Danantara Ungkap Laba Pertamina Melejit 80%, Tembus Rp 24,9 Triliun Hingga April 2026

KONTAN - https://www.kontan.co.id/ Danantara Indonesia membeberkan kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam setahun terakhir untuk periode April 2025 - April 2026. Salah satunya adalah BUMN di sektor energi, PT Pertamina (Persero), yang membukukan laba senilai Rp 24,9 triliun per April 2026. Dalam periode tersebut, Danantara mengungkapkan bahwa laba Pertamina tumbuh lebih dari 80% atau naik sekitar Rp 11 triliun. Hanya saja, Danantara tidak merinci bagaimana posisi dan perbandingan pendapatan maupun beban yang ditanggung Pertamina dalam periode tersebut. Pertamina merupakan salah satu dari 11 BUMN yang menjadi highlight kinerja oleh Danantara. Sederet perusahaan plat merah itu mampu membukukan peningkatan laba atau membalikkan rugi menjadi laba. Adapun, perbandingan menggunakan periode April 2025–April 2026 untuk mencerminkan satu tahun pertama sejak BUMN berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia. Saat ini, BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Di tengah berbagai dinamika di sektor energi, lonjakan laba Pertamina memantik sejumlah catatan. Peneliti dan Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi mengapresiasi capaian laba Pertamina. Hanya saja, Badiul menilai hasil tersebut tidak boleh serta merta hanya dibaca sebagai indikator membaiknya fundamental perusahaan. Sebab, perolehan laba harus diuji kualitasnya. Apakah berasal dari peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi aset, atau sekadar ditopang dinamika harga energi dan faktor akuntansi yang bersifat sementara. Badiul menduga lonjakan laba Pertamina yang mencapai lebih dari 80% didorong oleh kombinasi dukungan harga minyak yang menanjak, peningkatan margin kilang dan perdagangan, efisiensi biaya, serta kontribusi anak usaha non-subsidi. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar punya analisa serupa, bahwa lonjakan laba Pertamina ditopang oleh kontribusi yang cukup besar dari sektor hulu. Selain itu, ada kontribusi margin dari kilang, peningkatan volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan non-BBM, serta efisiensi operasional di sub-holding. Aspek-aspek ini secara akumulasi memberikan dampak profitabilitas pada Pertamina. Hingga akhir 2026 prospek kinerja Pertamina bisa positif, tetapi perlu waspada dengan pengaruh situasi global dan fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pengamat Migas dan Dewan Penasihat Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo sepakat bahwa bisnis hulu menjadi kontributor utama bagi Pertamina. Hal ini didorong oleh harga minyak mentah (crude) yang mengalami kenaikan sekitar 57% dari harga rata-rata US$ 70 per barel pada asumsi APBN. Meski moncer di sisi hulu, tapi Pertamina menghadapi tantangan di sisi hilir. Sebab, Pertamina sempat menahan harga BBM non-subsidi ketika harga crude meningkat pesat. Padahal dengan level kenaikan crude saat itu, Hadi mengestimasikan idealnya ada kenaikan harga BBM sekitar 30% untuk menyeimbangkan lonjakan biaya. Dengan ruang fiskal yang sempit, saat ini Pemerintah tidak bisa lagi menaikkan pagu subsidi. Lagi-lagi, ini akan menjadi beban Pertamina. Catatannya, agar ada kejelasan dari Pemerintah. Jika tidak boleh menaikkan harga BBM, maka spreadout harga bisa di tanggung Pemerintah, agar cash flow Pertamina sehat. Berkaca dari kinerja tahun 2025, Pertamina meraih laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara dengan Rp 55,20 triliun sepanjang tahun lalu. Dalam periode yang sama, Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar atau setara Rp 1.167,99 triliun. Merujuk laporan keuangan tahun buku 2025, laba bersih Pertamina tumbuh di tengah penurunan penjualan dan pendapatan usaha. Sepanjang tahun lalu, jumlah penjualan dan pendapatan usaha lainnya menyusut 5,88% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 75,32 miliar menjadi US$ 70,89 miliar. Namun, Pertamina mampu memangkas beban pokok penjualan dan beban langsung lainnya sebanyak 7,06% (yoy) dari US$ 65,24 miliar menjadi US$ 60,63 miliar. Hasil ini mengerek naik perolehan laba bruto Pertamina sebanyak 1,88% (yoy) dari US$ 10,07 miliar menjadi US$ 10,26 miliar. Secara bottom line, Pertamina membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 3,35 miliar pada 2025. Laba bersih Pertamina tumbuh 7,37% dibandingkan raihan US$ 3,12 miliar pada tahun sebelumnya. #kontantv #kontan #kontannews  _________________________________________ Instagram:   / kontannews   Facebook:   / kontannews   Twitter:   / kontannews  

PHK Massal Mengancam! Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Industri Indonesia?
▶︎

PHK Massal Mengancam! Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Industri Indonesia?

Argentinien – Ägypten Highlights | Achtelfinale, FIFA WM 2026 | sportstudio
▶︎

Argentinien – Ägypten Highlights | Achtelfinale, FIFA WM 2026 | sportstudio

Viral! Sarjana RI Pilih Jadi Pembersih Kaca di Australia, Gajinya Bikin Kaget |iNews Siang (4/7)
▶︎

Viral! Sarjana RI Pilih Jadi Pembersih Kaca di Australia, Gajinya Bikin Kaget |iNews Siang (4/7)

Mengapa 3 Pemimpin Dunia Serentak Temui Prabowo Sekarang? | Beritasatu Utama
▶︎

Mengapa 3 Pemimpin Dunia Serentak Temui Prabowo Sekarang? | Beritasatu Utama

Asing Kabur Rp 70 T, Danantara Siap BORONG Saham? - Ft. Pandu Sjahrir
▶︎

Asing Kabur Rp 70 T, Danantara Siap BORONG Saham? - Ft. Pandu Sjahrir

Perusahaan Afiliasi Kaesang Punya Utang Rp2,86 Triliun, Hanya Satu Pabrik Masih Beroperasi
▶︎

Perusahaan Afiliasi Kaesang Punya Utang Rp2,86 Triliun, Hanya Satu Pabrik Masih Beroperasi

OIL PRICES CRASH! PLUMMET to $60, Making TRUMP Harder to Beat... Are IDX Issuers at Risk?
▶︎

OIL PRICES CRASH! PLUMMET to $60, Making TRUMP Harder to Beat... Are IDX Issuers at Risk?

Akibat kurs, PLN rugi dua kali lipat di 2025. Bagaimana 2026!? | Yanuar Rizky #Ngobrol171
▶︎

Akibat kurs, PLN rugi dua kali lipat di 2025. Bagaimana 2026!? | Yanuar Rizky #Ngobrol171

Schweiz – Kolumbien Highlights | Achtelfinale, FIFA WM 2026 | sportstudio
▶︎

Schweiz – Kolumbien Highlights | Achtelfinale, FIFA WM 2026 | sportstudio

Ada Apa Dengan Strategi Pidato Presiden Prabowo?!
▶︎

Ada Apa Dengan Strategi Pidato Presiden Prabowo?!

This Lontong Is All Meat! | Helmy Yahya Speaks
▶︎

This Lontong Is All Meat! | Helmy Yahya Speaks

BREAKING NEWS - PM Modi dan Prabowo Naik Helikopter Menuju Prambanan
▶︎

BREAKING NEWS - PM Modi dan Prabowo Naik Helikopter Menuju Prambanan

Argentina vs. Egypt Highlights FIFA World Cup 2026 | Sportschau
▶︎

Argentina vs. Egypt Highlights FIFA World Cup 2026 | Sportschau

PDIP Kritik Prabowo Utus Ketua MPR ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
▶︎

PDIP Kritik Prabowo Utus Ketua MPR ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Bank Mandiri Percaya Diri Jaga Biaya Dana di Tengah Tingginya Suku Bunga
▶︎

Bank Mandiri Percaya Diri Jaga Biaya Dana di Tengah Tingginya Suku Bunga

Penari Tradisional Cilik Sambut Prabowo & PM Modi Saat Tiba di Candi Prambanan #beritasatu
▶︎

Penari Tradisional Cilik Sambut Prabowo & PM Modi Saat Tiba di Candi Prambanan #beritasatu

Presiden Prabowo & PM Modi Bertolak ke Candi Prambanan
▶︎

Presiden Prabowo & PM Modi Bertolak ke Candi Prambanan

Indonesia Buka Karpet Merah untuk Investor Rusia! HKI Siap Sediakan Lahan dan Urus Perizinan
▶︎

Indonesia Buka Karpet Merah untuk Investor Rusia! HKI Siap Sediakan Lahan dan Urus Perizinan

How the Prabowo Administration Stems Protests Against the Free Nutritious Meal (MBG) Program | Bo...
▶︎

How the Prabowo Administration Stems Protests Against the Free Nutritious Meal (MBG) Program | Bo...

The Economy, Stock Market, Rule of Law, and Everything in Between - Tom Lembong
▶︎

The Economy, Stock Market, Rule of Law, and Everything in Between - Tom Lembong