Eksplorasi Oral pada Bayi (Part 1)
Dr. Luh Karunia Wahyuni, SpKFR(K) dan Paula Verhoeven, pada Instagram Live @dr.Tiwi tentang “Eksplorasi Oral pada Bayi”, 3 September 2020. Bagi bayi, mulut (oral) adalah jendela dunia. Mengingat ia belum dapat membawa tubuhnya sendiri untuk mengeksplorasi lingkungan dan fungsi penglihatan serta persepsinya masih terbatas, maka lewat mulutlah bayi mengenal dunia. Keterampilan oral pertama yang ia miliki adalah mengisap dan menelan, yang kemudian akan berkembang menjadi mengunyah, ‘menyapu’ makanan dari sendok, dan sebagainya. Itu sebabnya, masa ini disebut sebagai fase oral. Payudara ibu adalah benda yang menjadi objek eksplorasi bayi, yaitu dengan menyusu. Selain itu, tangan adalah anggota tubuh bayi yang menjadi objek eksplorasi rongga mulutnya. Kemudian, di usia 5-6 bulan bayi akan memasukkan kakinya ke dalam mulut. Orang tua hendaknya tidak melarang apabila bayi memasukkan tangannya. Pastikan saja tangannya bersih dan kukunya pendek. Dengan memasukkan tangan dan kaki ke mulut sebagai bentuk eksplorasi oral, banyak hal yang akan dipelajari bayi, yaitu: 1. Mendapatkan stimulus bahwa benda yang masuk ke mulutnya memiliki tekstur cair (ASI), lembut (makanan pure), setengah padat atau padat sekali seperti tangan. 2. Tangan bayi masuk ke mulut untuk mendorong refleks muntah ke belakang. 3. Membangun persepsi tubuh, karena sebelum memahami apa yang dilihat bayi, maka rongga mulutlah yang membantu mengenali bentuknya. 4. Memberi rasa aman and nyaman. 5. Melatih oromotor (gerak mulut). Misalnya, bila yang masuk mulut adalah benda padat, maka akan menstimulasi rahang belakang. Kalau rahang depan biasanya dengan menggigit-gigit. 6. Membantu gerakan bola mata, serta koordinasi bola mata dengan tangan dan mulut (integrasi visuo motor). Pada usia 6-7 bulan, ketika organ mulut bayi sudah mulai “naik kelas” dari mengisap ke mengunyah, sebaiknya ia tidak lagi diberi empeng (pacifier). Lebih baik berikan baby teether atau finger food sebagai objek eksplorasi mulut si kecil. Untuk bayi yang memiliki kebiasaan mengisap jari atau tangan, secara bertahap dan perlahan dapat dialihkan dengan memberi aktivitas pada tangannya serta rasa aman dan nyaman. Website: http://klinikdrtiwi.com/ Twitter: / drtiwi Instagram: / drtiwi / klinikdrtiwidotcom_official

MOM'S TALK EP 7 : SCREEN TIME DAN PARENTING VOC DARI POV DR TIRTA DAN DR TIWI

Pentingnya Melatih OROMOTOR si Kecil Untuk Mencegah GTM

Parenting Anak Usia Dini (Laporan Perkembangan Untuk Si Kecil)

Parenting Class klinikdrtiwi.com - Stimulasi Bermain untuk Bayi dan Batita Cerdas Part 1

🔴 KAPAN GAIRAH WANITA MENINGKAT ?

Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak

Pola Asuh anak zaman digital - dr tiwi dokter anak (Part1)

#momscorner 2 dr. Tiwi Sp.A, MARS | Jangan Sepelekan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir

#momscorner 20 DR. dr. Tan Shot Yen,M.hum | Ikan Air Tawar tinggi Protein,Ikan air laut Tinggi Omega

Ray Rangkuti Ungkap Film Pesta Babi Membongkar Bahwa Sumber Daya Alam Dikeruk Secara Brutal!

Parenting Class “Bermain dengan Bayi”, Margonda Depok, 5 Desember 2019 (part 1)

DIET DIABETES - ANTARA NIAT, LAPAR, DAN REALITA - Endotalks #eps3 #ppperkeni #perkeni

Parenting Class klinikdrtiwi.com - Stimulasi Bermain untuk Bayi dan Batita Cerdas Part 3

Perkembangan Anak Usia 0-1 tahun oleh Prof. Dr. dr. Hardiono, Sp.A(K)

Caraku stimulasi Oral Sensory Motor pada anak Spesial, ||Massage, Brushing, Vibration||

Organ jebol & kanker akibat S3x B3ba5 - Dr. Inong

Mioma, Haruskah Dioperasi? (part 1)

#momscorner 83 dr. Tiwi, Sp.A, MARS vs 3 Moms | Plenty of MPASI but Child Still Undernourished?

Yuk Mums Amati, Bayi 4 Bulan Sudah Bisa Apa Ya?

