Bukan Sekadar "Iya-Iya" Doang, Tarian Kuno di Jambi Ini Punya Makna yang Bikin Tersindir!

Menyaksikan pertunjukkannya bikin merinding! Menari sampai ‘putus makrifat’, apa sesungguhnya rahasia mistis tari iyo-iyo di Kenduri Sko? Di zaman sekarang susah banget cari orang yang mau mufakat? Berarti wajib belajar dari Tari Iyo-Iyo. Arti katanya memang "mengiyakan", tapi filosofinya mendalam banget soal kompak dan musyawarah. Uniknya, tarian ini dibawakan tanpa musik modern, melainkan bersahut-sahutan langsung antara kaum wanita dan pria. Penasaran gimana serunya. Pernahkah kamu melihat orang menari hingga tak sadarkan diri karena larut dalam kesakralan? Bukan kesurupan biasa, para perempuan tua di Tanjung Pauh Mudik ini sengaja membawa penonton ke dimensi lain lewat gerakan 'elang terbang' dan syair kuno. Intip rahasia magis di balik ritual sakral penurunan benda pusaka yang bikin merinding ini! Puncak tarian iyo-iyo bikin haru hingga menangis khususnya bagi perantau membuatnya menjadi magnet pulang kampung paling sakral. Tari Iyo-Iyo di Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik adalah tarian ritual adat sakral yang berfungsi sebagai pengiring pengukuhan gelar pemangku adat (Depati/Ninik Mamak) dan upacara penurunan benda pusaka. Tarian yang diwariskan turun-temurun di wilayah Kedepatian Tanjung Pauh Mudik (meliputi Desa Tanjung Pauh Mudik, Punai Merindu, Pancuran Tiga, Bukit Pulai, dan Sumur Jauh) ini memiliki karakteristik dan makna mendalam. Tarian ini secara tradisional dibawakan oleh anak batino (kaum wanita/perempuan tua) yang melangkah perlahan di arena ritus tanpa iringan musik modern. Mereka menari sembari melantunkan syair adat (tale) secara langsung yang bersahut-sahutan dengan kaum laki-laki (anak jantan). Kata "Iyo-Iyo" secara harfiah berarti "mengiyakan," yang menyimbolkan kepatuhan, kesepakatan bersama, dan musyawarah. Syairnya yang terkenal, "Buluk kato mupakat... yang iyo kato iyo lah buluk...", menjadi pengingat luhur bahwa segala keputusan di dalam negeri harus didasarkan pada kata mufakat. Fungsi Sakral dan Magis Tari Iyo-Iyo ditarikan saat prosesi sakral penurunan dan pencucian benda pusaka sebelum diperlihatkan ke masyarakat. Dalam suasana khidmat tersebut, gerakan gemulai penari yang menyerupai elang terbang bahkan kerap membawa mereka ke ranah transendental (kondisi tidak sadar atau putus makrifatnya) karena larut dalam kesakralan ritual. Simbol Identitas Tarian ini menjadi puncak emosional dalam menyambut perantau yang pulang kampung dan sebagai wujud penghormatan, pengagungan terhadap alam semesta, leluhur, serta para pemimpin adat.