Serimpi Mandrarini: Mahakarya dari Pura Mangkunegaran, Surakarta
Menurut Dra. R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn. Direktur Akademi Seni Mangkunegaran Surakarta, tari serimpi sendiri sudah ada sejak jaman Mataram, dan terus berkembang pada masa Kraton Kartasuro dan setelahnya. Tari Serimpi merupakan tari klasik Jawa yang ditarikan oleh 4 penari. Kata “serimpi” sendiri memiliki arti empat. Mangkunegaran sendiri memiliki beberapa tari serimpi di antaranya; Serimpi Mandrarini, Serimpi Pandelori, Serimpi Moncar, Serimpi Putri Cina. Selain itu ada juga Anglir Mendhung dan Bedaya. Tari Serimpi Mandrarini dan Serimpi Pandelori keduanya ditarikan oleh empat orang penari putri. Bilangan empat sendiri dalam falsafah Jawa merujuk pada keempat arah mata angin. Tari serimpi di Pura Mangkunegaran biasanya diawali dengan kata “mandra” seperti Mandrarini, Mandrakusuma, dan Mandraretno. Serimpi Mandrarini sendiri adalah kiasan Dalem Kanjeng Gusti Mangkunegara VII dalam menggambarkan ratu (raja putri) yang berperang dengan ratu raja putri yang lain. Para patih yang turut serta dalam peperangan tersebut juga para perempuan. Selain jumlah penari yang berjumlah empat orang, cirikhas lain dari tari serimpi adalah gerakan dan kostum yang sama dengan karakter wajah tenang. Dalam tarian ini juga terdapat adegan perang yang menggambarkan keprajuritan dengan unsur kegagahan meskipun diperankan oleh perempuan. Kostum yang digunakan berwarna hijau kuning yang mengacu pada bendera atau panji Pura Mangkunegaran. Warna hijau kuning ini selain digunakan penari Serimpi Mandrarini juga dikenakan penari Gambyong Pareanom. Tari serimpi merupakan jenis seni pertunjukan tari klasik yang cenderung berkonotasi rumit, memiliki standar dan acuan tinggi, dengan tingkat keindahan tersendiri sehingga secara filosofis mampu mendefiniskan tingkat kecanggihannya. Tari serimpi yang tumbuh dan berkembang di Pura Mangkunegaran memiliki perbedaan gaya dengan serimpi yang berkembang di Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Serimpi Mangkunegaran memang memiliki perberbedaan dengan serimpi-serimpi yang lain karena di situ terdapat gerak tari maju beksan, ada gerak tari serimpi, tapi juga ada gerak tari perang yang memakai keris atau cunduk dan panah. Hal memberikan gambaran bahwa di Mangkunegaran banyak diilhami dengan gerak-gerak tari prajurit (prajuritan). Pada dasarnya bentuk gerakan pada tari serimpi memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya, tetapi dalam tari Serimpi Mandrarini gerakan perangnya memakai properti nyata seperti memakai keris dan panah. Terdapat beberapa nama gerak tari dalam Serimpi Mandrarini yaitu; ngalam sari, ukel angkrik, ngempyek, gajah-gajahan terus enjer, enjer gedong campur, dan pleyotan tawis. Warna busana yang dikenakan para penari ialah pareanom hijau kuning yang juga merupakan warna khusus di Mangkunegaran. Kain yang digunakan untuk menari ialah motif parang di mana kain ini juga dikenakan oleh raja atau sentono dalem dan putra dalem.

Tangan Dingin KGPAA Mangkunegara X Menghidupkan Pura Mangkunegaran | Part 1

Gambyong Retno Kusumo - Materi Lomba dan Kuliah - Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta

Dawangsari Stupa Site

TARI SERIMPI SANDIWARA CANDRA SARI || EDISI 16 SEPTEMBER 2022 || DS. SUKAMULYA BLOK PILANGKIDANG

KISAH HIDUP MAESTRO GANDRUNG TEMUK HINGGA GO INTERNASIONAL

Listen and Feel the Peace | Tibetan Healing Sounds for Deep Meditation, Inner Peace & Soul Healing

LIVE STREAMING - PERGELARAN CATUR SAGATRA 2025

Update from Ukraine | Great News! Ukraine Hits Russia's Weakest Points

Gusti Nurul - Putri Solo Menari di Istana Kerajaan Belanda tahun 1937

Padneswara "Srimpi Sangupati"

EMPIEZA EL JUEVES CON FE | HOY DIOS TE DA PROTECCIÓN Y PAZ PARA TU FAMILIA | PADRE FREDDY BUSTAMANTE

#24jammenari Th.2025 // Beksan Wireng Srimpi Mndrarini - Pura Mangkunegaran

Dalem Kepatihan Kasunanan Surakarta - Sejarah Kemegahan & Tragedi Keruntuhan

Sadranan Kali Kupat Sewu: An Ancestral Tradition That Stands the Test of Time

GURU GEMBUL DUDUK BARENG TRETAN MUSLIM : SANG JURU BICARA REZIM

Frequency Of God 963 Hz ✨ Attract Miracles, Divine Blessings & Deep Inner Peace In Your Life

Heritage of the Mangkunegaran Palace

Cultural Development Object (OPK): "Lontong Tuyuhan".

Legong Lasem in Peliatan (18th of May 2018)

