Sagung Wah Pahlawan Wanita dari Tabanan
Sagung Wah atau Sagung Ayu Wah adalah adik bungsu Raja Tabanan yang bernama I Gusti Rai Perang. Pada tahun 1906 beliau gugur di Puri Denpasar karena tipu muslihat Belanda. Dengan gugurnya raja Tabanan, Belanda akhirnya dengan leluasa menghancurkan Kerajaan Tabanan dan mengasingkan keluarga Raja ke Lombok. Namun si bungsu Sagung Wah luput dari perhatian Belanda. Meski masih merupakan gadis belia, ia berhasil menghimpun kekuatan rakyat untuk melakukan pemberontakan terhadap Belanda. Ia menggembleng pasukannya di Desa Wangaya yang letaknya di sebelah utara Tabanan. Setelah lewat 2 bulan, bersama pasukannya Sagung Wah lantas memimpin pemberontakan terhadap Belanda. Pertempuran pun terjadi di Tuakilang antara Belanda dan pasukan Sagung Wah. Belanda kebingungan karena bedil dan meriamnya tiba-tiba tidak berfungsi. Hal itu disebabkan oleh senjata sakti berupa keris yang ada di tangan kiri dan kanan Sagung Wah yang didapat di Batukaru. Senjata itu bernama Ki Gedebongbelus dan Ki Tinjaklesung. Belanda yang kebingungan akhirnya mundur dan minta perlindungan pada Puri Kaleran. Dari puri yang masih merupakan bagian dari Puri Agung itu akhirnya dikeluarkan senjata yang disebut Ki Tulup Empet untuk menangkal senjata sakti Sagung Wah. Demikanlah, dengan senjata itu kekuatan senjata di kedua tangan Sagung Wah akhirnya kehilangan tuahnya. Karena bedil dan meriam Belanda kembali berfungsi, maka pertempuran yang kembali berlangsung menjadi tidak seimbang. Belanda dapat dengan mudah memukul mundur pasukan Sagung Wah. Dengan sisa pasukannya Sagung Wah lalu memutuskan menyingkir ke Wangaya. Dari Wangaya kemudian pindah ke Puri Anyar Kerambitan karena Wangaya sudah dimata-matai oleh Belanda. Dua hari kemudian ada utusan dari Tabanan yang meminta Sagung Wah kembali ke Tabanan untuk memimpin rakyat sebagai Ratu Tabanan. Tanpa prasangka Sagung Wah pun kembali ke Tabanan. Ia duduk di atas tandu yang diusung oleh sisa pasukannya. Tetapi, ternyata itu hanya tipu muslihat Belanda. Begitu sampai di Dauh Pala beliau ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Lombok. Setelah itu Sagung Wah tidak pernah kembali lagi ke Tabanan. Ada sumber yang menyebutkan bahwa beliau wafat di penjara. Cuplikan lagu Sagung Wah dinyanyikan oleh Gung Gek Oryza, merupakan karya Gus Saka, dan lirik oleh Tut Sugi. Silakan tonton juga video lainnya dari Kanal Bali Jani: 1. Makam Raja Blambangan di Bali: • MAKAM RAJA BLAMBANGAN DI BALI 2. Sejarah Pura Taman Ayun: • SEJARAH PURA TAMAN AYUN

KENAPA DESA PENGLIPURAN DINOBATKAN JADI DESA TERBERSIH DUNIA?

The Trap That Destroyed the Mongol Fleet | Birth of Majapahit

AKHIRNYA‼️ Kelok 18 JJLS Yogyakarta Siap Dibuka, Jalur Selatan Kini Tersambung Penuh

Tradisi Malam Satu Syuro NGUMBAH PUSOKO Hingga Petung Jawa ABOGE & ASOPON, Tompo Seren & Tunggakan

Rowan Atkinson's Brilliant Humor Leaves Celebrities in Tears!

BANYAK YANG TIDAK TAHU…BEGINI KEHIDUPAN ASLI DI JAKARTA INDONESIA!

The Origins of Mount Sumbing and Sindoro | Little-Known Central Javanese Folktales

Awal Mula Kerajaan Mengwi Menguasai Blambangan

THE DARK SIDE OF CUBA THAT'S NEVER BEEN SHOWN! - FIGHTING AGAINST DIFFICULT CONDITIONS - DOCUMENTARY

Mengapa Amerika Pernah Takut pada Belanda??

10 Keajaiban Bali – Pulau Para Dewa yang Mendunia

Life in Bali: Why is Bali Better Known than Indonesia?

Mengungkap Keunikan Bali : Budaya, Alam, dan Filosofi Hidup

AKHIRNYA TERLIHAT‼️ Jalur Baru Bawah Candi Ijo Terhubung ke Tol Jogja Solo

RAMAI ! SITUASI DESA TERBERSIH DI DUNIA | DESA PENGLIPURAN BALI SAAT INI

Auf dieser Insel leben 80% FRAUEN… also bin ich hingefahren!

🎬 FILM DOKUMENTER – TARI BARIS MEMEDI

THE ORIGIN OF THE FIRST GOVERNMENT IN BALI | FROM THE BEGINNING TO THE BALI WE KNOW TODAY

DUTA BESAR AMERIKA SERIKAT BERKUNJUNG KE PURI AGUNG UBUD

