Pembukaan Pameran Lenggahing Harjuno - Bedhaya Mintaraga
Dalam Rangka pembukaan pameran Lenggahing Harjuno, KHP Nitya Budaya mempersembahkan Bedhaya Mintaraga. Pahargyan 80 tahun usia dari Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 berdasarkan perhitungan Tahun Jawa, Keraton Yogyakarta menggelar pameran bertajuk “Lenggahing Harjuno; Sultan, Takhta dan Kedaulatan”. Pameran ini akan menampilkan kronik dari sosok pangeran muda BRM Herjuno Darpito, kenaikan takhta, hingga kedudukannya dalam dualisme pemerintahan, Sultan dan Gubernur. Selain itu pameran Lenggahing Harjuno menyajikan ritus hidup Sultan, berbagai karya dan pembaharuan yang dikemas dalam piwulang adiluhung. Bertempat di Kagungan Dalem Kedhaton Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pameran ini dapat dikunjungi masyarakat mulai hari Sabtu, 21 Oktober 2023 hingga hari Minggu, 28 Januari 2024 pukul 08.30 - 14.30 WIB. SINOPSIS BEDHAYA MINTARAGA Bedhaya Mintaraga merupakan Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10. Tari ini diilhami Serat Lenggahing Harjuna yang ditulis sendiri oleh Sri Sultan sebagai bentuk piwulang (pengajaran). Mintaraga adalah nama yang disandang tokoh pewayangan Raden Harjuna, saat sedang bertapa di Gua Indrakila yang tidak lepas dari mesu budi sebagai makna usaha mengendalikan hawa nafsu jasmani maupun rohani. Kisah Mintaraga berasal dari cuplikan epos Mahabharata. Alkisah, Raden Harjuna tengah bertapa di Gua Indrakila, Gunung Mahameru. Tapa brata ini bertujuan untuk memenuhi darma kesatria, agar unggul dalam berperang dan melindungi rakyatnya. Saat menjalani tapa brata, Raden Harjuna diuji dengan berbagai macam godaan. Raden Harjuna tetap teguh pendirian dan berhasil mengatasi segala ujian. Para dewa menerima pertapaannya dan Batara Guru menganugerahinya panah sakti Pasopati. Dengan senjata inilah Raden Harjuna dapat membinasakan Prabu Niwatakawaca yang telah berbuat kekacauan di Kahyangan karena gagal mempersunting Batari Supraba. Raden Harjuna menikahi Batari Supraba dan dinobatkan sebagai raja kahyangan bergelar Prabu Kiriti atau Prabu Kaliti. Bedhaya Mintaraga melambangkan kesatria sejati berpendirian teguh. Kehadiran delapan istri Raden Harjuna beserta pusaka masing-masing menyimbolkan sifat-sifat kesatria; 1. Dewi Sumbodro menyimbolkan keteguhan darma kesatria. Sumbodro ini mewujud dalam pusaka keris Pulanggeni, yang menumbuhkan daya ingat dan sifat waspada. 2. Dewi Larasati menyimbolkan penyatuan cipta, rasa dan karsa agar hidup menjadi selaras, sehingga terlaksana apa yang dijangkau. Karakter Larasati ini mewujud dalam pusaka panah Sarotama, yang berarti selamat dan sentosa serta mendapat keutamaan hidup. 3. Dewi Srikandi menyimbolkan watak manusia, setiap perbuatan dan tindakan selalu dilandasi rasa kemanusiaan serta keadilan. Kebenarannya mewujud dalam pusaka Ardadhedali, yang kebijakannya selalu terukur dan terkendali. 4. Dewi Lestari menyimbolkan kekuatan manusia yang memahami kehidupan di dunia dan akhirat. Kekuatan ini disimbolkan oleh pusaka keris Kalamisani, yang berarti terlepas dari bahaya atau masalah dan terjaga hak dalam hidupnya 5. Dewi Palupi menyimbolkan perilaku dan ucapan yang benar, serta keadilan dan kebijaksanaan. Daya cinta kasih ini mewujud dalam pusaka keris Kalanadah, yang berarti ketulusan dan keikhlasan akan menghapus kedengkian dan membuahkan kebahagiaan. 6. Dewi Manuhara menyimbolkan keteguhan hati dan semua sifat unggul. Manuhara juga bermakna kesadaran akan nilai kemanusiaan, yang disimbolkan oleh pusaka panah Agnirastra. Senjata ini membawa pesan bahwa keberadaban dan kesucian jiwa manusia akan melenyapkan nafsu hewani dan mengalahkan angkara murka. 7. Bidadari Drestanala menyimbolkan ketajaman dan kewaspadaan mata batin. Drestanala juga bermakna kesadaran akan nilai ketuhanan yang tinggi, dilambangkan dalam pusaka Lar Ngantap. Pusaka ini berarti lurus, suci, dan pemahaman akan segala rahasia kehidupan. 8. Bidadari Supraba menyimbolkan manusia sempurna yang mampu menyingkap rahasia kesejatian manusia dan alam semesta. Supraba dilambangkan sebagai senjata pemungkas, panah Pasopati, yang berarti kemampuan manusia untuk mengatur alam, dekat dengan Yang Maha Kuasa, dan terwujudnya cita-cita yang didamba.

Pembukaan Pameran “Smarabawana”

Penutupan Pameran Lenggahing Harjuno - Bedhaya Tirta Hayuningrat

SASANA SASTRA - MAMBACA KLASIK INDONESIA

BEDHAYA ANGRONAKUNG

Beksan Tarunayuda Uyon Uyon Hadiluhung Jumadilawal Je 1958 / 2 Desember 2024

Ujian Garap Karawitan Hari Kedua // 11 Juni 2026

Santo Rosário | Sexta-feira | 04:00 | 12/06/2026 | Live Ao vivo

Mutant Sweet Potatoes growing on Rocky Cliffs: Harvesting to Sell and Cook Dinner | Simple Life

PEMBUKAAN RANGKAIAN 13 TAHUN UNDANG-UNDANG KEISTIMEWAAN DIY

432Hz- Protection and Healing Frequency • Melatonin Release • Stop Overthinking, Worry & Stress

Penutupan Pameran Lenggahing Harjuno - Bedhaya Harjuna Wijaya

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu
![[SIARAN TUNDA] Konser Yogyakarta Royal Orchestra Gregah Nusa](https://i.ytimg.com/vi/ld08r-zzvjM/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLCs2qWsd0r32Ra3DlwFAZ3aPDczxA)
[SIARAN TUNDA] Konser Yogyakarta Royal Orchestra Gregah Nusa

HUT YPBSM 60TH

Bw. Dhandhanggula Turulare dhawah ldr. Kembang Kacang pl6

Buddy Talk Special with Putri Keraton Yogyakarta: The Real Royal Princess

PERAYAAN WBTB & PEKAN KEBUDAYAAN KULON PROGO 2024 | 29 JUNI 2024 - TAMAN BUDAYA KULON PROGO

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu

Pementasan Catur Sagatra 2022: Bedhaya Mintaraga

