🔴 [LIVE] - detikSore: Memupuk Kepercayaan Investor di Paruh Kedua 2026

Semester pertama 2026 menjadi era yang berat bagi Indonesia. Dalam periode 6 bulan sejumlah gejolak ekonomi muncul. Sebut saja soal melemahnya rupiah terhadap dolar yang menyentuh angka 18 ribu rupiah per dolarnya. Tidak hanya itu, terpuruknya mata uang RI ini dibarengi dengan anjloknya harga saham hingga menembus level 5000. Hal itu disebabkan oleh lunturnya kepercayaan investor terhadap geopolitik dalam dan luar negeri. Bukan hanya diam, pemerintah sebenarnya telah melakukan sejumlah cara guna meraih kembali kepercayaan para penanam modal. Berbagai kebijakan digelontorkan agar investasi tidak bedol desa keluar dari Indonesia. Apakah pada paruh kedua 2026 ini merupakan titik balik perbaikan ekonomi Indonesia? Tentu saja sejumlah pihak optimistis terhadap perbaikan ekonomi dalam negeri. Beberapa indikator perbaikan kondisi juga muncul, seperti penetapan IHSG sebagai emerging market oleh MSCI, hingga manuver negara untuk melakukan buyback saham beberapa pekan lalu. Inilah yang membuat sejumlah kalangan meyakini jika Indonesia akan kembali maju di sisi ekonomi. Mei 2026, nilai Ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 23,20 miliar. Menurun 5,73% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, pemicu utama penurunan ekspor secara tahunan adalah melemahnya ekspor sejumlah komoditas nonmigas. Sedikit banyak, hal ini berpengaruh pada Purchasing Managers’ Index. Mengutip data yang dirilis S&P Global, PMI RI berada di level 46,9 atau turun jika dibandingkan pada bulan Mei di angka 50,0. Pelaku industri mengaitkan situasi ini berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan harga di berbagai sektor. Di sisi lain, tekanan biaya semakin meningkat. Inflasi harga input Juni 2026 tercatat sebagai yang tertinggi kedua sepanjang sejarah survei PMI sejak 2011. Kenaikan ini didorong oleh mahalnya harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar. BPS mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,44% secara bulanan pada Juni 2026. Kelompok pengeluaran transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar. Inflasi pada kelompok transportasi dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara serta pelumas atau oli mesin. Penyesuaian harga beberapa jenis BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax juga menjadi penyebab terjadinya inflasi. Pertumbuhan ekonomi yang dicita-citakan Presiden Prabowo ini membutuhkan investasi yang besar. Menurut Indonesian Investment Authority (INA), butuh sekitar US$ 800 miliar atau sekitar Rp 14.369 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di Indonesia. Untuk menuju ke angka tersebut tak cukup didorong oleh investor domestik, bantuan dari investor asing pun digadan-gadang bisa mendorong terealisasinya target investasi itu. Dalam situasi ini, strategi pemerintah untuk meraih kepercayaan para investor akan diuji. Bukan hanya mendorong para penanam modal kelas kakap, pemerintah juga perlu menggenjot minat investor ritel. Lalu sebesar apa potensi para investor ritel dapat kembali mengudara di semester kedua 2026? Simak ulasannya dalam detikSore! Beralih ke berita daerah, detikSore akan menelusuri seluk beluk kasus penggunaan aplikasi presensi fiktif di lingkungan Pemkab Brebes. Terbaru, sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka terkait aplikasi presensi ilegal yang digunakan ribuan ASN Brebes. Diketahui para tersangka itu berstatus sebagai guru ASN. Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah melewati rangkaian penyelidikan. Mulai dari memeriksa saksi termasuk saksi ahli ITE hingga pengumpulan barang bukti. “Hasil pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti, petugas berhasil mengamankan 9 tersangka, yakni AH (41), DB (38), FFR (40), RTH (39), NK (41), AM (35), SEP (35), SDK (33), dan LS (38)," kata Lilik di Mapolres Brebes, Rabu (1/7/2026). Bagaimana kronologi dari kasus ini? Berapa banyak korban atau masyarakat yang dirugikan? Saksikan liputan lengkapnya bersama jurnalis detikJateng dalam segmen Berita Nusantara. Di era AI, kemampuan berbicara dan membangun citra diri menjadi semakin penting. Saat AI mampu menghasilkan informasi dengan cepat, nilai manusia terletak pada kemampuan menyampaikan ide, membangun kepercayaan, dan menciptakan koneksi. Karena itu, public speaking dan personal branding menjadi bekal penting untuk tetap relevan serta membuka banyak peluang. Lalu, mengapa kedua keterampilan ini semakin dibutuhkan di era AI? Bagaimana cara mulai membangunnya, bahkan bagi mereka yang masih takut berbicara di depan umum? Semua akan dibahas bersama Ricky Setiawan, Co-Founder Showtime by Impact Story dalam segmen Sunsetalk. Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

POV Talks: Investor Saham Menjerit, Mampukah Pemerintah Kembalikan Kepercayaan?
▶︎

POV Talks: Investor Saham Menjerit, Mampukah Pemerintah Kembalikan Kepercayaan?

HEBOH! AKAR MASALAH ANCAMAN PHK TERBONGKAR, WAMENAKER BUKA FAKTA SEBENARNYA
▶︎

HEBOH! AKAR MASALAH ANCAMAN PHK TERBONGKAR, WAMENAKER BUKA FAKTA SEBENARNYA

#EnVivo ¬ #LosPeriodistas ¬ El Fiscal de Maru ya cantó sobre los agentes de la CIA en Chihuahua
▶︎

#EnVivo ¬ #LosPeriodistas ¬ El Fiscal de Maru ya cantó sobre los agentes de la CIA en Chihuahua

[12시에 만나요] '상반기 강세 S7', 7월 국내 증시 시작부터 흔들? | '역대 최강' 6월 수출 실적 세계 4강!ㅣ2026년 7월 1일 수요일
▶︎

[12시에 만나요] '상반기 강세 S7', 7월 국내 증시 시작부터 흔들? | '역대 최강' 6월 수출 실적 세계 4강!ㅣ2026년 7월 1일 수요일

[FULL] Menanti Jokowi Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa dalam Kasus Ijazah | BOLA LIAR
▶︎

[FULL] Menanti Jokowi Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa dalam Kasus Ijazah | BOLA LIAR

Net sell masih berlanjut dilakukan asing | Ferry Latuhihin #Ngobrol175
▶︎

Net sell masih berlanjut dilakukan asing | Ferry Latuhihin #Ngobrol175

How the Prabowo Administration Stems Protests Against the Free Nutritious Meal (MBG) Program | Bo...
▶︎

How the Prabowo Administration Stems Protests Against the Free Nutritious Meal (MBG) Program | Bo...

[FULL] Bedanya Pabrik Baterai EV RI dengan Negara Lain? IBC: Kita Punya Nikel Jadi Lebih Kompetitif
▶︎

[FULL] Bedanya Pabrik Baterai EV RI dengan Negara Lain? IBC: Kita Punya Nikel Jadi Lebih Kompetitif

Tom Lembong: Akar Masalah Ekonomi Indonesia Akhirnya Dibahas | Patriot Bond, P2SK, Danantara, Rupiah
▶︎

Tom Lembong: Akar Masalah Ekonomi Indonesia Akhirnya Dibahas | Patriot Bond, P2SK, Danantara, Rupiah

Playing with Fire: The Remaining Budget Emergency Fund | Explain This!
▶︎

Playing with Fire: The Remaining Budget Emergency Fund | Explain This!

Purbaya Blak-Blakan Indonesia Bakal Punya Wilayah Pusat Finansial, Dimana?
▶︎

Purbaya Blak-Blakan Indonesia Bakal Punya Wilayah Pusat Finansial, Dimana?

Kenapa Pejabat Sekarang Makin Sembarangan Bicara?
▶︎

Kenapa Pejabat Sekarang Makin Sembarangan Bicara?

Banyak piutang yang belum dibayar ke Pertamina | Yanuar Rizky #Ngobrol176
▶︎

Banyak piutang yang belum dibayar ke Pertamina | Yanuar Rizky #Ngobrol176

RAY RANGKUTI: PEMERINTAH SEAKAN PRO KEBEBASAN PADAHAL ITU POLA ORDE BARU
▶︎

RAY RANGKUTI: PEMERINTAH SEAKAN PRO KEBEBASAN PADAHAL ITU POLA ORDE BARU

[FULL] Strategi Danantara Melakukan Restrukturisasi Masif BUMN di Era Prabowo | Top Economy
▶︎

[FULL] Strategi Danantara Melakukan Restrukturisasi Masif BUMN di Era Prabowo | Top Economy

Damrizal: Kita Butuh Tokoh-Tokoh Dengan Pemikiran Ontologis, Prabowo Sedang Melakukannya || OTT
▶︎

Damrizal: Kita Butuh Tokoh-Tokoh Dengan Pemikiran Ontologis, Prabowo Sedang Melakukannya || OTT

Siapa Aktor di Balik Ancaman terhadap Kedaulatan Ekonomi Indonesia?
▶︎

Siapa Aktor di Balik Ancaman terhadap Kedaulatan Ekonomi Indonesia?

🔴LIVE | RE-DESIGN BUMN VIA DANANTARA DAN JEBAKAN HUKUM: TANGGUNG JAWAB DIREKSI DAN KOMISARIS?
▶︎

🔴LIVE | RE-DESIGN BUMN VIA DANANTARA DAN JEBAKAN HUKUM: TANGGUNG JAWAB DIREKSI DAN KOMISARIS?

[LIVE] One on One Bersama Dendi T. Danianto, SD Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Managemen
▶︎

[LIVE] One on One Bersama Dendi T. Danianto, SD Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Managemen

Tau Tau Defisit, Ada Apa Dengan Neraca Dagang Indonesia?
▶︎

Tau Tau Defisit, Ada Apa Dengan Neraca Dagang Indonesia?