Bagaimana Filsafat Melahirkan Sains Modern? Peran Humanisme

Sejarah modernitas dan perkembangan iptek lahir dari rahim panjang humanisme: sejak Yunani Kuno dengan paideia dan artes liberales—yang menyatukan olah pikir dan olah rasa melalui trivium dan quadrivium—hingga Renaisans yang menegaskan kembali martabat manusia sebagai pusat pengetahuan; musik pun dulu dipahami sebagai matematika kosmis ala Pythagoras, bukan sekadar hiburan. Tradisi ini berkembang menjadi studia humanitatis dan mencapai bentuk modernnya ketika Wilhelm Dilthey membedakan ilmu-ilmu alam dan humaniora, sebuah pemisahan yang ikut membentuk sains modern yang antropocentris—bahkan kelak menyumbang krisis ekologis. Dalam etos ilmiah modern, Francis Bacon mengajarkan kewaspadaan terhadap prasangka, sementara Isaac Newton menanamkan sikap terbuka radikal terhadap kemungkinan. Semua ini disintesiskan secara mendalam oleh Immanuel Kant, yang mendamaikan rasionalisme dan empirisme dengan menunjukkan bahwa kita hanya mengenal fenomena melalui “kacamata” ruang, waktu, dan kategori akal, sementara noumena tetap tak tersentuh; namun justru di wilayah moral, Kant menegaskan pentingnya kebebasan, jiwa, dan Tuhan sebagai postulat agar kebaikan masuk akal. Warisan Kant membentuk mentalitas modern yang otonom dan universal, sekaligus melahirkan paradoks zaman kini: postmodernisme mengkritik universalisme, tetapi tetap hidup di atas fondasi rasionalitas modern—fondasi yang diteruskan oleh Edmund Husserl dan Martin Heidegger—sehingga meski narasi besar runtuh dan dunia terasa cair, cara berpikir rasional-humanis tetap menjadi bahasa dasar yang memungkinkan manusia berkomunikasi, membangun ilmu, dan merawat peradaban. Seri Kuliah Filsafat Ilmu - Bagian 6 Pemateri Bapak Bambang I. Sugiharto 00:00:14 Peran Humanisme dalam iptek modern 00:01:30 Paidea 00:01:33 Artes Liberales: Trivium: Grammatika, rhetorika, logika 00:04:13 Quadrivium: Arithmetika, Astronomika, Geomatika, Musika 00:05:40 Studia Humanitatis Humaniora (Geisteswissenscahften) ilmu-ilmu alam (Naturwissenschaften) 00:10:31 F. Bacon 00:11:15 Isaac Newton & Sikap Ilmiah 00:15:53 Immanuel Kant: Sintesis antara Rasionalisme dan Empirisme Kant hadir mendamaikan dua kubu yang bertarung: Rasionalisme (yang percaya akal/logika adalah sumber kebenaran, seperti Leibniz & Wolff) dan Empirisme (yang percaya pengalaman indrawi adalah sumber pengetahuan, seperti Hume). Kant menggabungkan keduanya: "Akal tanpa pengalaman itu kosong, pengalaman tanpa akal itu buta." 00:19:07 Struktur Realitas Fenomena vs Noumena Pembedaan krusial dalam filsafat Kant: Fenomena: Realitas sejauh yang tampak dan bisa ditangkap oleh manusia. Noumena (Das Ding an sich): Benda pada dirinya sendiri (hakikat asli) yang tidak akan pernah bisa kita ketahui sepenuhnya karena terhalang oleh cara kerja otak/indera kita. 00:21:05 Perangkat Lunak Otak Kita (Unsur A Priori) Kant menjelaskan bahwa manusia tidak menerima realitas secara pasif, melainkan aktif membentuknya menggunakan "kacamata" bawaan (a priori) yang sudah terinstal di benak kita: Ruang & Waktu: Segala sesuatu pasti kita tangkap dalam kerangka ruang dan waktu. 12 Kategori: Termasuk kausalitas (sebab-akibat). Kita memahami dunia karena otak kita menata data indrawi ke dalam kategori-kategori ini. 00:30:00 Disiplin Akal Murni & Kritik Dogmatisme Penjelasan bahwa akal (rasio) perlu didisiplinkan agar tidak liar. Tanpa disiplin (kritik), akal jatuh menjadi Dogmatisme: seolah-olah bisa tahu segalanya (seperti Tuhan, Jiwa, Alam Semesta) tanpa batasan, padahal itu di luar jangkauan fenomena. 00:44:43 Jembatan ke Abad 20: Husserl & Heidegger Pembahasan melompat ke pengaruh Kant pada filsafat modern. Edmund Husserl (Fenomenologi) dan Martin Heidegger meneruskan ide bahwa "kesadaran manusia-lah yang membentuk realitas", bukan sekadar cermin pasif. 00:48:19 Relevansi Metafisika untuk Moral Meskipun metafisika (Tuhan, Jiwa) tidak bisa dibuktikan secara ilmiah/empiris, Kant menegaskan ia tetap penting sebagai Postulat Moral. Kita perlu berasumsi Tuhan dan Jiwa itu ada agar moralitas dan kebaikan memiliki dasar yang rasional. 01:00:00 Refleksi Kontemporer: Runtuhnya Narasi Besar Bagian akhir kuliah (sesi tanya jawab/diskusi) menyinggung situasi dunia saat ini dimana ideologi-ideologi besar (seperti sosialisme) mengalami krisis atau kegagalan, dan bagaimana revolusi teknologi (komputer/digital) mengubah lanskap kemanusiaan secara drastis, menciptakan tantangan baru bagi etika dan filsafat. Catatan kuliah: https://ytpustakamatahari.blogspot.co... Full Season: Kuliah "Filsafat Ilmu" bersama Pa Bambang Sugiharto: https://ytpustakamatahari.blogspot.co...

Mengapa Calon Doktor (S3) Wajib Menguasai Filsafat Ilmu? Makna Ph.D dan Kedalaman Ilmiah
▶︎

Mengapa Calon Doktor (S3) Wajib Menguasai Filsafat Ilmu? Makna Ph.D dan Kedalaman Ilmiah

Dari Dongeng ke Data: Cara Manusia Memahami Dunia
▶︎

Dari Dongeng ke Data: Cara Manusia Memahami Dunia

Filsafat, Sains, dan Teknologi: Dari Akar hingga Tantangan Abad 21 - Bambang I. Sugiharto
▶︎

Filsafat, Sains, dan Teknologi: Dari Akar hingga Tantangan Abad 21 - Bambang I. Sugiharto

Seni Hidup Filosofis: Ketika Filsafat Menjadi Perjalanan Jiwa - Bambang I. Sugiharto
▶︎

Seni Hidup Filosofis: Ketika Filsafat Menjadi Perjalanan Jiwa - Bambang I. Sugiharto

Kenapa Kita Tidak Bisa Melihat Dunia Apa Adanya?
▶︎

Kenapa Kita Tidak Bisa Melihat Dunia Apa Adanya?

Filsafat Haram?
▶︎

Filsafat Haram?

Eps: 71: [Full] 2,5 Jam Paham Madilog Tan Malaka Tanpa Buku‼️ #tanmalaka #madilog #dialektika
▶︎

Eps: 71: [Full] 2,5 Jam Paham Madilog Tan Malaka Tanpa Buku‼️ #tanmalaka #madilog #dialektika

Absolute Spirit and the Architecture of Reality: Rereading the World with Hegel - Bambang I. Sugi...
▶︎

Absolute Spirit and the Architecture of Reality: Rereading the World with Hegel - Bambang I. Sugi...

Hidup sebagai Karya Seni: Peran Imajinasi, Estetika, dan Makna Kehidupan
▶︎

Hidup sebagai Karya Seni: Peran Imajinasi, Estetika, dan Makna Kehidupan

Hitch-Slap: Seni Menghancurkan Dogma Agama
▶︎

Hitch-Slap: Seni Menghancurkan Dogma Agama

Filsafat, Sains, dan Ideologi: Menyelami Makna di Tengah Ketidakpastian - Bambang I. Sugiharto
▶︎

Filsafat, Sains, dan Ideologi: Menyelami Makna di Tengah Ketidakpastian - Bambang I. Sugiharto

Rocky Gerung Taught This Civil Servant, Showing Off His Master's Degree: Waiters Can't Complain!
▶︎

Rocky Gerung Taught This Civil Servant, Showing Off His Master's Degree: Waiters Can't Complain!

Rahasia Diri: Mengapa Kita Tak Pernah Benar-Benar Utuh? - Jacques Lacan
▶︎

Rahasia Diri: Mengapa Kita Tak Pernah Benar-Benar Utuh? - Jacques Lacan

Kant dan Proyek Besar Menjadi Manusia: Dari Cara Kita Mengetahui hingga Cara Kita Hidup Bermoral
▶︎

Kant dan Proyek Besar Menjadi Manusia: Dari Cara Kita Mengetahui hingga Cara Kita Hidup Bermoral

Cara pandang kalian terhadap waktu dipengaruhi oleh bahasa! Tidak percaya? Tonton video ini!
▶︎

Cara pandang kalian terhadap waktu dipengaruhi oleh bahasa! Tidak percaya? Tonton video ini!

Al-Dahih | Were the Vikings just pirates or were they people of a civilization?
▶︎

Al-Dahih | Were the Vikings just pirates or were they people of a civilization?

Dari Tafsir Menuju Paradigma Zaman - Hermeneutik 01 -  Bambang I. Sugiharto
▶︎

Dari Tafsir Menuju Paradigma Zaman - Hermeneutik 01 - Bambang I. Sugiharto

Pengertian Filsafat
▶︎

Pengertian Filsafat

48 HUKUM KEKUASAAN | Ringkasan Buku FULL
▶︎

48 HUKUM KEKUASAAN | Ringkasan Buku FULL