Cerita Yusuf Beternak Kerbau Toraja yang Bernilai Tinggi, Hingga Mencapai Harga Ratusan Juta

#tribuntoraja #beritatoraja #infotoraja #toraja #tanatoraja #torajautara #peternak #kerbau #tedongsilaga #beritaterkini #beritaterbaru #trendingtopic #kisah TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Toraja dikenal dengan budaya uniknya. Salah satunya adalah kepemilikan kerbau belang atau yang dikenal dengan nama tedong bonga sebagai simbol sosial. Di Toraja, kerbau belang memiliki nilai tinggi, baik secara ekonomi maupun budaya. Namun, di balik nilai jualnya yang tinggi, merawat kerbau Toraja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Yusuf Batara (39), peternak kerbau di Lembang (Desa) Pa'tengko, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana, berbagi pengalamannya dalam merawat kerbau. "Sejak 2017 saya memelihara kerbau," ujarnya sembari memberi makan kerbaunya, Senin (17/3/2025) sore. Ia mengaku, awalnya kerbau yang dipelihara bukan milik sendiri. "Awalnya, kerbaunya orangtua saya pelihara, setelah 4 tahun baru bisa pelihara kerbau milik sendiri dari bagi hasil," jawabnya. Yusuf mengatakan bahwa saat ini telah memiliki 4 ekor kerbau. "Jantan 1 ekor umur 3 tahun, calon indukan 2 ekor umur 4 tahun, dan yang baru lahir betina umur 4 bulan," ujarnya. Untuk pakan kerbau, Yusuf menanam sendiri rumput jenis odot. "Lahan yang saya tempati menanam rumput pakai sistem tumpangsari, luasnya jika digabungkan sekitar kurang lebih 2 hektare," tambahnya. Untuk diketahui, sistem tumpangsari adalah pola tanam yang menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan pada waktu yang sama Yusuf mengatakan, memerlukan biaya yang tidak sedikit dalam memelihara kerbau. "Setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk NPK Phonska sebanyak 1,5 sak, dengan harga 1 sak Rp140 ribu. Disemprot juga pestisida untuk rumput liarnya," ujarnya. Selain pakan, menurut Yusuf, perawatan kesehatan juga menjadi perhatian utama. "Kadang diberikan vitamin, jika pertumbuhannya lambat. Untuk suntik perangsang juga jika sudah birahi," katanya. Dalam memelihara kerbau, ada beberapa kendala yang pernah dirasakan Yusuf. "Kendala dalam 3 tahun terakhir, kadang ada kerbau yang lepas, meskipun saya sudah memagari, tapi tetap masuk dan memakan tanaman rumput bahkan merusak tanaman cengkeh," keluhnya. Meski demikian, Yusuf tetap menekuni usaha ini. Kerbau Toraja memiliki nilai jual tinggi, terutama dalam upacara adat, sehingga banyak peternak tetap bertahan di usaha ini meskipun biaya operasionalnya tidak sedikit.(*) Artikel ini telah tayang di Tribuntoraja.com dengan judul Cerita Yusuf Beternak Kerbau Toraja, https://toraja.tribunnews.com/2025/03.... Penulis: Hariyadi Ibrahim Editor: Alfayed #peristiwatoraja #sulawesiselatan #budayatoraja #sukutoraja #sulawesiselatan #torajahits #torajaviral #makale #rantepao (TRIBUNTORAJA.COM) Update info terkini via http://tribuntoraja.com Follow akun Instagram https://bit.ly/IGTribuntorajanews Follow akun Twitter https://bit.ly/TwitterTribunToraja Follow dan like Fanpage Facebook https://bit.ly/FBTribunToraja