Menyulap Kabut Jadi Air
Air berharga selangit di kawasan Boutmezguida di barisan pegunungan Antiatlas. Wilayah tersebut tercatat sebagai yang paling kering di Maroko, kendati kerap dilanda kabut. Tidak heran jika penduduk bisa berjalan dua hingga tiga jam untuk mendapat air. Untuk mengatasi kelangkaan air, teknologi menjaring kabut diterapkan untuk diubah menjadi air minum. Informasi lainnya dari DW Indonesia: Instagram: / dw.nesia Facebook: / dw.indonesia Twitter: / dw_indonesia Website: http://www.dw.com/id Inovator: https://www.dw.com/id/beranda/iptek/s... Tertarik ingin berdiskusi tentang topik iptek di grup inovator? Gabung di / 569122020135718

▶︎
Ancaman Bencana Kekeringan di Tunisia Teratasi Lewat Manajemen Air

▶︎
Menangkap Kabut untuk Penuhi Kebutuhan Air | DW Inovator

▶︎
Pekerja migran perempuan pulang membawa 'anak oleh-oleh' tanpa suami: Terkucil dalam lingkaran setan

▶︎
Kemasan Makanan Ramah Lingkungan dari Limbah Jerami Padi

▶︎
Bendungan Tiga Ngarai: Bagaimana 40 miliar ton air menggeser sumbu Bumi

▶︎
Bisakah Teknologi Desalinasi Air Laut Atasi Krisis Air Tawar Dunia | #PlanetA

▶︎
Adaptasi Bencana Iklim dengan Irigasi Tetes Air di Kebun Sayur

▶︎
Teknologi Panen Air Hujan Selamatkan Warga Klaten dari Ancaman Kekeringan Saat Musim Kemarau

▶︎
Alat Pemanen Kabut

▶︎
Gurun Pasir Terus Meluas, Inilah Upaya Yordania Menghentikannya

▶︎
FREE water forever. LEGALLY!!!!

▶︎
Nepal's Mad Honey That Causes Hallucinations (They climb to go insane)

▶︎
Rumah Unik di Lahan Compact 98 m2

▶︎
What China Understands About AI and Energy That the US Doesn’t

▶︎
Merangkum HAM di Tahun yang KELAM, Kaleidoskop Hak Asasi Manusia 2025

▶︎
Memburu Harta Karun Geologi di Bawah Mata Air

▶︎
How to Harvest Water Without Rain: The Sahara's Secret

▶︎
Tri Mumpuni Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Desa Terpencil Indonesia

▶︎
Stepa Mongolia jadi Gurun Tandus, Pajak Padang Rumput pun Diterapkan

▶︎
