Pak Kanjeng - Hari Kedua (1)

Menunggu dan menunggu keputusan akhir dari semua yang diperjuangkan. Sehingga ia tidak pernah merasa bosan menyapa benda-benda yang bisu, mengitari beranda, menimang pedang atau duduk di kursi kesayangannya. Bahkan tidak juga peduli pada rasa nyeri di punggung- nya yang telah disembunyikan selama bertahun-tahun sejak ia terjungkir ke sebuah jurang karena tertembak pasukan Belanda. Itulah sebabnya, pundak Pak Kanjeng sedikit miring ke kiri, tetapi ia selalu berusaha untuk berdiri atau berjalan dengan tegak sebagaimana gaya seorang tentara. Seperti layaknya seorang tokoh yang harus tampil di depan umum secara lebih sempurna. #cakNun #mbahNun #EAN #maiyah #sastra #islam #budaya #pendidikan ***** Sumber : Pak Kanjeng- Hari Kedua | Penulis : Emha Ainun Nadjib | Penerbit : Jogjakarta, Zaituna, 2000. | Judul : Hari Pertama | Narator : Google AI Studio/Text to Speech/Algieba/Algenib/Sadaltager/Fenrir/Schedar/1.3