Open House 99% : Sky Studio - Interpretasi & Testimoni

Open House Sky Studio "Architecture Studio of Dreams and Hopes" merupakan Open House ke-4 setelah Rumah Davio, Lumintu, dan Rumah Ngumpar di tahun lalu. Sejak 2011, kami terus memikirkan bagaimana kreativitas arsitektur di studio dapat dipahami lebih dalam, dari sisi teknologi, proses desain, hingga pengalaman personal. Refleksi ini terwujud dalam buku, detail, serta karya yang menemukan momentumnya pada Open House studio kam pada Sabtu, 17 Januari 2026 besok. Undi Gunawan menyebut "Ini adalah 'living book' selaras dengan 'living architecture-nya'. This book is a celebration to life, to humanity." Acara ini akan dihadiri teman-teman studio, alumni, serta narasumber yang hadir langsung maupun daring, antara lain Achmad Tardiyana, Akbar Hantar, Altrerosje, Anas Hidayat, Andhang Trihamdhani, Ardhyasa Gusma, Eka Swadiansa, Gunawan Tjahjono, Harry Kurniawan, Jolanda Atmadjaja, Kanoasa Akbar, M. Cahyo Novianto, Reinaldy Tamini, Ren Katili, Revianto Santosa, Rinawati Adhypranata, Ryadi Adityavarman, Silvanus Prima, Stanley Wangsa, Tegar Abieza, Tisa Medinna, dan kawan-kawan lainnya. Bagi kami, Open House bukan sekadar memamerkan bentuk tisik, tetapi ruang diskusi dan retleksi: melihat bagaimana ruang dihuni, diuji, dan tumbuh. Di sinilah arsitektur dipertanyakan secara nyata. Dalam Open House ini, Rumah Buku Anak (2014) ditampilkan sebagai ruang lahirnya OMAH Library, yang terus bertransformasi mendukung anak-anak sekitar untuk belajar dan berkreativitas. Studio utama kami yang baru dirancang tanpa pendingin buatan, berfokus pada microclimate, sirkulasi udara, material, serta kolaborasi sehari-hari antara tukang dan desainer. Eksplorasi ini berakar dari Studio Garasi dan Sky Studio. Proses yang bermula dari refleksi proyek Bare Minimalist (2011) bermuara pada refleksi 15 tahun proses di RAW DOT OMAH, sekaligus tradisi ketukangan lintas generasi. Pengalaman menulis & berkolaborasi dengan komunitas seperti JAAI & YEAP mengingatkan kami bahwa refleksi bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga membuka ruang imajinasi baru.