Ritual JALAN KAKI dari Cilacap ke Banyumas PP #unggahanbonokeling #adattradisibudaya #wibikembara
Di Banyumas, Jawa Tengah, ada suatu kaum yang memiliki budaya dan adat istiadat yang unik. Kaum itu bernama Wangsa Bonokeling. Mereka merupakan keturunan dari Kyai Bonokeling, salah seorang pemuka agama di sana. Asal usul Bonokeling sebenarnya masih misterius hingga kini. Konon Kyai Bonokeling merupakan seorang patih di Kerajaan Pasirluhur yang menurunkan seluruh ajaran pada anak cucunya. Sosoknya dipercaya memiliki ilmu kebatinan tinggi yang dapat digunakan sebagai jalan bagi keturunannya untuk menggapai keselamatan dunia dan akhirat. Kini, para keturunannya masih menjunjung tinggi berbagai tradisi yang diajarkan oleh Kyai Bonokeling. Pada waktu itu, Kyai Bonokeling memilih untuk menepi dan membuka lahan tani di Desa Pekuncen, Banyumas dan mengajarkan cara bercocok tanam serta beternak kepada warga setempat. Selain itu, ia juga menyebarkan ajaran Islam dengan mengakomodasi tata nilai budaya lokal. Perlon Unggahan adalah sebuah tradisi yang digelar sepekan sebelum bulan Ramadhan oleh anak cucu Bonokeling di desa Pekuncen Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Perlon Unggahan menjadi tradisi sakral sehingga pantang dilewatkan oleh anak cucu maupun para pengikut Kiai Bonokeling. Mereka yang berada di luar daerah pun, memilih mudik untuk mengikutinya. Komunitas Adat Banakeling berikut serangkaian tradisinya akan tetap lestari ke depannya. fiolosofi mereka adalah genting tan pedhot. Artinya, walau sampai kapanpun tetap bertahan, tidak akan putus tidak akan punah. Keyakinan itu semakin bertambah, ketika dalam perkembangannya, anak cucu atau pengikutnya semakin bertambah. Para kaum Bonokeling dari berbagai daerah yang berjalan kaki menuju Desa Pekuncen dengan membawa berbagai hasil bumi seperti sayur mayur dan buah-buahan. Pada awalnya, perjalanan itu dilakukan tanpa menggunakan alas kaki. Namun seiring waktu ada toleransi yang mempersilakan mereka untuk berjalan kaki menggunakan sandal jepit. Jarak yang ditempuh sekitar 40 km, dan dengan istirahat sekali. Setibanya di Desa Pekuncen, mereka disambut oleh tetua desa dan hasil bumi yang mereka bawa diserahkan agar diolah untuk acara selamatan keesokan harinya. Setiap orang yang ingin mengikuti upacara adat Perlon Unggahan diwajibkan untuk mengenakan pakaian adat yang sudah ditentukan. Demikian juga bagi para awak media dan fotografer. Bagi pria, mereka diwajibkan mengenakan jubah hitam beserta ikat kepala dan sarung jarik. Sementara buat wanita, mereka diwajibkan mengenakan kebaya hitam dengan bawahan jarik. Pakaian hitam itu maknanya langgeng, dalam arti langgeng untuk bisa melestarikan adat dan tradisi. Sementara ikat kepala melambangkan mengikat hawa nafsu, kalau makna sarung, kita harus punya tujuan yang satu, jangan berbelok-belok arah. Penentuan hari tradisi itu dilakukan berdasarkan kalender Aboge yang menjadi ciri khas Kaum Bonokeling. Untuk menyelenggarakan tradisi tersebut, mereka juga tidak mempersiapkannya secara khusus. Hal yang paling penting dalam acara itu adalah makna ajaran leluhur yang tersampaikan pada para anggota kaum Bonokeling. Tradisi berjalan kaki tujuannya adalah mendoakan para leluhur dengan laku prihatin, tulus ikhlas, dan rela mengenang perjuangan para leluhur. Perlon Unggahan pada Jumat pagi diawali dengan masak besar. Mereka menyembelih sapi, kambing dan ayam di kompleks rumah adat. Acara kali ini menyembelih Sapi satu ekor dan kambingnya 20 ekor. Jumlah hewan yang disembelih, menyesuaikan dengan tamu yang hadir. Bahwa dalam Perlon Unggahan kali ini, tamu yang datang dari luar daerah di bawah 1.000 orang Perlon Unggahan dimulai dari mengunjungi makam Bonokeling tanpa alas kaki, dengan menjinjing 'Ambeng'. Di makam Bonokeling tersebut, 6 Kasepuhan berdoa (ziarah) dengan khusyuk. Ziarah mendahulukan barisan perempuan keturunan Banakeling yang jumlahnya ratusan. Dengan berbalut kemben dan selendang putih, mereka masuk ke makam secara tertib dan rapi. Selanjutnya, baru menyusul kaum pria. Pada hari minggu mereka akan kembali ke desa asal sekitar Cilacap dengan berjalan kaki lagi. Semoga tayangan video ini bermanfaat dan menambah pengetahuan serta wawasan. Jangan lupa untuk berlangganan channel wibikembara secara GRATIS dengan cara klik: LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE di / wibikembara , dan nyalakan lonceng pemberitahuannya agar tidak ketinggalan update video-video terbaru lainnya. Video diambil dengan menggunakan kamera iPhone 6s dan foto-foto dengan menggunakan kamera Fijifilm. Terima kasih Salam Sehat @Wibikembara IG: @agung_wibi Vlog terkait sebelumnya; 1. Nyadran, tradisi di lereng Gunung Sumbing • Video 2. Ziarah ke makam Habib Husein • Video 3. Ngaben, upacara adat pemakaman Hindu Bali • Video #perlonunggahan #adattradisional #kaumbonokeling #kyaibonokeling #ziarah #desapekuncen #banyumas #cilacap #pesonaindonesia #jawatengah #tradisikuno #wibikembara #iPhone6s #kamerahape #ngedealyuk #ngedealyuk1212

ARTIS TOP GAK PAKE HAL MISTIS ITU MUSTAHIL ?! ILMU PELET, AJIAN & MAKHLUK GHAIB KEN KEN WIRO SABLENG

Bono Keling Banyumas

Aku Ditinggalkan di Hari Pertunangan, Lalu CEO Misterius Datang Menyelamatkanku

Massive Net Fishing! Smoking & Marinating Fresh Fish - صيد ضخم بالشباك! تدخين وتتبيل الأسماك الطازجة

Sejarah Sesajen Di Indonesia : Tradisi Kuno Yang Masih Bertahan Hingga Kini

DITEMUKAN KERAJAAN SOEHARTO ERA ORDE BARU DI TENGAH LAUT JAWA

Tradisi Keagamaan Komunitas Adat Bonokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas

NGERII‼️BENTENG PENDEM CILACAP || INI DIA SEJARAH YANG SEBENARNYA TENTANG BENTENG PENDEM CILACAP

"MOM, DON'T DRINK THAT TEA," MY CHILD SAID; I WAS SHOCKED TO FIND MY HUSBAND HAD POISONED IT

Pasar Kuno Tepi Hutan Atas Pegunungan Kidul Trenggalek

NEOM Saudi Arabia $500 Miliar GAGAL TOTAL — Mimpi Besar yang Berubah Jadi Gurun Kosong

Bonokeling

7 Makam Wali Di Kabupaten Banyumas

Draining a Wild Pond | Catching a Giant 10KG Turtle & Lots of Big Fish for the Village Market

RAKANAN GIYANTI KE-271 WONOSOBO 2026 | Tradisi Adat Merawat Budaya Leluhur di Dusun Giyanti

SEDEKAH LAUT PANTAI BUNTON CILACAP TERNYATA BISA SERAMAI INI

Caos Bekti Bonokeling Trust in Banyumas

The Most Powerful Manifestation Technique ... It Works So Fast It's Scary.

𝙈𝙐𝙎𝙄𝙈 𝙃𝘼𝙅𝘼𝙏𝘼𝙉 𝙇𝘼𝙂𝙄‼️ 𝙎𝙪𝙖𝙨𝙖𝙣𝙖 𝙍𝙚𝙬𝙖𝙣𝙜 𝙃𝙖𝙟𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙋𝙤𝙣𝙤𝙧𝙤𝙜𝙤 | 𝘿𝙖𝙥𝙪𝙧 𝙃𝙖𝙟𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙬𝙖𝙡 𝘽𝙪𝙡𝙖𝙣 𝙎𝙖𝙛𝙖𝙧

