mati Muso di Sumoroto. Selanjutnya tokoh-tokoh pemberontak tertangkap di Desa Girimarto dan pada 5 November 1948 menjalani hukuman militer.(*) Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kisah Musso Ketika Pimpin Pemberontakan PKI Madiun Sebelum G30S, Ketua PKI Akhirnya Dieksekusi Mati, https://manado.tribunnews.com/2021/09....

MAYJEN TNI (PURN) KIVLAN ZEN: OLIGARKI JOKOWI SEDANG DIBERSIHKAN...!!!
▶︎

MAYJEN TNI (PURN) KIVLAN ZEN: OLIGARKI JOKOWI SEDANG DIBERSIHKAN...!!!

MEMAHAMI D.N. AIDIT DALAM 28 MENIT
▶︎

MEMAHAMI D.N. AIDIT DALAM 28 MENIT

ABDUL GAFUR SANGADJI: PERANG DIMULAI... DOKTER TIFA AKAN KULITI HIPPOCAMPUS JOKOWI...!!!
▶︎

ABDUL GAFUR SANGADJI: PERANG DIMULAI... DOKTER TIFA AKAN KULITI HIPPOCAMPUS JOKOWI...!!!

Ini Yang Terjadi Jika PKI Berkuasa
▶︎

Ini Yang Terjadi Jika PKI Berkuasa

Cerita Svetlana Dayani, Putri Pemimpin PKI
▶︎

Cerita Svetlana Dayani, Putri Pemimpin PKI

Kejadian Asli Malam G30S/PKI Lebih Menakutkan dari Film Part 04 - iTalk 29/09
▶︎

Kejadian Asli Malam G30S/PKI Lebih Menakutkan dari Film Part 04 - iTalk 29/09

Fakta KEJAMNYA PEMBANTAIAN 1965! Ada Andil Amrik? Lebih Dari 1 Juta Korban! | Learning By Googling
▶︎

Fakta KEJAMNYA PEMBANTAIAN 1965! Ada Andil Amrik? Lebih Dari 1 Juta Korban! | Learning By Googling

Nasib Tragis Letkol Untung Dalang G30S/PKI yang Dikenali dalam Bus saat Melarikan Diri ke Semarang
▶︎

Nasib Tragis Letkol Untung Dalang G30S/PKI yang Dikenali dalam Bus saat Melarikan Diri ke Semarang

[VIDEO ARSIP] PENGAKUAN SOEHARTO soal G30S/PKI: Bung Karno Tahu Saya akan Bubarkan PKI
▶︎

[VIDEO ARSIP] PENGAKUAN SOEHARTO soal G30S/PKI: Bung Karno Tahu Saya akan Bubarkan PKI

SIAPA YANG PERINTAHKAN PEMBUNUHAN PARA JENDERAL? | SALIM SAID SOAL G30SPKI! | REFLY HARUN TERBARU
▶︎

SIAPA YANG PERINTAHKAN PEMBUNUHAN PARA JENDERAL? | SALIM SAID SOAL G30SPKI! | REFLY HARUN TERBARU

Anak cucu DI Pandjaitan dan Murad Aidit bicara tentang G30S & Peristiwa 1965 - BBC News Indonesia
▶︎

Anak cucu DI Pandjaitan dan Murad Aidit bicara tentang G30S & Peristiwa 1965 - BBC News Indonesia

AHMAD KHOZINUDIN: HUKUM TAJAM KEPADA PENGKRITIK JOKOWI NAMUN TUMPUL KEPADA TERMUL...!!!
▶︎

AHMAD KHOZINUDIN: HUKUM TAJAM KEPADA PENGKRITIK JOKOWI NAMUN TUMPUL KEPADA TERMUL...!!!

PERBEDAAN DRASTIS Pidato Soeharto dan Soekarno soal G30S/PKI, Ada yang Tolak PKI Dibubarkan
▶︎

PERBEDAAN DRASTIS Pidato Soeharto dan Soekarno soal G30S/PKI, Ada yang Tolak PKI Dibubarkan

Sejarah Ahmad Yani: Loyalis Soekarno Yang Sejati Anti PKI
▶︎

Sejarah Ahmad Yani: Loyalis Soekarno Yang Sejati Anti PKI

Alasan Mengapa Dewan Jenderal Dibunuh dalam G30S PKI, Awalnya Akan Dibawa Bertemu Soekarno
▶︎

Alasan Mengapa Dewan Jenderal Dibunuh dalam G30S PKI, Awalnya Akan Dibawa Bertemu Soekarno

Saksi G30S/PKI: Untung dan Abdul Latief Pamit ke Soeharto sebelum Culik Dewan Jenderal
▶︎

Saksi G30S/PKI: Untung dan Abdul Latief Pamit ke Soeharto sebelum Culik Dewan Jenderal

Padahal Juga Jenderal Namun Mengapa Soeharto Lolos dari Penculikan dan Pembunuhan G30S/PKI?
▶︎

Padahal Juga Jenderal Namun Mengapa Soeharto Lolos dari Penculikan dan Pembunuhan G30S/PKI?

DN Aidit Cuma 'Anak Bawang', Musso Pentolan PKI Sebenarnya yang Jadi Kaki Tangan Langsung Uni Soviet
▶︎

DN Aidit Cuma 'Anak Bawang', Musso Pentolan PKI Sebenarnya yang Jadi Kaki Tangan Langsung Uni Soviet

Anak Jenderal Ahmad Yani Buka Rahasia Dalang Pembunuhan G30S PKI | #SPEAKUP
▶︎

Anak Jenderal Ahmad Yani Buka Rahasia Dalang Pembunuhan G30S PKI | #SPEAKUP

Kontroversi Pengakuan DN Aidit soal Dalang G30S/PKI, Langsung Dieksekusi Mati Tanpa Diadili
▶︎

Kontroversi Pengakuan DN Aidit soal Dalang G30S/PKI, Langsung Dieksekusi Mati Tanpa Diadili